Para Uskup Indonesia Bersuara Seputar Konflik di Papua - FloresPos Net

Para Uskup Indonesia Bersuara Seputar  Konflik di Papua

- Jurnalis

Senin, 20 November 2023 - 10:26 WITA

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

RUTENG, FLORESPOS.net – Para uskup dalam sidang KWI tahunan tahun 2023 ini, membahas banyak soal aktual dalam masyarakat, bangsa dan negara.

Sesuai dengan kopian pesan sidang tahunan KWI yang ditandatangani Ketua Mgr. Antonius Subianto Bunjamin OSC dan Sekretaris Jenderal, Mgr. Paskalis Bruno Syukur OFM dan diterima wartawan, Senin (20/11/2023), para Uskup bersuara juga tentang konflik pada sebagian wilayah di Papua.

Para Uskup menyatakan bahwa di dalam negeri, situasi kerawanan keamanan di Papua perlu mendapat perhatian serius.

Pada sebagian wilayah Papua masih terus terjadi konflik antara Kelompok Kriminal Bersenjata (KKB) dan aparat, sehingga rasa aman bagi penduduk sipil tidak kunjung tercipta.

“Penduduk sipil kerap menjadi korban,”tulis para Uskup.

Untuk itu, Pemerintah perlu duduk bersama dan berdialog dengan setiap kelompok.

Belajar dari pengalaman penyelesaian konflik di Aceh, pemecahan masalah di Papua juga harus melibatkan para kepala suku, tokoh adat, tokoh perempuan, para pimpinan Gereja, dan tokoh agama.

Baca Juga :  Pendropingan Logistik Pemilu di Manggarai Mendahulukan Kecamatan Terjauh 

Para tokoh tersebut adalah orang-orang yang mendengarkan, melihat dan merasakan langsung penderitaan rakyat dan umatnya.

Mereka pasti mempunyai cara-cara bijak dalam menciptakan rasa aman di masyarakat.

Kita percaya bahwa sebagaimana Tuhan tidak membedakan orang. Pemerintah juga tidak boleh membeda-bedakan warganya.

Para Uskup juga memberi perhatian pada persoalan yang menimpa perempuan dan anak.

Kami ingin mengimbau masyarakat luas agar memperlakukan anak-anak dan kaum perempuan secara terhormat dan bermartabat.

Perjuangan emansipasi kaum perempuan yang telah dimulai sejak era Ibu Kartini sampai di zaman kita, belum membuahkan hasil yang menggembirakan.

Pada banyak bidang kehidupan sosial, politik dan ekonomi, kaum perempuan tetap terpinggirkan dan belum mendapatkan perlakuan setara dengan laki-laki sesuai dengan hak-haknya.

Pada kenyataannya kaum perempuan selalu hadir dan memberikan kontribusi dalam setiap babak sejarah Indonesia.

Untuk melindungi anak-anak dan kaum perempuan, Pemerintah harus memberi hukuman berat bagi pelaku kekerasan dalam rumah tangga (KDRT), pelecehan seksual dan perdagangan orang.

Baca Juga :  Patut Dicontoh, Ecco Farm Green Paroki Kajong, Manggarai Mulai Hasilkan Uang

“Tidak seorang pun, baik anak-anak maupun kaum perempuan, boleh dieksploitasi,” kata para Uskup.

Khusus untuk kaum muda, para Uskup menyatakan bahwa mereka bukan hanya pemilik masa depan melainkan juga pemilik masa kini.

Jika kaum muda salah arah, kehidupan masa depan bangsa juga akan rusak.

Maka, baik pemerintah maupun institusi swasta harus bekerja sama untuk memberdayakan kaum muda sesuai dengan talenta yang dimiliki.

Kaum muda harus mendapat kesempatan untuk menjadi warga negara yang kompeten.

Semoga mereka tidak menjadi angkatan yang bengkok, berbelit-belit, jahat dan tidak setia, melainkan angkatan yang terberkati.

Sebelumnya,  Rm. Manfred Habur mengatakan, sudah pasti pesan sidang tahunan KWI itu telah di-share ke seluruh Keuskupan di Indonesia untuk diketahui, dibacakan, dan menjadi landasan dalam aneka kegiatan pastoral.

“Pesan yang disampaikan lahir dari situasi riil masyarakat dalam bangsa dan negara ini untuk diperhatikan,”katanya. *

Penulis: Christo Lawudin/Editor: Anton Harus

Berita Terkait

Musda IKAL Sukses, Romo Rony Neto Wuli Kembali Pimpin IKAL Lemhamnas NTT
Di Wolomoni Ende, Wapres Gibran Tegaskan Pembangunan KDMP Tak Boleh Korbankan yang Lain
Warga Setuju Pembangunan Galangan Kapal di Wairterang
Pembangunan Vila di Wairterang, Lokasinya Dahulu Kebun Warga
Bupati Ende Sebut Wapres RI Dengar Langsung Suara Ibu-Ibu di Desa, Mereka Butuh MBG
Thresher Shark Indonesia dan Pokmaswas Sando Minggo Ajak Mahasiswa IKTL Terlibat dalam Program The Conservation Champion
Kunjungi SDN Wolomoni Ende, Wapres RI Bawa Pulang Sejumlah PR
Padukan Sportivitas dan Syiar Islam, Jamaah Darul Muqomah Rekko Meriahkan Tahun Baru Hijriah
Berita ini 33 kali dibaca

Berita Terkait

Jumat, 19 Juni 2026 - 19:45 WITA

Musda IKAL Sukses, Romo Rony Neto Wuli Kembali Pimpin IKAL Lemhamnas NTT

Jumat, 19 Juni 2026 - 16:53 WITA

Di Wolomoni Ende, Wapres Gibran Tegaskan Pembangunan KDMP Tak Boleh Korbankan yang Lain

Jumat, 19 Juni 2026 - 10:29 WITA

Warga Setuju Pembangunan Galangan Kapal di Wairterang

Jumat, 19 Juni 2026 - 10:21 WITA

Pembangunan Vila di Wairterang, Lokasinya Dahulu Kebun Warga

Kamis, 18 Juni 2026 - 20:48 WITA

Bupati Ende Sebut Wapres RI Dengar Langsung Suara Ibu-Ibu di Desa, Mereka Butuh MBG

Berita Terbaru

Nusa Bunga

Warga Setuju Pembangunan Galangan Kapal di Wairterang

Jumat, 19 Jun 2026 - 10:29 WITA

Nusa Bunga

Pembangunan Vila di Wairterang, Lokasinya Dahulu Kebun Warga

Jumat, 19 Jun 2026 - 10:21 WITA