RUTENG, FLORESPOS.net-Maksud hati semua trafic light di Kota Ruteng, Manggarai, NTT, berfungsi normal, tetapi apa daya anggaran tidak ada dalam tahun ini.
Nihilnya anggaran pada instansi terkait yang menyebabkan lampu lintas yang rusak tidak bisa diperbaiki hingga sekarang ini.
Merespon pemberitaan media ini kemarin tentang tidak berfungsinya semua trafic light di Kota Ruteng, Dinas Perhubungan Manggarai melalui Sekretarisnya Marsel Berahi di Ruteng, Jumat (24/11/2023) mengatakan, memberikan pelayanan terbaik pasti menjadi keinginan pemerintah.
“Tetapi, ketika mengalami persoalan sehingga tidak berfungsi adalah hal lain lagi,” katanya.

Mengapa persoalan yang tidak diperbaiki? Masalahnya pada biaya untuk memperbaiki tidak tersedia pada Dinas Perhubungan minimal untuk tahun 2023 ini.
Dikatakan, dalam DPA Dinas Perhubungan tahun ini, tidak ada item untuk menangani masalah kemacetan trafic light yang ada dalam Kota Ruteng itu.
Sebetulnya upaya untuk berjaga-jaga berupa dana pemeliharaan selalu ada dengan mengusulkan dalam sidang DPRD. Tetapi, selalu tidak disetujui, termasuk untuk tahun ini.
Menurutnya, dana untuk pemeliharaan trafic light baru ada tahun 2024. Karena itu, perbaikan baru bisa dilakukan depan atas pelbagai kerusakan yang ada.
“Kalau ada penanganan kecil-kecil sekarang ini, itu atas inisiatif petugas. Perbaikan hanya sebisanya saja,” katanya.
Sebelumnya, seorang pengendara mobil, Robert Tise mengatakan, trafic light sangat vital dalam mengatur lalu lintas pada perempatan yang selalu ramai dengan kendaraan dari pagi hingga malam.
“Dengan trafic light yang tidak berfungsi dengan baik seperti sekarang, lalu lintas jadi amburadul,” katanya.
Memang dengan tidak berfungsinya dua trafic light, maka pengendara harus hati-hati ketika memasuki perempatan agar tidak terjadi kecelakaan.
Tidak adanya pengaturan menjadi faktor pemicu terjadinya kecelakaan. Kondisinya memang sangat rawan ketika lalu lintas kendaraan sangat tinggi dalam sehari.
Yang paling rawan di perempatan Hotel Ranaka dengan kondisi trafic light kadang berfungsi dan kadang tidak.
Pengendara kadang hanya menebak saja untuk memasuki perempatan karena lampu merah atau hijau tidak terlihat.
Lebih baik sekalian tidak berfungsi daripada tidak jelas nyala atau tidak karena amat membingungkan pengendara pada jalur jalan utama di Kota Ruteng itu. *
Penulis: Christo Lawudin I Editor: Wentho Eliando










