LARANTUKA, FLORESPOS.net-Penjabat Bupati Doris Alexander Rihi mengapresiasi seluruh masyarakat Lewotanah Flores Timur, Nusa Tenggara Timur (NTT), menggunakan hak politik dan menjaga situasi yang aman dan nyaman pada pelaksanaan Pemilu Serentak 2024.
“Puji syukur, kita selesai dengan aman dan lancar. Saya Penjabat Bupati memberi apresiasi yang tinggi kepada masyarakat Lewotanah Flores Timur atas kesadaran politik, kebersamaan dan kekeluarga menjaga situasi aman dan tertib pelaksanaan Pemilu Serentak 2024,” kata Doris Rihi kepada Florespos.net, Rabu (21/2/2024).
Doris Rihi mengaku satu pekan pelaksanaan Pemilu Serentak berlalu belum mendapatkan laporan persoalan-persoalan sangat besar baik tingkat desa/tempat pemungutan/penghitungan suara, maupun pleno pada tingkat kecamatan.
“Memang ada kekeliruan dan hal-hal teknis kecil lainnya terjadi, tapi diselesaikan dengan baik di tingkat desa, kelurahan, dan kecamatan. Sejauh ini saya belum terima laporan ada gesekkan-gesekkan besar. Mudah-mudahan kondisi baik. Dan sekitar akhir minggu ini atau minggu depan semua sudah bisa selesai,” katanya.
Doris Rihi mengaku bahagia dengan pelaksanaan Pemilu Serentak di kabupaten yang dipimpinnya. Karena Flores Timur juga tidak masuk salah satu kabupaten di NTT yang melaksanakan Pemungutan Suara Ulang (PSU).
“Luar biasa Lewotanah Flores Timur. Sebagai catatan, untuk NTT ada 13 kabupaten dimungkinkan PSU. Sementara Flores Timur tidak masuk dalam kategori kabupaten yang PSU,” katanya.
Menjawab Florespos.net, terkait perolehan suara dan kursi di DPRD Kabupaten Flores Timur mendatang, Penjabat Bupati Doris Rihi mengatakan, tidak ada harapan yang muluk-muluk terhadap hal tersebut.
Ia bersyukur bahwa semua mempunyai tanggungjawab yang sama untuk membangun Lewotanah Flores Timur. Siapapun yang dipercayakan duduk di kursi DPRD Flores Timur tentu didukung pula oleh masyarakat.
“Itulah demokrasi yang memberikan gambaran dan peluang kepada seluruh masyarakat untuk membangun. Memberi seluruh masyarakat bertanggungjawab untuk membangun Lewotanah Flores Timur. Semua punya hak dan kewajiban yang sama. Bagi saya, itulah hasil terbaik yang dicapai,” kata Doris Rihi.
Secara terpisah Ketua Komisi Pemilihan Umum (KPU) Kabupaten Flores Timur Antonius Djentera Betan kepada Florespos.net, Kamis (22/2/2024) malam mengatakan, hingga saat ini tidak ada PSU di Kabupaten Flores Timur.
Saat ini, kata Djentera Betan, sejumlah PPK masih melaksanakan rapat pleno rekapitulasi hasil penghitungan suara.
Kata Djentara Betan, dari 19 PPK yang melaksanakan pleno, sudah selesai baru Kecamatan Lewolema, Kecamatan Ile Mandiri, Kecamatan Demon Pagong dan Kecamatan Adonara.
“Sudah selesai pleno, Kecamatan Lewolema, Kecamatan Ile Mandiri, Kecamatan Demon Pagong dan Kecamatan Adonara. Logistik dari 4 kecamatan ini sebagian sudah masuk di gudang logistik KPU Flores Timur,” katanya. *
Penulis: Wentho Eliando I Editor: Anton Harus










