RUTENG, FLORESPOS.net-Penyerapan anggaran pendapatan dan belanja desa (APBDes) tahun 2023 di Desa Mata Wae, Kecamatan Satar Mese Barat, Manggarai, NTT, dinilai bagus.
Penyerapan anggaran yang bersumber dari dana desa (DD), alokasi dana desa (ADD), dan bagi hasil pajak dan retribusi daerah (BPRD), dan bunga bank telah mencapai 80 persen.
Artinya penyerapan anggaran tahap pertama dan kedua telah mencapai 100 persen sesuai dengan ketentuan dalam petunjuk teknis dan pertunjuk pelaksanaan yang berlaku tahun ini.
Dihubungi wartawan, Kamis (22/11/2023), Kepala Desa Mata Wae, Marten Don mengatakan, penyerapan anggaran baik fisik maupun non fisik dan operasional desa telah dilaksanakan sesuai dengan skedul dalam setahun anggaran.
“Penyerapan anggaran sudah mencapai 80 persen. Yang belum 20 persen, yakni dari kegiatan dan program tahap tiga sekarang ini,” katanya.
Rincian penyerapan anggaran tersebut untuk tahap satu, yakni untuk DD sebesar 328 juta lebih dari pagu anggaran Rp 786 juta lebih (DD reguler dan Silpa tahun lalu);
Lalu, anggaran ADD realisasi sejumlah Rp 284 juta lebih, BPRD sebesar Rp 41 juta lebih dan bunga sebesar Rp 1,9 juta.
Dikatakan, realisasi untuk tahap dua, yakni DD sejumlah Rp 285 juta lebih, ADD sebesar Rp 284 juta lebih, BPRD sejumlah Rp 41 juta lebih dan bunga bank Rp 1,9 juta lebih.
Untuk tahap tiga, penyerapannya sedang dalam proses beberapa waktu belakangan ini. Desa berkomitmen untuk melaksanakan kegiatan dalam skedul sesuai dengan sirkulasi anggaran setahun.
Menurutnya, anggaran yang ada dipakai untuk membiayai aneka kegiatan fisik dan non fisik yang diprogramkan dalam setahun.
Khusus untuk kegiatan fisik, semua sudah rampung seperti pengerjaan jalan baru di Nte’er, Dusun Nte’er, pengerjaan tembok penahan tanah (TPT), pengerjaan telford di Kampung Gejar, Dusun Gejar.
Lalu, ada pengerjaan drainase di Dusun Gejar, jalan rabat beton di Kampung Ru’um, Dusun Gejar, jalan telford di Gejar, Dusun Gejar, dan jalan telford di Kampung Lancang, Dusun Ruwat.
“Kegiatan fisik di desa mengikuti semua petunjuk yang ada. Masyarakat terlibat aktif di dalamnya,” katanya.
Seorang warga Mata Wae di Ruteng, Damianus mengatakan, kegiatan fisik berupa penyediaan infrastruktur jalan itu bagus untuk kepentingan masyarakat.
“Ke depan, mungkin dipikirkan untuk menata kampung dan pinggir jalan yang rapi dan indah sehingga punya daya tarik wisata,” katanya.
Mengapa? Karena jalur jalan di desa ini bisa menjadi pilihan para wisatawan dari dan ke destinasi wisata Todo atau destinasi wisata dunia Wae Rebo atau dari dan ke wilayah selatan Manggarai dari arah barat, Mabar.
Lalu, Desa Mata Wae sendiri mempunyai objek wisata kelas tinggi baik berupa alamnya maupun kerajinan tenunan asli Manggarai dan pembuatan parang. *
Penulis: Christo Lawudin I Editor: Wentho Eliando










