LABUAN BAJO, FLORESPOS.net-Kegiatan pembangunan 2023 di Kabupaten Manggarai Barat (Mabar) Nusa Tenggata Timur (NTT) yang sumber biayanya dari Dana Alokasi Khusus (DAK) semua dilaksanakan sesuai rencana, aman.
Tetapi sejumlah paket kegiatan tahun yang sama, yang dibiaya oleh Aanggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD)/Dana Alokasi Umum (DAU) setempat batal dilaksanakan. Hal itu karena ada beberapa pos penerimaan Pendapatan Asli Daerah (PAD) itu tidak mencapai target.
Demikian Kepala Bagian (Kabag) Administrasi Pembangunan Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Mabar, Richard Sontani, menanggapi media ini di Labuan Bajo belum lama ini.
Menurutnya, sejumlah kegiatan yang bersumber dari APBD 2023 tersebut batal laksana. Hal itu ada hubungan/kaitan dengan pos PAD yang tidak mencapai target, mengingat beberapa pekerjaan dibiaya PAD. Target PAD Mabar dalam APBD induk 2023 Rp. 333 miliar.
Diungkapkan, dalam APBD ada pendapatan dan ada belanja. Kalau pendapatan balance dengan belanja, maka semua pekerjaan dilaksanakan. Tetapi kalau tidak seimbang maka beberapa proyek refocusing (batal). Ini erat kaitan dengan realisasi penerimaan PAD.
“Saya pikir begitu. Maka ada kegiatan yang tidak dilakukan. Mungkin ada Pokir (pokok pikiran DPRD Mabar),” ujar Sontani ketika disentil proyek-proyek APBD Mabar 2023 yang tidak dilaksanakan.
Disinggung jumlah paket proyek APBD 2023 yang tak dilaksanakan/refocusing, Sontani mengaku belum rampung datanya.
“Saya koordinasi lagi dengan OPD-OPD (Organisasi Perangkat Daerah) teknis yang ada hubungan dengan bidangnya saya,” ungkap Sontani.
Sebelumnya media ini memberitakan, anggaran Pokir DPRD Manggarai Barat 2023 Rp. 30 miliar dihilangkan karena anggaran terbatas. *
Penulis: Andre Durung I Editor: Wentho Eliando









