Paroki Kajong Konkretkan Tahun Ekonomi dengan Gerakan Umat Usahakan Horti - FloresPos Net

Paroki Kajong Konkretkan Tahun Ekonomi dengan Gerakan Umat Usahakan  Horti

- Jurnalis

Senin, 4 Desember 2023 - 13:29 WITA

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Suasana evaluasi ekonomi berkelanjutan tingkat Kevikepan Reo yang diadakan di Paroki Kajong.

Suasana evaluasi ekonomi berkelanjutan tingkat Kevikepan Reo yang diadakan di Paroki Kajong.

RUTENG, FLORESPOS.net – Paroki Kajong di Manggarai, NTT, mengkonkretkan program Keuskupan Ruteng, tahun ekonomi berkelanjutan  yang sejahtera, adilan dan ekologis (SAE).

Bentuknya menggerakkan ekonomi umatnya dengan mengembangkan usaha horti dengan nama Hekang Dite (Pondok Kita) dan Kecap Raping (kecap berbahan baku nira).

Informasi dan data dari Paroki Kajong yang diterima wartawan, Senin (4/12/2023) menyebutkan, pekan lalu diadakan evaluasi akhir tingkat Kevikepan Reo dalam pelaksanaan program ekonomi berkelanjutan.

Apa yang terjadi di Paroki Kajong merupakan yang paling banyak mendapat apresiasi dan atensi peserta evaluasi baik dari paroki-paroki, Kevikepan hingga Puspas Keuskupan Ruteng.

Evaluasi tingkat Kevikepan dipimpin Vikep Rm. Herman Ando dan Direktur Puspas Rm. Marthin Chen.

Menurut Pastor Paroki Kajong, Rm. Bernard Palus, pihaknya bersama umat tidak ingin melewatkan tahun ini begitu saja. Karena ide dan gagasan dan jejaring dibangun dalam menggerakkan ekonomi umat.

“Kami mulai dengan usaha ekonomi dasar, yakni kembangkan horti. Mengapa? Karena usaha horti amat prospek dari aspek ekonomi,” katanya.

Baca Juga :  Lubang Besar Jalan Negara di Kecamatan Lembor Manggarai Barat

Karena itu, lahir kelompok ekonomi ‘Hekang Dite’. Usahanya menanam horti di kebun paroki secara organik. Usaha ini mendapat apresiasi tinggi masyarakat.

Tidak itu saja, paroki menggerakkan umat untuk membisniskan potensi lokal, yakni nira/gula aren. Dasar potensi menjanjikan.

Dalam perjalanan, nira dari aren/lontar dikelola menjadi kecap. Merk pasarnya Kecap Raping.

“Kecap Raping jadi perhatian Gubernur NTT, Viktor Laiskodat bersama pejabat Provinsi dan kabupaten saat berkunjung ke Paroki Kajong, beberapa waktu lalu,” katanya.

Untuk sumber daya manusia (SDM), paroki membangun jejaring dengan pihak lain di tingkat Nasional, yakni Bina Nusantara (Bonus) University.

Kerja sama nyatanya adalah menghadirkan digital library di pastoran. Umat atau siapapun bebas menggunakan perpustakaan lewat  note book dan website.

Dalam digital library tidak hanya menyediakan bacaan e-book, tetapi juga menyediakan video pembelajaran.

Video pembelajaran  memungkinkan umat paroki mendapatkan wadah belajar yang baru dan menyenangkan.

Baca Juga :  Manggarai Terus Berjuang Bebaskan  Balita Predikat Stunting

Ke depan, paroki juga memberikan lahan untuk dibangun bank daerah, yang nantinya memudahkan masyarakat dalam giat menabung untuk kesejahteraan ekonomi.

Beberapa waktu lalu,Koordinator Pastoral Khusus Kevikepan Reo, Rm. Marsel Hasan Pr dalam acara bincang-bincang dengan Gubernur NTT, Viktor Bungtilu Laiskodat saat berkunjung ke Paroki Kajong, mengatakan, Keuskupan Ruteng memberi perhatian khusus untuk umat di wilayah Pantura Manggarai.

“Perhatian itu berupa penempatan seorang pastor untuk mengkoordinasi kegiatan usaha umat berkaitan dengan ketahanan  pangan dan ekonominya,” katanya.

Selain terus mengusahakan tanam pertanian yang seperti biasa, lanjut Rm. Marsel, petani diarahkan untuk kembali membudidayakan sorgum besar-besaran seperti tahun 1970-an.   Sorgum cocok di kawasan ini.

Sorgum selain tahan terhadap penyakit dan perubahan iklim, juga bergizi tinggi yang sangat berguna kesehatan. Pola usaha tanaman pangan itu mengembangkan pertanian organik. *

Penulis:Christo Lawudin/Editor: Anton Harus

Berita Terkait

Sampah “Siluman” Ketar Ketirkan DLHP Manggarai Barat
Turnamen Voli Soekarno Cup 1, GP VBC Menang Telak Atas Putra Nangapanda
Jaga Konektivitas Masyarakat 3T, ASDP Siap Operasikan Kembali Layanan Perintis di NTT
Piala Dunia, ‘Keabadian’ Misi Jules Rimet dan Epistemologi Rerum Novarum
Turnamen Voli Soekarno Cup 1, Q One Club Bungkam Quen VBC 3-1
Merajut Dialog Lintas Iman di Bumi Congka Sae: Suara Damai dari Paroki Kumba untuk Indonesia yang Majemuk
Menjaga Toleransi di Bumi NTT: FKUB Manggarai Gelar Kegiatan Penguatan Kerukunan Umat Beragama
DPC PDIP Ende dan PBVSI Gelar Turnamen Voli Soekarno Cup 1, Yosef Badeoda: Bukan Sekadar Nama
Berita ini 37 kali dibaca

Berita Terkait

Selasa, 21 Juli 2026 - 09:08 WITA

Sampah “Siluman” Ketar Ketirkan DLHP Manggarai Barat

Senin, 20 Juli 2026 - 20:37 WITA

Turnamen Voli Soekarno Cup 1, GP VBC Menang Telak Atas Putra Nangapanda

Senin, 20 Juli 2026 - 11:41 WITA

Jaga Konektivitas Masyarakat 3T, ASDP Siap Operasikan Kembali Layanan Perintis di NTT

Minggu, 19 Juli 2026 - 21:11 WITA

Turnamen Voli Soekarno Cup 1, Q One Club Bungkam Quen VBC 3-1

Minggu, 19 Juli 2026 - 17:59 WITA

Merajut Dialog Lintas Iman di Bumi Congka Sae: Suara Damai dari Paroki Kumba untuk Indonesia yang Majemuk

Berita Terbaru

Nusa Bunga

Sampah “Siluman” Ketar Ketirkan DLHP Manggarai Barat

Selasa, 21 Jul 2026 - 09:08 WITA

Opini

Spillover Effect Labuan Bajo dan Masa Depan Pantura Flores

Senin, 20 Jul 2026 - 11:48 WITA