RUTENG, FLORESPOS.net-Komitmen baru dalam kesetaraan gender diperlihatkan KPAD Manggarai, NTT. Komitmen itu berupa ikut dilibatkan kaum transpuan alias transgender dalam kegiatan-kegiatan kemasyarakatan.
“Kita akan lakukan itu sebagai bagian dari upaya membangun kesetaraan gender. Kita akan libatkan mereka (transpuan),” kata Sekretaris Pengelola KPAD Manggarai, Kosmas Takung kepada Florespos.net, Rabu (31/5/2023).
Kosmas mengatakan, pihaknya sudah berkomitmen untuk menyertakan kaum transpuan dalam kegiatan kemasyarakatan dan publik lainnya.
Menurut dia, kesadaran ini muncul akibat banyak suara-suara dan aspirasi masuk dari kaum transpuan ke KPAD. Aspirasi banyak masuk karena kaum transpuan kurang dan bahkan tidak mendapat perhatian sebagaimana mestinya.
Konkretnya, kaum transpuan merasa didiskriminasi dalam kegiatan publik atau dalam mendapatkan program pemerintah.
Kaum transpuan merasa disingkirkan tidak saja di area publik, juga dari keluarga dan tetangga. Dalam situasi itu, mereka sering menjadi korban olokan dan pelecehan.
Kosmas mengatakan, apa yang akan dilakukan KPAD Manggarai itu telah terlebih dahulu dilaporkan ke Bupati Manggarai. Responnya positif.
Sesuai tupoksi, demikian Kosmas, tentu kegiatannya tidak lari jauh dengan sosialisasi, penyuluhan, dan pencerahan tentang bagaimana mencegah HIV/AIDS. Para transpuan direncanakan agar ikut berpartisipasi di dalamnya.
“Kita akan segera mulai lakukan itu. Ini juga penting agar publik tidak cenderung memandang rendah atau menyepelekan dalam kehidupan sosial,” katanya.
Sedangkan aktivis Ratna Sueng mengatakan, kaum transpuan dan transmen memang sejak dahulu kurang mendapat perhatian dari publik. Akibatnya mereka seperti menjadi kelompok eksklusif yang cenderung tertutup.
“Patut diapresiasi dan didukung jika KPAD memulai itu. Harapannya agar lembaga atau komunitas lain bisa mengikuti agar kaum transpuan dan transman mendapat perlakuan yang sama dengan yang lainnya,” katanya.*
Penulis: Christo Lawudin / Editor: Wentho Eliando









