Banyak SPPT Bodong, Bapemda Mabar “Panen” Pengaduan - FloresPos Net

Banyak SPPT Bodong, Bapemda Mabar “Panen” Pengaduan

- Jurnalis

Kamis, 2 November 2023 - 08:54 WITA

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

LABUAN BAJO, FLORESPOS.net-Badan Pendapatan Daerah (Bapenda) Kabupaten Manggarai Barat (Mabar), NTT, dikabarkan “panen” pengaduan masyarakat gegara Surat Pemberitahuan Pajak Terhutang (SPPT) bodong, khusus pajak tanah. SPPT tanpa obyek.

Kepala Bapenda Mabar, Maria Yuliana Rotok tidak menafikan itu menanggapi Florespos.net di Labuan Bajo baru-baru ini.

Menurutnya, sehubungan dengan pajak tanah selama ini pihaknya banyak menerima pengaduan dari desa dan kelurahan di Mabar menyangkut SPPT bodong. Ada SPPT tetapi tanahnya tidak ada. Dan sementara pengaduan itu mungkin ratusan jumlahnya.

“Masyarakat diberi SPPT oleh petugas, pada hal mereka (masyarakat) tidak ada tanah, tidak ada obyek pajaknya. Saya tidak ingat jumlahnya, mungkin ratusan pengaduan,” kata Kaban Rotok.

Kasus SPPT Bodong sudah berlangsung lama, semenjak urusan PBB (pajak bumi dan bangunan) diserahkan oleh Pemerintah Pusat (Pempus) kepada Pemerintah Daerah (Pemda) Tahun 2014. Dan itu tidak hanya di Mabar tetapi mungkin seluruh Indonesia.

“Sejak urusan PBB diserahkan kepada Pemda oleh Pempus dua ribu empat belas, kasus SPPT terus muncul di Mabar sampai sekarang, ujar Kaban Rotok.

Baca Juga :  Tim SAR Gabungan Intensif Lakukan Pencarian Korban Tenggelam di Air Terjun Tiwu Pai Manggarai

Sehubungan dengan SPPT bodong, demikian Kaban Rotok, Bapemda Mabar terus melakukan  pemutahiran data. Melibatkan Pemerintah Desa dan Kelurahan di Mabar. Bapemda keterbatasan sumber daya, tenaga/pegawai terbatas.Dan terkait ini nanti ada MoU antara Kepala Desa, Lurah dan Pemda Mabar.

“Urusan ini bagai menegakan benang basah, rumit dan butuh waktu,” ujar Kaban Rotok.

Sebelumnya Camat Komodo Mabar, Yohanes R. Gampur menanggapi media ini di Labuan Bajo mengungkapkan, kabar tentang masyarakat di daerah itu yang dimintai pajak tanah oleh petugas pajak walau masyarakat bersangkutan tidak punya tanah bisa benar adanya. Karena camat sendiri sudah mengalaminya.

Diungkapkan Camat Gampur, dirinya pernah didatangi petugas pajak beberapa waktu lalu. Menurut petugas, dia (Camat Gampur) punya nilai pajak tanah Rp. 25 juta, lokasinya di sekitar belakang SMAK Loyola Labuan Bajo.

Baca Juga :  PSN Tiba di Kota Bajawa, Ribuan Warga Ngada Rayakan dengan Pesta Rakyat

“Saya minta itu petugas waktu itu tunjuk lokasi tanahnya. Tapi dia tidak tahu. Saya sendiri tahu betul bahwa saya tidak punya tanah di situ. Warisan tanah orang tua juga tidak ada di lokasi itu,” ujar Camat Gampur.

Ketika singgung penyebab itu terjadi, Camat Gampur, meminta media ini tanya pihak Bapemda Mabar, karena instansi tersebut yang tangani pajak, katanya.

Lurah Wae Kelambu, Kecamatan Komodo Mabar, Markus Randu, sebelumnya kepada media ini mengaku di kelurahannya banyak warga yang dimintai pajak tanah oleh petugas, padahal mereka tidak punya tanah. Mungkin dulu mereka ada tanah tetapi mungkin sudah jual, dan datanya masih ada di pemerintah tingkat atas.

“Sudah berkali-kali kita lapor ke pemerintah tingkat atas supaya hapus data pajak tanah yang tidak ada pemilik, tapi pajaknya tagih terus tiap tahun, muncul terus data-data itu. Pusing kita urusnya, banyak sekali,” ketus Lurah Randu. *

Penulis: Andre Durung/Editor: Anton Harus

Berita Terkait

ADPRD Nagekeo Elias Cima: Pendataan Rumah Rusak Gempa Harus Akurat dan Transparan, Jangan Asal Foto
Perdana Injak Kaki di Tanah Nagekeo untuk Bantu Korban Gempa–Terima Kasih Presiden Prabowo
Triputra dan Persada Investama Berkolaborasi dengan Politeknik Cristo Re Distribusi 200 Paket Bantuan di Paroki Reok
BNPB Dorong Percepatan Penanganan Pascagempa di Manggarai Timur
Psikolog Mabes Polri: Menyanyi Jadi Cara Efektif Hilangkan Stres Anak di Pengungsian
Kantor Kekarantinaan Kesehatan Kupang Kirim Mobil Ambulance dan Tim Layani Warga Terdampak Gempa di Weleng Manggarai Timur
Anak-Anak Pengungsi di Nagekeo Kembali Tersenyum Lewat Nonton Bersama
Alat Berat Tak Bisa Lewat, Warga Desa Egon Gahar Gotong Royong Bersihkan Ruas Jalan Waigete-Galit
Berita ini 88 kali dibaca

Berita Terkait

Rabu, 26 Agustus 2026 - 18:47 WITA

ADPRD Nagekeo Elias Cima: Pendataan Rumah Rusak Gempa Harus Akurat dan Transparan, Jangan Asal Foto

Rabu, 26 Agustus 2026 - 18:42 WITA

Perdana Injak Kaki di Tanah Nagekeo untuk Bantu Korban Gempa–Terima Kasih Presiden Prabowo

Rabu, 26 Agustus 2026 - 16:28 WITA

Triputra dan Persada Investama Berkolaborasi dengan Politeknik Cristo Re Distribusi 200 Paket Bantuan di Paroki Reok

Rabu, 26 Agustus 2026 - 12:57 WITA

BNPB Dorong Percepatan Penanganan Pascagempa di Manggarai Timur

Rabu, 26 Agustus 2026 - 12:52 WITA

Psikolog Mabes Polri: Menyanyi Jadi Cara Efektif Hilangkan Stres Anak di Pengungsian

Berita Terbaru

Nusa Bunga

BNPB Dorong Percepatan Penanganan Pascagempa di Manggarai Timur

Rabu, 26 Agu 2026 - 12:57 WITA