RUTENG, FLORESPOS.net-Sepertinya tidak bisa ditertibkan pedagang yang berjualan di area parkir di Pasar Inpres Ruteng, Kabupaten Manggarai, Nusa Tenggara Timur (NTT), hingga sekarang ini.
Pedagang sayuran dan ikan menempati area parkir hingga badan jalan jalan jalur di sebelah barat kompleks Pasar Inpres Ruteng.
Akibatnya, kendaraan sulit parkir baik milik pedagang sendiri maupun yang berbelanja.
Badan jalan pun menjadi sempit sehingga lalu lintas sulit pada jam tinggi aktivitas masyarakat.
Pada titik itu, lalu lintas kendaraan sering juga macet. Pengendara sering juga bersitegang dengan pedagang di area itu karena menjadi sumber kesemrawutan.
Seorang warga, Sony Patuh mengatakan, sepertinya pedagang yang ada sudah tidak bisa diatur lagi. Jualan pedagang meluber ke badan jalan.
“Sudah tempati parkiran, lalu masuk ke badan jalan lagi. Aneh sekali perilaku pedagang di Pasar Inpres Ruteng ini,”katanya.
Keadaannya buruk sekali setiap hari. Jalan pasti macet ketika di tempat yang sama dibongkar itu muatan dari mobil pick up barang dagangan baik ikan maupun sayuran.
Lalu lintas tertutup dengan banyak mobil yang bongkar dagangannya pada area badan jalan itu.
Dikatakan, untuk penertiban tidak bisa lagi memakai pola persuasif. Harus dilakukan tindakan tegas dan keras agar pedagang bisa masuk ke dalam kompleks pasar.
Seorang warga lain, Dominikus Repu mengatakan, penertiban bukan tidak dilakukan selama ini. Bahkan sampai dipasang kawat duri.
“Tidak bisa pakai cara lain, ambil tindakan keras dan tegas. Tidak boleh ada toleransi demi kepentingan publik Manggarai ini,” katanya.
Untuk apa bangun los di pasar yang begitu banyak dengan menghabiskan banyak uang negara kalau akhirnya tidak digunakan alias mubazir. *
Penulis: Christo Lawudin I Editor: Wentho Eliando










