RUTENG, FLORESPOS.net – Uskup Diosis Ruteng, Mgr. Sipri Hormat memberikan stresing khusus sebelum menutup sidang post Natal, Kamis (11/1/2024).
Uskup Sipri menekankka banyak hal yang kiranya menjadi perhatian perangkat pastoral, paroki-paroki, komunitas-komunitas, dan umat di Keuskupan Ruteng, Flores, NTT.
Dan, salah satunya adalah ajakan untuk menggalakan aksi perawatan dan pelestarian alam ciptaan dalam tahun Ekologi Integral ini.
Uskup Sipri menyatakan, Allah telah menciptakan universum dengan segala isinya untuk semua makhluk. Tidak ada satu pun yang dikecualikan.
Tetapi fenomena ironis yang terjadi adalah penguasaan yang berlimpah dan serakah terhadap sumber-sumber alam oleh sekelompok kecil orang.
Sementara sebagian besar orang hanya memiliki sedikit atau bahkan tak memiliki apa-apa.
Keserakahan ini mengakibatkan eksploitasi alam dan bencana alam yang korban-korban pertama dan utamanya adalah orang-orang miskin.
Karena itu, Paus Fransiskus mengajak kita untuk secara simultan melakukan perlindungan alam dan perhatian serta komitmen terhadap kaum miskin papa.
Dikatakan, ekologi berkaitan dengan pembagian yang adil dari sumber-sumber daya alam yang ada di muka bumi ini.
“Oleh sebab itu, saya ajak kita semua dalam tahun ini menggalakkan aksi-aksi perawatan dan pelestarian alam ciptaan sekaligus diakonia terhadap orang-orang rentan di sekitar kita,” katanya.
Komitmen ekologis dan diakonia mengandaikan pembaruan gaya hidup yang ugahari.
Hanya dengan hidup sederhana, tidak materialistis dan konsumtif, kita sedang menjaga keutuhan ciptaan dan dapat berbagi dengan orang miskin dan menderita.
Obsesi konsumsitif membuat orang tidak pernah puas dalam hidupnya.
Sebaliknya ugahari membuat orang “menghargai hal-hal kecil, berterima kasih atas kesempatan yang ditawarkan oleh kehidupan, tanpa kelekatan pada apa yang kita miliki atau kesedihan atas apa yang tidak kita miliki.
Dalam hidup ugahari, orang memiliki barang dunia secara sedikit, tetapi memiliki rahmat Allah berlimpah-limpah.
Dirinya kosong secara materiil sehingga dapat diisi dengan berlimpah-limpah oleh sukacita injili.
Karya pastoral ekologi integral: harmonis, pedagogis, sejahtera (HPS) 2024 kiranya menjadi kidung iman yang indah.
Uskup Sipri menutup stressing ini dengan mengutip Paus Fransiskus dalam surat apostolik Laudate Deum 2013:
‘Jika alam semesta berkembang dalam Allah yang memenuhinya sepenuhnya ada, makna mistis dalam sehelai daun, dalam sebuah lintasan alam, dalam embun, dalam wajah orang miskin. Dunia bernyanyi tentang Cinta yang tak terbatas: bagaimana mungkin kita tidak peduli’?
Sebelumnya, Ketua Komsos Puspas, Rm. Erik Ratu Pr, mengatakan, pada hari terakhir, Kamis (11/1/2024) dibacakan rekomendasi sidang pastoral, stresing Uskup, dan misa penutupan yang dipadukan dengan perayaan Natal dan Tahun Baru bersama.
“Semua peserta sidang meninggalkan Ruteng, Jumat (12/1/2024),” katanya. *
Penulis: Christo Lawudin/Editor: Anton Harus










