Atlet Kempo NTT Borong Tiga Medali di Kejuaraan Dunia Portugal - FloresPos Net

Atlet Kempo NTT Borong Tiga Medali di Kejuaraan Dunia Portugal

- Jurnalis

Senin, 8 Mei 2023 - 13:52 WITA

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

RUTENG, FLORESPOS.net-Kembali, atlet kempo binaan Federasi Kempo Indonesia (FKI) Cabang NTT berprestasi dalam kejuaraan dunia, The 19th Internatinal Kempo Federation (IKF) World Kempo Championshiop di Portugal.

Kali ini, atlet asal Kabupaten Manggarai memborong tiga medali, baik perak maupun perunggu yang berlaga di Arena Caldas da Rainha, Portugal itu.

Atlet bernama Maria Deveaneta Nanggor (17) yang masih berstatus siswi SMAN 1 Langke Rembong, Kabupaten Manggarai telah kembali dan tiba Ruteng, beberapa hari ini.

Sang atlet bersama Ketua FKI NTT, Simpay Kanis Nasak bersama para pelatih dan orang tuanya diterima resmi Pemkab Manggarai, Senin (8/5/2023).

Penerimaan di Kantor Bupati dilakukan Bupati Hery Nabit bersama sejumlah pejabat  lingkup Pemkab Manggarai. Penerimaan itu menjadi tanda apresiasi pemerintah bagi atlet yang pulang mengikuti kejuaraan sebagaimana biasa.

Ketua FKI NTT, Simpay Kanis Nasak mengatakan, dari Pengda FKI NTT awalnya disiapkan 6 atlet guna mengikuti kejuaraan dunia Kempo di Portugal.

Dalam perjalanan ketika usai training centre (TC) tinggal satu yang bergabung dengan atlet lain dari seluruh Indonesia yang berangkat ke Portugal.

Baca Juga :  Uskup Ruteng Kembali Ingatkan Siapapun untuk Tidak Merusak Lingkungan

“Satu atlet kita, Aneta, cukup berbicara pada kejuaraan itu. Atlet kita dapat tiga medali, yakni dua perak dan satu perunggu,” kata Kanis yang juga Kepala DLHD Manggarai ini.

Dikatakan, atlet asal FKI NTT bertanding pada empat nomor. Dari empat kategori itu, hanya satu kategori yang tidak mendapat medali.

Menurutnya, tiga medali ini menjadi bagian dari total medali dihasilkan kontingen Indonesia yang bertanding di Portugal itu. Dalam kejuaraan dunia itu, Indonesia mendulang 28 medali, yakni 5 emas, 10 perak, dan 13 perunggu.

Apa yang terjadi pada atlet Aneta, demikian Kanis, tidak diraih begitu saja. Prosesnya lama lewat disiplin diri, tekad, dan niat tinggi hingga gemblengan para pelatih yang tinggi.

“Kami di FKI, tidak latihan hanya karena mau kejuaraan. Kami latihan terjadwal dengan baik yang konsisten dilaksanakan,” katanya.

Kanis tidak lupa menyampaikan ucapan terimakasih atas dukungan Pemkab Manggarai, terutama Bupati Hery kepada FKI dan atlet. Kontribusi yang diberikan itu merupakan dukungan yang luar biasa.

Baca Juga :  Media Gathering Bawaslu Manggarai, Fokus Bicara Pencegahan Pelanggaran Kampanye

Sedangkan Bupati Hery Nabit mengatakan, bangga dengan apa yang terjadi. Kebanggaan paling utama adalah atlet dari Kabupaten Manggarai, NTT, dan Indonesia bisa berbicara dengan prestasi besar pada event besar tingkat dunia.

“Apa yang dicapai ini adalah kebanggaan. Tetapi, bukan hanya kebanggaan diri sendiri dan FKI, juga untuk masyarakat Manggarai dan NTT ini,” katanya.

Bupati Hery mengatakan, apa yang dicapai Aneta kiranya menjadi contoh dan teladan untuk olahraga prestasi lainnya. Terus berprestasi untuk meraih kebersihan.

Atlet Aneta mengatakan, peserta kejuaraan dunia di Portugal berasal dari 36 negara dari pelbagai belahan dunia. Dari Indonesia bertanding 21 atlet dari pelbagai Provinsi di Indonesia.

“Kejuaraan dunia Kempo diadakan akhir April lalu. Saya ucapkan terimakasih segala doa dan dukungan Pemkab, FKI, rekan-rekan, dan masyarakat sehingga meraih prestasi dan sekarang bisa kembali ke Manggarai,” katanya.*

Penulis: Christo Lawudin / Editor: Wentho Eliando

Berita Terkait

PDI Perjuangan NTT Dorong Pemerintah Melakukan Pemulihan Infrastruktur Dampak Gempa Flores
Andi Opa Gaul, YPCI dan Forum Pemuda NTT Disalurkan Bantuan Gempa, Jangkau Wilayah Terpencil
BPBD Ngada Sebut 82,26 Persen Paket Bantuan Telah Disalurkan ke Warga Terdampak Gempa
Dekatkan Pelayanan Kesehatan dan Kemanusiaan di Kawasan Terdampak Gempa Flores, PDIP Siagakan Rumah Sakit Apung di Pelabuhan Kedindi Reok
SMAK Syuradikara dan INTI Ende Kirim Dua Siswa Kuliah di Nantong University China
Korban Meninggal Gempa Flores di Sikka 6 Orang, 4.937 Rumah Alami Kerusakan
Korban Meninggal Gempa Flores Capai 127 Orang, 166 Ribu Masih Mengungsi
Djafar Achmad Galang Bantuan dari Pensiunan Pelindo Bantu Korban Gempa Flores di Ende
Berita ini 16 kali dibaca

Berita Terkait

Sabtu, 5 September 2026 - 21:43 WITA

PDI Perjuangan NTT Dorong Pemerintah Melakukan Pemulihan Infrastruktur Dampak Gempa Flores

Sabtu, 5 September 2026 - 19:12 WITA

Andi Opa Gaul, YPCI dan Forum Pemuda NTT Disalurkan Bantuan Gempa, Jangkau Wilayah Terpencil

Sabtu, 5 September 2026 - 18:36 WITA

BPBD Ngada Sebut 82,26 Persen Paket Bantuan Telah Disalurkan ke Warga Terdampak Gempa

Sabtu, 5 September 2026 - 14:34 WITA

Dekatkan Pelayanan Kesehatan dan Kemanusiaan di Kawasan Terdampak Gempa Flores, PDIP Siagakan Rumah Sakit Apung di Pelabuhan Kedindi Reok

Sabtu, 5 September 2026 - 13:19 WITA

SMAK Syuradikara dan INTI Ende Kirim Dua Siswa Kuliah di Nantong University China

Berita Terbaru