LARANTUKA, FLORESPOS.net-Pemilihan umum (Pemilu) Presiden, DPR RI, DPD RI, DPRD Provinsi dan DPRD Kabupaten pencoblosannya jatuh pada 14 Februari 2024 menjadi salah satu tantangan yang cukup berat bagi penyelenggara Komisi Pemilihan Umum (KPU) Kabupaten Flores Timur, NTT.
Pasalnya, ada 8 desa tersebar di Kecamatan Wulanggitang dan Kecamatan Ile Bura, Kabupaten Flores Timur saat ini merupakan wilayah terdampak langsung sekaligus menjadi zona merah erupsi Gunung Lewotobi Laki-laki.
Delapan desa dimaksud, yakni Desa Hokeng Jaya, Desa Klatonlo, Desa Nawokote, Desa Waiula dan Desa Boru di Kecamatan Wulanggitang dan Desa Nobo, Desa Nuarabelen dan Desa Dulipali di Kecamatan Ile Bura.
Ketua KPU Kabupaten Flores Timur, Kornelis Abon Tabi dikonfirmasi Florespos.net, Jumat (12/1/2024) terkait berapa jumlah pemilih dan jumlah TPS dalam wilayah terdampak erupsi Gunung Lewotobi Laki-laki mengatakan, saat ini pihaknya masih sedang mendata pemilih yang mengungsi.
Kornelis Tabi mengatakan, berdasarkan data sementara yang didata oleh PPK dan PPS, terdapat 26 TPS dan 1.887 pemilih. Ke 26 TPS itu 17 di antaranya berada di wilayah Kecamatan Wulanggitang dan 9 TPS di wilayah Kecamatan Ile Bura.
Dia menjelaskan, sebaran TPS dan jumlah pemilih di dua kecamatan yang masuk dalam bencana erupsi Gunung Lewotobi Laki-laki.
Kecamatan Wulanggitang 17 TPS dengan jumlah pemilih 907 orang tersebar pada 5 TPS di Desa Hokeng Jaya, 4 TPS di Desa Klatonlo, 5 TPS di Desa Nawokote, 2 TPS di Desa Waiula dan 1 TPS di Desa Boru.
Kecamatan Ile Bura 9 TPS dengan jumlah pemilih 980 orang tersebar pada 4 TPS di Desa Nobo, 3 TPS di Desa Nurabelen, dan 2 TPS di Desa Dulipali.
Kornelis Tabi belum menjelaskan skema metode pelaksanan pencoblosan pada 14 Februari 2024 bagi 1.887 pemilih yang mengungsi dan TPS-nya masuk zona merah erupsi Gunung Lewotobi Laki-laki.
“Ini data sementara yang kami peroleh dari PPK dan PPS. Saat ini kami sedang mendata pemilih yang mengungsi,” katanya.
Diketahui, saat ini Gunung Lewotobi Laki-laki sedang erupsi. Erupsi skala besar pertama kali terjadi pada 23 Desember 2023, selanjutnya 1 Januari 2024 dini hari dan 9 Januari 2024 malam. Kini, status Gunung Lewotobi Laki-laki masih di Level IV awas.
Akibat erupsi Gunung Lewotobi Laki-laki itu, sedikitnya 5.057 warga yang berdomisili di Desa Klatonlo, Desa Hokeng Jaya, Desa Boru, Desa Nawokote, Desa Dulipali, Desa Nobo dan Desa Nurabelen mengungsi.
Selain rumah warga di Desa Hewa, Desa Boru Kedang dan Desa Pululera, warga terdampak mengungsi terpusat di Posko SMPN Wulanggitang, Boru, Kecamatan Wulanggitang dan Kantor Desa Konga, Kecamatan Titehena. *
Penulis: Wentho Eliando I Editor: Anton Harus










