Oleh: RD. Donnie Migo
Jumat, 1 Desember 2023
(Peringatan Wajib Beato Dionisius dan Redemptus, Martir)
Saudara-saudariku yang terkasih dalam Kristus,
Pada hari ini kita memperingat dua orang martir yang pada abad ke-17 mendapatkan mahkota kemartiran ketika bermisi di Aceh, Indonesia.
Mereka itu adalah Beato Dionisius dan Redemptus, para biarawan ordo karmel yang dihukum mati oleh sultan Iskandar Thani di Aceh karena terpengaruh hasutan dari orang-orang Belanda yang menyatakan bahwa kedatangan bangsa Portugis ke Aceh bukan untuk misi persahabatan melainkan menyebarkan Agama Katolik, padahal Wakil Raja Portugis di Goa; Pedro da Silva menghendaki agar melalui kunjungan ini mereka dapat memperbaiki hubungan diplomatik antara Raja Portugis dan Sultan di Aceh.
Karena hasutan itu maka sultan memerintahkan untuk menangkap, menahan dan menjatuhkan hukuman mati bagi mereka yang tidak mau menyangkal imannya.
Dionisius dan Redemptus dengan tegas mempertahankan iman mereka sehingga mereka dibunuh dengan kejam oleh tantara sultan.
Tuhan Yesus dalam injil Lukas hari ini (21:29-33) mengutarakan perumpamaan tentang Pohon Ara yang bertunas menghantar para muridNya untuk menyadari bahwa Kerajaan Allah sudah dekat.
Kita dapat melihat di sini bagaimana hubungan antara pertumbuhan iman dan kedatangan Kerajaan Allah.
Sebagaimana Pohon Ara dilihat dari buahnya, demikian pun Kerajaan Allah dialami melalui penerapan iman kita dalam kehidupan.
Bagaimana kita menjadi saksi atas iman kita, sebagaimana teladan hidup dari Beato Dionisius dan Redemptus. Pertanyaannya adalah apakah kita telah menunjukkan buah dari Kerajaan Allah atau tidak?
Sementara dalam bacaan dari Nubuat Daniel, kita menemukan catatan tentang pengalaman spiritual Nabi Daniel dalam pengelihatannya.
Ia melihat seorang anak manusia yang datang dengan kekuatan yang maha dasyat “Kekuasaannya ialah kekuasaan yang kekal, yang tidak akan lenyap, dan kerajaannya ialah kerajaan yang tidak akan musnah” (Dan 7:14). Ini adalah gambaran kerajaan Allah yang tidak lain terpenuhi dalam Kristus.
Oleh sebab itu, cara untuk mengetahui apakah Kerajaan Allah benar-benar telah merajai diri kita, ketika kita membiarkan Kristus tinggal dan menggerakkan semangat kita untuk bersaksi, untuk mencinta dan untuk berkurban bagi sesama.
Kerajaan Allah sudah dekat lebih memiliki arti Kristus datang dan hendak tinggal dalam diri kita, hanya apakah kita bersedia untuk mempersilakan Dia masuk dan merajai kita? *
RD. Donnie Migo, Imam Keuskupan Maumere, Mahasiswa Global Programs (Missouri School of Journalism) pada University of Missouri, USA










