Gunung Lewotobi Laki laki Kembali Erupsi, Semburkan Asap Tebal dan Abu Setinggi 1.500 Meter - FloresPos Net

Gunung Lewotobi Laki laki Kembali Erupsi, Semburkan Asap Tebal dan Abu Setinggi 1.500 Meter

- Jurnalis

Sabtu, 6 Januari 2024 - 16:46 WITA

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

LARANTUKA, FLORESPOS.net-Gunung Api Lewotobi Laki-laki di Kabupaten Flores Timur, Nusa Tenggara Timur (NTT) kian meningkat dan kembali erupsi dengan durasi cukup panjang.

Gunung Lewotobi Laki-laki kembali erupsi pada Sabtu (6/1/2024) pukul 04.00 hingga siang pukul 15.00 Wita.

Ketua Tim Tanggap Darurat Erupsi Gunung Lewotobi Laki-laki Badan Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Pos Pemantau Purulera, Iing Kusnadi kepada wartawan, Sabtu (6/1/2024) siang mengatakan hari ini Gunung Lewotobi Laki-laki kembali erupsi.

“Pagi tadi sekitar pukul 04.00 Wita terlihat gempa letusan. Amplitudo dan durasinya signifikan cukup panjang sampai pukul 06.00 pagi tadi. Amplitudo masih signifikan hingga saat ini,” kata Iing Kusnadi, siang tadi.

Baca Juga :  Pilkada Flores Timur, Baliho ‘LaZkar Ribu Ratu’ Dirusak Orang Tidak Dikenal

Iing Kusnadi mengatakan, letusan atau erupsi itu terlihat dari tiga titik, yakni kawah utama, rekahan bagian barat laut utara dan rekahan bagian tenggara selatan. Pada tiga titik itu, semua keluar asap tebal dan abu vulkanik.

“Abu sangat tebal. Kelihatan angin lemah sehingga abu terbawah ke atas dan terlihat setinggi 1.500 meter dari puncak kawah,” katanya.

Meski erupsi lagi, kata Iing Kusnadi status Gunung Lewotobi Laki-laki masih tetap Level III Siaga.

Pihaknya tetap merekomendasikan masyarakat di sekitar Gunung Lewotobi Laki – laki dan pengunjung/wisatawan tidak melakukan aktivitas apapun dalam radius 3 km dari pusat erupsi Gunung Lewotobi Laki-laki dan Gunung Lewotobi Perempuan.

Baca Juga :  Empat Wisatawan Mancanegara Live In di Kampung Tureng, Reok Barat

Juga 4 km dalam arah barat laut utara dan selatan-tenggara dari pusat erupsi Gunung Lewotobi Laki-laki.

Masyarakat agar tenang dan mengikuti arahan Pemda serta tidak mempercayai isu-isu yang tidak jelas sumbernya.

Pemerintah Daerah juga senantiasa berkoordinasi dengan Pos Pengamatan Gunung Lewotobi Laki-laki di Desa Pululera, Kecamatan Wulanggitang, Kabupaten Flores Timur atau Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi, Badan Geologi di Bandung.

Pantauan Florespos.net, Sabtu (6/1/2024) siang, baik dari arah timur Nobo, Desa Nobo, Kecamatan Ilebura maupun dari Pos Pemantau Desa Pululera, Kecamatan Wulanggitang asap tebal dan abu vulkanik terus keluar dari tiga lubang erupsi Gunung Lewotobi Laki-laki. *

Penulis: Wentho Eliando I Editor: Anton Harus

Berita Terkait

Komisi IV Serahkan Naskah Akademik Ranperda Pengelolaan DAS ke Ketua DPRD NTT
Wendy Menang Meyakinkan, Pemilihan Ketua RT 01 Wae Sambi Terapkan Metode TPS Keliling
Program GENTING, Pemkab Ende Libatkan Stakeholder Terkait Jadi Orang Tua Asuh
Wujudkan Lingkungan Bersih, Rutan Bajawa Gelar Deklarasi Zero Halinar
Gubernur NTT Apresiasi LPK Musubu Stikes Santa Elisabeth Lela Kirim Tenaga Kesehatan ke Jepang
WALHI NTT Menilai Polres Sumba Timur Mandek Tangani Kasus Tambang Emas Ilegal
Selama Empat Tahun, LPK Musubu Kirimkan 71 Tenaga Kesehatan Asal NTT ke Jepang
WALHI NTT Sebutkan, Komodo Diperdagangkan, Manggarai Timur Jadi Ladang Perburuan Satwa Dilindungi
Berita ini 72 kali dibaca

Berita Terkait

Selasa, 21 April 2026 - 20:34 WITA

Komisi IV Serahkan Naskah Akademik Ranperda Pengelolaan DAS ke Ketua DPRD NTT

Selasa, 21 April 2026 - 12:43 WITA

Wendy Menang Meyakinkan, Pemilihan Ketua RT 01 Wae Sambi Terapkan Metode TPS Keliling

Selasa, 21 April 2026 - 11:51 WITA

Program GENTING, Pemkab Ende Libatkan Stakeholder Terkait Jadi Orang Tua Asuh

Selasa, 21 April 2026 - 06:55 WITA

Gubernur NTT Apresiasi LPK Musubu Stikes Santa Elisabeth Lela Kirim Tenaga Kesehatan ke Jepang

Selasa, 21 April 2026 - 06:50 WITA

WALHI NTT Menilai Polres Sumba Timur Mandek Tangani Kasus Tambang Emas Ilegal

Berita Terbaru

Aloysius Wisu Parera

Opini

Perempuan Manggarai: Memulihkan Mahkota yang Retak

Selasa, 21 Apr 2026 - 12:56 WITA

Opini

Ketika “Kartini” Menjadi Simbol yang Berebut Makna

Selasa, 21 Apr 2026 - 12:07 WITA