Enam Anjing di Manggarai Barat Positif Rabies - FloresPos Net

Enam Anjing di Manggarai Barat Positif Rabies

- Jurnalis

Jumat, 15 September 2023 - 09:14 WITA

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

LABUAN BAJO, FLORESPOS.net-Dari 23 ribu populasi anjing di Kabupaten Manggarai Barat (Mabar), NTT Tahun 2023, enam di antaranya positif rabies periode Januari-14 September. Tidak ada korban jiwa manusia.

“Enam kasus itu positif pada anjing. Sedangkan pada manusia tidak ada,” Kata Abidin, Kepala Dinas Peternakan dan Kesehatan Hewan (PKH) Mabar kepada Florespos.net, di Labuan Bajo, Kamis (14/9/2023).

Kadis Abidin dimintai tanggapan terkait kasus Rabies dan penyakit babi/ASF di Mabar untuk periode Januari-14 September 2023.

Menurut Kadis Abidin, 6 Anjing yang positif rabies tersbut adalah hasil laboratorium di Balai Besar Veteriner Denpasar.

“Sehubungan dengan ini, di Mabar belum ada laboratoriumnya,” katanya.

Baca Juga :  Ketua DPRD Mabar Desak Pempus Sosialisasikan HPL Kepada Masyarakat Terdampak

Sedangkan pengadaan SAR dan VAR rabies, di Pemkab Mabar ada OPD (Organisasi Perangkat Daerah) teknis lain yang tangani, ujar Kadis Abidin.

Sehubungan dengan rabies di Mabar, lanjut Abidin, pihaknya tetap lakukan vaksinasi terhadap HPR-HPR (Hewan Penular Rabies) di seluruh Mabar, dengan prioritas dalam kota Labuan Bajo dengan alasan pariwisata. HPR dimaksud di antaranya anjing, disamping kera, kucing dan lain-lain.

Sementara untuk ASF, sepanjang Januari-14 September 2023 ada 4 babi yang mati akibat penyakit itu. Ini juga hasil uji laboratorium Balai Besar Veteriner Denpasar.

“Dan sementara tidak ada laporan dari lapangan terkait kasus satu ini, ASF. Moga-moga berkurang,” ucap Kadis Abidin.

Baca Juga :  Catatan Manis Keberhasilan Indonesia Meningkatkan Upaya Kerja Sama Memerangi Kejahatan Lintas Negara

Ditambahkan, sampai sekarang belum ada obat dan vaksin ASF di seluruh dunia. Pihak PKH Mabar selama ini hanya menerapkan KIE (Komunikasi, Informasi dan Edukasi) kepada masyarakat/peternak babi di Mabar tentang ASF, termasuk penyemprotan kandang.

Untuk 2023, kasus kematian babi akibat ASF di Mabar berkurang, 4 ekor Januari-14 September. Ini terdata atas laporan masyarakat.

“Sedangkan 2022 lalu, babi mati di Mabar akibat ASF yakni 144 ekor terdata. Terbaru populasi babi di Mabar ada 143 ribu ekor,” ungkap Kadis Abidin. *

Penulis: Andre Durung / Editor: Wentho Eliando

Berita Terkait

Kejari Sikka Geledah Kantor PUPR dan Setda Sikka Terkait Proyek Watergen di Desa Semparong
Bupati Sikka Apresiasi Program Implementasi Layanan Primer CSR Astra di Pustu Tebuk dan Bloro
Penjualan Minyak Tanah Subsidi di Pasar Capai Rp 8.000 Per Liter, Satpol PP Ende Turun Lakukan Penertiban
Dosen dan Mahasiswa Prodi Bahasa Inggris IKTL Terlibat dalam Pameran Pendidikan Flotim 2026
Capaian Sementara Investasi 2026 di Manggarai Barat 68,43 Persen
Direktur Promosi Kesehatan Kemenkes Tegaskan Pentingnya Kader Kesehatan dan Cek Kesehatan Gratis
Ketua AMAN Sebut MBG dan KDMP Program Positif Pemerintah Namun Lemah Penerapan di Daerah
Memprihatinkan, Jalan Kampung Wae Sambi Manggarai Barat
Berita ini 32 kali dibaca

Berita Terkait

Rabu, 4 November 2026 - 19:44 WITA

Kejari Sikka Geledah Kantor PUPR dan Setda Sikka Terkait Proyek Watergen di Desa Semparong

Rabu, 4 November 2026 - 19:12 WITA

Bupati Sikka Apresiasi Program Implementasi Layanan Primer CSR Astra di Pustu Tebuk dan Bloro

Rabu, 4 November 2026 - 15:50 WITA

Penjualan Minyak Tanah Subsidi di Pasar Capai Rp 8.000 Per Liter, Satpol PP Ende Turun Lakukan Penertiban

Rabu, 4 November 2026 - 12:51 WITA

Dosen dan Mahasiswa Prodi Bahasa Inggris IKTL Terlibat dalam Pameran Pendidikan Flotim 2026

Rabu, 4 November 2026 - 11:47 WITA

Capaian Sementara Investasi 2026 di Manggarai Barat 68,43 Persen

Berita Terbaru