RUTENG, FLORESPOS.net-Kelompok Orang Muda Pegiat Literasi Xaverian (Kampiun) Sekolah Menengah Atas Katolik (SMAK) Santo Fransiskus Xaverius Ruteng mengadakan pelatihan jurnalistik, Jumat (3/11/2023).
Sekitar 30-an peserta hadir disertai tujuh guru pendamping dengan narasumber, Frans Obon. Pelatihan lebih difokuskan pada teknik penulisan berita lempang (straight news) dan feature.
Pembina Kampiun, Martinus Arsen Jemarut mengatakan, Kampiun adalah sebuah kelompok yang dibentuk untuk memfasilitasi segala kegiatan literasi dan menarik minat siswa terhadap jurnalistik, sekaligus membentuk kemampuan literasi di kalangan siswa.
“Kelompok ini dibentuk untuk menumbuhkan minat pada dunia jurnalistik dan tulis menulis terutama menulis berita kegiatan-kegiatan sekolah untuk kepentingan publikasi sekolah,” kata Arsen.
Menurut Arsen, dengan pelatihan jurnalistik tersebut, siswa diharapkan tertarik dengan kegiatan jurnalistik dan dunia tulis menulis. Dengan menggunakan platform media online, siswa juga bisa menyebarluaskan tulisan-tulisan yang berkualitas.
“Kita harapkan mereka memiliki ketertarikan pada jurnalistik dan melakukan reportase berita-berita yang terkait dengan kegiatan sekolah,” katanya.

Jerry Emanuel, salah seorang guru pendamping, mengatakan, guru-guru dituntut memberikan ruang kepada siswa untuk mengembangkan bakatnya terutama di bidang jurnalistik. Karena saat ini siswa dituntut untuk bisa berkomunikasi baik melalui tulisan maupun public speaking.
“Kami, para guru selalu dituntut memberikan ruang bagi anak-anak untuk bisa mengembangkan bakatnya terutama di bidang jurnalistik. Karena bagi saya salah satu kemampuan yang harus dikembangkan zaman sekarang adalah kemampuan berkomunikasi baik lewat tulisan maupun public speaking,” kata Jerry.
Menurut Jerry, melalui kegiatan seperti ini siswa melakukan eksplorasi diri untuk menceritakan diri dan pengalaman hidup mereka kepada orang lain dengan tulisan yang menarik. Dengan demikian mereka bisa memberi inspirasi bagi orang lain.
“Kita berharap mereka bisa mengeksplorasi diri mereka dan mampu menceritakannya kepada dunia tentang siapa mereka dan membagi cerita kehidupan mereka kepada orang lain. Karena yang lebih penting sekarang adalah menceritakan kehidupan, meskipun mereka dituntut pula harus memiliki keterampilan bagaimana membahasakan pengalaman itu dengan baik. Karena cerita kehidupan bisa menginspirasi orang lain. Pelatihan jurnalistik adalah wadah yang paling tepat untuk membagikan cerita kehidupan secara lebih efektif,” kata Jerry.
Kepala Sekolah SMAK St Fransiskus Xaverius Ruteng, RD. Ferdinandus Usman menutup kegiatan jurnalistik dan menyampaikan terima kasih kepada narasumber dan berharap pelatihan ini dapat membangkitkan minat siswa pada dunia jurnalistik.
“Kiranya ke depan kegiatan kelompok Kampiun SMAK St. Fransiskus Xaverius semakin lebih baik dan semakin banyak siswa terlibat serta mampu mempengaruhi teman lainnya untuk aktif dalam kegiatan tulis menulis,” kata Romo Ferdi.
Seorang peserta pelatihan, Septiani Melita Namung mengatakan, kegiatan pelatihan jurnalistik tersebut bermanfaat terutama bagi anggota kelompok Kampiun. Pelatihan ini dapat meningkatkan minat literasi siswa.
“Materi pelatihan sangat bermanfaat. Melalui pelatihan ini, kami memiliki pengetahuan dan keterampilan menulis berita. Materinya lengkap terutama berkaitan dengan hal-hal apa saja yang diperlukan dalam menulis berita. Usai pelatihan ini saya bersama teman-teman akan mempraktikkan cara menulis berita,” kata Septiani, yang bercita-cita akan mengambil jurusan Komunikasi bila melanjutkan pendidikannya ke perguruan tinggi. *
Penulis: Frans Obon/Editor: Anton Harus










