Penanganan Bencana Erupsi Lewotobi Laki-laki, Ketua DPRD Flores Timur: Belum Maksimal dan Perlu Ada Posko Induk - FloresPos Net

Penanganan Bencana Erupsi Lewotobi Laki-laki, Ketua DPRD Flores Timur: Belum Maksimal dan Perlu Ada Posko Induk

- Jurnalis

Jumat, 12 Januari 2024 - 10:27 WITA

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

LARANTUKA, FLORESPOS.net-Penanganan warga terdampak langsung erupsi Gunung Lewotobi Laki-laki pada beberapa posko dan rumah-rumah warga di Kabupaten Flores Timur, Nusa Tenggara Timur (NTT), dinilai belum maksimal.

Selama dua pekan ini, belum ada posko induk atau posko utama koordinasi dan komunikasi serta sentral penanganan tanggap darurat bencana bagi warga terdampak langsung dan lainnya.

“Penanganan belum maksimal. Pemerintah Daerah (Pemda) harus segera menentukan satu posko induk agar penanganan warga terdampak menjadi lebih maksimal,” kata Ketua DPRD Flores Timur, Robertus Rebon Kereta di Posko Boru, Desa Boru, Kecamatan Wulanggitang, Kamis (11/1/2024) siang.

Ketua DPRD Robertus Rebon Kereta bersama Anggota DPRD lainnya, Kamis (11/1/2024) siang menemui warga terdampak langsung erupsi Gunung Lewotobi Laki-laki dan memantau langsung penanganan di Posko Desa Konga, Kecamatan Titehena, dan Posko Boru SMPN Wulanggitang, Kecamatan Wulanggitang.

“Sejak erupsi, masing-masing Anggota DPRD datang melihat dan melakukan berbagai upaya. Dan hari ini, secara lembaga, kami datang melihat dan meninjau penanganan warga terdampak langsung di posko-posko,” katanya.

Robert Kereta juga meminta Pemda agar mendistribusikan bantuan pemerintah dan pihak ketiga secara adil dan merata kepada semua warga terdampak langsung baik yang mengungsi di posko-posko maupun di rumah-rumah warga.

Baca Juga :  Gratis! Flores Timur Gelar Lomba Inovasi Daerah Tahun 2024

“Status Lewotobi Laki-laki sudah awas. Itu artinya penanganan harus lebih ditingkatkan. Masih banyak warga terdampak mengungsi di sejumlah tempat yang perlu didata dan ditangani secara baik. Distribusi bantuan baik dari pemerintah maupun pihak ketiga harus adil dan merata,” kata Robert Kereta.

Dia juga mengatakan, pihaknya segera melakukan rapat koordinasi dengan Pemda Flores Timur terkait penanganan warga terdampak langsung erupsi Gunung Lewotobi Laki-laki baik penanganan tanggapan darurat maupun ke depannya.

“Besok kami rapat koordinasi dengan Pemda. Salah satunya, kami akan membahas tentang penanganan saat ini dan ke depannya,” kata Robert Kereta.

Pantauan Florespos.net, Kamis (11/1/2024) siang, ada begitu banyak warga terdampak langsung mengungsi secara mandiri yang belum disentuh secara adil dan merata. Perhatian penanganan warga terdampak di posko-posko yang tersedia juga belum merata dan maksimal.

Selain soal perlu posko induk sebagaimana disarankan Ketua DPRD Robertus Rebon Kereta, juga terkait data dan informasi warga terdampak yang mengungsi baik di posko-posko maupun di rumah-rumah warga belum terpusat.

Baca Juga :  Masjid Nurul Iman Waiwerang Kota Gelar Buka Puasa Bersama, Libatkan Jemaah dan Pemuda

Hingga saat ini, belum ada pos atau posko data dan informasi serta pihak terkait yang ditunjuk untuk memberi keterangan baik kepada publik termasuk kepada awak media.

Data sementara yang dihimpun Kamis (11/1/2024) pagi, warga terdampak langsung secara keseluruhan yang mengungsi berjumlah 5.057 jiwa.

Data ini belum termasuk warga terdampak yang mengungsi pasca erupsi dahsyat disertai lontaran lava pijar Selasa dan Rabu atau setelah status Gunung Lewotobi Laki-laki dinaikan ke Level IV awas.

Selain rumah warga di Desa Hewa, Desa Boru Kedang dan Desa Pululera, warga terdampak mengungsi terpusat di Posko SMPN Wulanggitang, Boru, Kecamatan Wulanggitang dan Kantor Desa Konga, Kecamatan Titehena.

Data sementara, dari 5.057 orang itu, 45 orang di Posko Kantor Desa Konga dan 785 orang di Posko Boru terserang gangguan pernapasan atau ISPA. *

Penulis: Wentho Eliando I Editor: Anton Harus

Berita Terkait

Ketua TP PKK Sikka Salurkan Bantuan Bagi Korban Gempa Flores
Menko PMK, Kepala BNPB, dan Asops Kapolri Tinjau Korban Gempa di Reok
Gempa Flores, Warga Aeramo dan Towak di Nagekeo yang Mengungsi Belum Dapat Bantuan Makanan
Dampak Gempa Flores Wamenkes Sebut 19 Puskesmas Rusak Berat dan Tidak Beroperasi
Momen Haru Gempa Flores: Uskup Agung Ende Berlutut di Tengah Pengungsi Lintas Agama, Simbol Kebangkitan Melalui Kemanusiaan
Update Dampak Bencana Gempa di Ende, Dua Korban Jiwa dan Ratusan Bangunan Rusak
Merdeka di Tanah Bergetar
Stok Makanan Semakin Menipis, Warga Towak dan Aeramo-Nagekeo Mulai Panik
Berita ini 39 kali dibaca

Berita Terkait

Senin, 17 Agustus 2026 - 15:44 WITA

Ketua TP PKK Sikka Salurkan Bantuan Bagi Korban Gempa Flores

Senin, 17 Agustus 2026 - 15:41 WITA

Menko PMK, Kepala BNPB, dan Asops Kapolri Tinjau Korban Gempa di Reok

Senin, 17 Agustus 2026 - 14:39 WITA

Gempa Flores, Warga Aeramo dan Towak di Nagekeo yang Mengungsi Belum Dapat Bantuan Makanan

Senin, 17 Agustus 2026 - 14:09 WITA

Dampak Gempa Flores Wamenkes Sebut 19 Puskesmas Rusak Berat dan Tidak Beroperasi

Senin, 17 Agustus 2026 - 11:58 WITA

Momen Haru Gempa Flores: Uskup Agung Ende Berlutut di Tengah Pengungsi Lintas Agama, Simbol Kebangkitan Melalui Kemanusiaan

Berita Terbaru

Nusa Bunga

Ketua TP PKK Sikka Salurkan Bantuan Bagi Korban Gempa Flores

Senin, 17 Agu 2026 - 15:44 WITA