LARANTUKA, FLORESPOS.net-Gunung Lewotobi Laki-laki di Kecamatan Wulanggitang dan Kecamatan Ilebura, Kabupaten Flores Timur, Nusa Tenggara Timur (NTT), terus menunjukkan aktivitas erupsi yang signifikan dalam kurun waktu 17 hari ini.
Sejak erupsi pertama pada 23 Desember 2023 hingga saat ini, aktivitas kegempaan, semburan asap dan abu vulkanik, guguran lava dan awan panas terus menyebar luas ke hampir seluruh Kecamatan Ilebura dan Kecamatan Wulanggitang yang mengitari Gunung Lewotobi Laki-laki.
Badan Geologi, Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana (PVMB) Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM), Selasa (16/1/2024) merilis laporan evaluasi aktivitas Gunung Lewotobi Laki-laki dalam tingkat aktivitas Level IV awas periode 12-15 Januari 2024.
Pengamatan Visual
Kepala PVMB Badan Geologi Kementerian ESDM, Hendra Gunawan menyebutkan, secara visual pada periode pengamatan 12-15 Januari 2024, Gunung Lewotobi Laki-laki terlihat jelas hingga tertutup kabut.

Teramati asap kawah utama berwarna putih dan kelabu dengan intensitas tebal sekitar 200-1.500 meter dari puncak. Cuaca cerah hingga hujan, angin lemah ke arah timur laut. Suhu udara sekitar 20-30 derajat Celsius.
Terjadi letusan dengan tinggi 200-1.500 meter dari puncak, kolom abu letusan berwarna putih hingga kelabu. Awan panas guguran teramati dengan jarak luncur1000 meter dari puncak dan arah luncuran ke arah utara.
Guguran teramati dengan jarak luncur 1.500-2000 meter dari puncak kawah dan arah luncuran ke arah utara hingga timur laut.
Pada tanggal 15 Januari terjadi guguran lava disertai awan panas kea rah utara dengan jarak luncur kurang lebih 1-1,5 km dari pusat erupsi. Guguran lava juga terlihat pada utara dan timur laut dengan jarak luncur 1 km.
“Data yang dilaporkan dari tim yang berada di lapangan menunjukkan adanya guguran yang mengarah ke timur laut sejauh 2-3 km dari pusat erupsi,” kata Hendra Gunawan dalam laporan tertulis evaluasi aktivitas Gunung Lewotobi Laki-laki tertanggal 16 Januari yang diterima media ini, Selasa (16/1/2024) malam.
Pemantauan Instrumental
Secara instrumental, kata Hendra Gunawan, jenis gempa yang terekam selama periode 12-15 Januari 2024, yakni 51 kali gempa letusan/erupsi, 8 kali gempa awan panas letusan, 172 kali gempa guguran, 3 kali gempa hembusan, 95 kali gempa low frekuansi, 1 kali gempa vulkanik dangkal, 2 kali gempa vulkanik dalam, 2 kali gempa tektonik jauh dan 3 kali gempa tremor menerus.

Hendra Gunawan mengatakan, dari pengamatan visual dan pemantauan instrumental itu, terlihat adanya peningkatan signifikan dalam aktivitas Gunung Lewotobi Laki-laki. Peningkatan ini termanifestasi melalui peningkatan letusan, aliran lava dan gempa low frekuansi dibandingkan dengan periode sebelumnya.
Kata Hendra Gunawan, data tersebut mengindikasikan bahwa material vulkanik yang sebelumnya berada di dalam gunung api telah mencapai permukaan, dan terdorong keluar dari Gunung Lewotobi Laki-laki.
Rekomendasi
Berdasarkan pengamatan dan pemantauan itu, kata Hendra Gunawan, Badan Geologi, PVMB Kementerian ESDM merekomendasikan, masyarakat dan pengunjung/wisatawan tidak melakukan aktivitas apapun di radius 4 km dari pusat erupsi Gunung Lewotobi Laki-laki serta sektoral 5 km pada arah utara-timur laut dan 6 km timur laut.
Masyarakat agar tenang dan mengikuti arahan pemda serta tidak mempercayai isu-ius yang tidak jelas sumbernya.
Masyarakat disekitar Gunung Lewotobi Laki-laki mewaspadai potensi banjir lahar hujan pada sungai-sungai yang berhulu di puncak Gunung Lewotobi Laki-laki jika terjadi hujan dengan intensitas tinggi.
Masyarakat yang terdampak hujan abu Gunung Lewotobi Laki-laki memakai masker/penutup hidung-mulut untuk menghindari bahaya abu vulkanik pada system pernapasan.
Pemerintah daerah senantiasa berkoordinasi dengan Pos PGA Lewotobi Laki-laki di Desa Pululera, Kecamatan Wulanggitang atau PVMB Badan Geologi di Bandung.
Desa Terdampak Guguran Awan Panas dan Guguran Lava
Sejumlah desa terdampak dan berpotensi terdampak awan panas guguran dan lava guguran dari puncak kawah berdasarkan penelurusan Florespos.net berada atau terletak di wilayah utara dan timur laut.

Desa-desa dimaksud seluruhnya berada dalam wilayah administasi Kecamatan Ilebura atau bagian utara dan timur laut dari puncak Gunung Lewotobi Laki-laki, yakni Desa Nobo, Desa Nurabelen, Desa Riang Rita, Desa Lewotobi, Desa Riangbaring, dan Desa Lewoawan.
Semua desa itu berada di wilayah pesisir pantai utara-timur laut atau persis berada dibawah kaki dan lereng gunung Lewotobi Laki-laki.
Selain itu, desa-desa itu juga berada di daerah lembah/dataran rendah dari Gunung Lewotobi Laki-laki.
Sebelumnya atau saat awal erupsi Gunung Lewotobi Laki-laki, desa-desa terdampak dan berpotensi terdampak, yakni Desa Dulipali di Kecamatan Ilebura yang berada persisi di bagian barat laut Gunung Lewotobi Laki-laki.
Desa terdampak dan berpotensi terdampak di Kecamatan Wulanggitang berada persis di bagian barat-barat laut dan selatan tenggara, yakni Desa Klatonlo, Desa Hokeng Jaya, Desa Boru, Desa Nawokote, dan sebagian Desa Waiula.
Hingga hari ke-17, Rabu (17/1/2024), ada 12 desa pada dua kecamatan masuk daftar terdampak dan berpotensi terdampak langsung erupsi Gunung Lewotobi Laki-laki.
Warga terdampak yang mengungsi baik rumah warga, fasilitas umum, maupun terpusat di Posko SMPN Wulanggitang, Kecamatan Wulanggitang, dan Posko Kantor Desa Konga di Kecamatan Titehena, berjumlah 6.550 jiwa (data sementara Sabtu, 13/1/2024). *
Penulis: Wentho Eliando I Editor: Anton Harus










