LARANTUKA, FLORESPOS.net-Guguran lava Gunung Lewotobi Laki-laki di Kabupaten Flores Timur, Nusa Tenggara Timur (NTT), dalam beberapa hari terakhir ini lebih condong mengarah ke arah timur laut dengan jarak luncur satu setengah sampai dua kilometer dari puncak kawah.
Kondisi itu membuat sejumlah pemukiman warga yang berada di wilayah pesisir pantai timur laut hingga selatan Gunung Lewotobi Laki-laki tidak aman.
Wilayah pesisir timur laut dan selatan itu berjarak sekitar tiga sampai empat kilometer dan merupakan dataran rendah berada persis dibawah kaki Gunung Lewotobi Laki-laki.
Wilayah itu juga merupakan pemukiman yang dihuni ribuan warga Desa Nobo, Desa Nurabelen, Desa Riang Rita, Desa Lewotobi dan Desa Lewoawan. Desa-desa tersebut berada dalam wilayah administratif Kecamatan Ilebura.
Pos Pengamatan Gunung Api (PGA) Lewotobi Laki-laki di Desa Pululera, Kecamatan Wulanggitang melaporkan periode pengamatan Jumat (12/1/2024) hingga Sabtu (13/1/2024) pukul 00.00 Wita sampai pukul 06.00 Wita.
Secara visual gunung jelas terlihat hingga kabut 0-II. Asap kawah bertekanan lemah hingga sedang teramati berwarna putih dan kelabu dengan intensitas sedang dan tinggi 200-500 meter di atas puncak kawah.
“Teramati guguran dengan jarak luncur 1500-2000 m mengarah ke timur laut. Teramati guguran ke arah Timur laut sejauh lk. 1500-2000 meter,” kata Herman Yosef S. Mboro, petugas Pos PGA Lewotobi Laki-laki dalam laporan keterangan tertulis yang diterima media, Sabtu (13/1/2024).
Sementara kegempaan terjadi selama 8 kali dengan amplitudo: 10.3-44 mm, berdurasi: 22-186 detik, Low Frekuensi berjumlah 6 kali dengan amplitudo: 13-44 mm berdurasi 17-30 detik).
Vulkanik Dangkal tercatat berjumlah 1 kali dengan aamplitudo: 22 mm berdurasi 13 detik. Tremor Menerus (Microtremor) dan terekam dengan amplitudo 3.7-7.4 mm (dominan 7.4 mm).
Herman Yosef mengatakan Gunung Lewotobi Laki-laki masih Level IV Awas dengan rekomendasi agar masyarakat di sekitar dan pengunjung/wisatawan tidak melakukan aktivitas apapun dalam radius 4 Km dari pusat erupsi Gunung Lewotobi Laki-laki dan sektoral 5 KM ke arah Barat Laut – Utara dan Timur Laut.
Selain itu, masyarakat di sekitar Gunung Lewotobi Laki-laki agar selalu mewaspadai potensi banjir lahar dingin pada sungai-sungai yang berhulu di puncak Gunung Lewotobi Laki-laki jika terjadi hujan dengan intensitas tinggi.
Secara terpisah, Anggota DPRD Kabupaten Flores Timur, Rofinus Baga Kabelen mengatakan berdasarkan pengamatan guguran lava itu, wilayah pesisir timur laut dan selatan Gunung Lewotobi Laki-laki boleh jadi tidak aman.
“Saya membayangkan kalau benar dia meletus lebih besar lagi, ke mana mereka dievakuasi. Mau ke Timur? Nurabelen dan Nobo sudah tertutup. Mau ke barat ke Hewa? Sudah tertutup juga di Waiula dan Tabana. Pilihannya, apa mereka harus bergerak ke arah laut?,” katanya.
Pemerintah Daerah (Pemda) Flores Timur, kata Rofinus Kabelen mesti segera menyikapi kondisi dan posisi desa-desa di pantai selatan seperti Riang Rita, Lewotobi dan Lewoawan.
Jika desa-desa itu masuk dalam kawasan zona merah akibat erupsi, maka secepatnya dan segera mengambil langkah-langkah cepat dan tepat untuk mengamankan warga ke tempat yang lebih aman.
“Cukup banyak warga yang sampaikan kegelisahan tapi sampai saat ini belum ada perintah atau arahan oleh pemerintah. Mereka selalu dalam kegelisahan dan ketakutan. Pemerintah desanya saat ini menunggu perintah dan arahan dari Pemda,” katanya.
Rofinus Kabelen juga mendesak Pemerintah Daerah (Pemda) untuk segera meningkatkan dan menata secara baik mengenai penanganan tanggap darurat bencana bagi warga terdampaik.
Menurut dia, Gunung Lewotobi Laki-laki saat ini berada pada Level IV awas. Namun penanganan tanggap darurat yang dilakukan Pemda masih biasa-biasa saja. Penanganan tanggap darurat bencana mesti meningkat seiring status Level IV awas Gunung Lewotobi Laki-laki.
“Kita lihat belum mengarah sampai di situasi level awas. Data warga terdampak yang mengungsi saja masih belum jelas. Belum lagi soal distribusi bantuan belum merata ke warga terdampak. Warga terdampak tidak hanya mengungsi di posko-posko, tapi juga di rumah-rumah warga. Harus didata dan didistribusikan bantuan secara baik,” kata Rofinus Kabelen.
Pantauan Florespos.net, Kamis dan Jumat (11-12/2024) petang sekitar pukul 17.00 Wita, dari wilayah Desa Nobo, Desa Nurabelen, dan Desa Riang Rita, selain guguran lava, saat sedang erupsi terlihat jelas pula guguran material batu dan pasir di bagian timur laut Gunung Lewotobi Laki-laki serta terdengar gemuruh. *
Penulis: Wentho Eliando I Editor: Anton Harus










