Oleh: RD. Donnie Migo
Kamis, 16 November 2023
(Kamis Pekan Biasa XXXII)
Saudara-saudariku yang terkasih dalam Kristus,
Penginjil Lukas menggarisbawahi kata-kata Tuhan Yesus dalam perikop injil yang kita renungkan hari ini (17:20-25) bahwa sesungguhnya kerajaan Allah ada di antara kita.
Di sini hal yang penting adalah bagaimana kita dapat menyadari kehadiranNya itu? Meski dikatakan bahwa kerajaan Allah akan datang tanpa tanda-tanda lahiriah, bukan pula sesuatu yang diciptakan manusia sehingga Tuhan mengingatkan agar berhati-hati terhadap ajaran sesat yang mengatas-namai kerajaan Allah.
Pernyataan Tuhan Yesus mengenai Kerajaan Allah yang sungguh ada di antara kita ditemukan dalam persekutuan umat beriman.
Sehingga eksistensinya di dunia memang bukan dalam bentuk fisik seperti sebuah kota kerajaan tetapi suatu persekutuan di mana Kristus sebagai kepalanya dan kita semua adalah anggota-anggota.
Dalam Matius 18:20, Tuhan Yesus mengatakan bahwa dimana dua atau tiga orang berkumpul dalam namaKu, Aku ada di tengah-tengah mereka.
Persekutuan kita inilah yang membuat kerajaan Allah itu menjadi nyata. Maka pertanyaan selanjutnya adalah seberapa sering kita mewujudkan kerajaan Allah dalam komunitas kita?
Sementara itu dalam Kitab Kebijaksanaan menegaskan bahwa rahmat kebijaksaan adalah kekuatan yang menunjukkan seseorang sungguh dikasih oleh Allah. Sebab dengan rahmat khusus ini, orang beriman dibantu untuk menghayati nilai-nilai kebenaran dalam hidupnya.
Kitab kebijaksanaan menggambarkan bahwa tidak satu pun yang dikasih oleh Allah kecuali orang yang berdiam dalam kebijaksaan (Kebijaksanaan 7:28).
Marilah kita memohon rahmat kebijaksanaan sehingga kita dapat memperjuangkan persekutuan umat beriman yang satu, kudus, katolik dan apostolik.
Suatu persekutuan yang memungkinkan kita untuk sungguh menyadari hadirnya kerajaan Allah di antara kita. *
RD. Donnie Migo, Imam Keuskupan Maumere, Mahasiswa Global Programs (Missouri School of Journalism) pada University of Missouri, USA










