Ketua DPRD Mabar Desak Pempus Sosialisasikan HPL Kepada Masyarakat Terdampak - FloresPos Net

Ketua DPRD Mabar Desak Pempus Sosialisasikan HPL Kepada Masyarakat Terdampak

- Jurnalis

Rabu, 26 Juli 2023 - 13:48 WITA

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

LABUAN BAJO, FLORESPOS.net – Martinus Mitar, Ketua DPRD Kabupaten Manggarai Barat (Mabar) Nusa Tenggara Timur (NTT) mendesak Pemerintah Pusat (Pempus) segera lakukan sosialisasi kepada masyarakat terdampak HPL (Hak Pengelolaan Lahan) di daerah itu.

Mitar menyampaikan itu kepada Florespos.net di Labuan Bajo, Selasa (25/7/2023) ketika dimintai tanggapan atas polemik ribuan hektare (ha) tanah status HPL pada beberapa desa di zona selatan Kecamatan Komodo- Mabar belakangan.

Dilansir media ini sebelumnya, Bupati Mabar Edistasius Endi menyatakan bahwa ribuan hektare  tanah di Kecamatan Komodo- Mabar yang berstatus HPL adalah milik negara.

Menurut Mitar, dipandang penting Pempus menjelaskan terbuka dan sedetail mungkin ribuan ha HPL kepada masyarakat di selatan Kecamatan Komodo terdampak HPL. Soal ini Pempus harus turun langsung lapangan bertemu masyarakat setempat. Sebab HPL kewenangan Pempus. Pempus yang menetapkan HPL tersebut.

Baca Juga :  Festival Pesona Kebangsaan 2024: Napak Tilas Lahirnya Pancasila

Masih Mitar, Pempus yang tahu tentang HPL itu.  Pempus pasti punya data otentik dan akurat, titik kordinat lokasi HPL tersebut. Agar tidak menimbulkan keresahan di masyarakat setempat, supaya tak menjadi teka teki berkepanjangan di masyarakat, apakah tanah mereka ada dalam kawasan HPL atau tidak.

Dan terkait ini termasuk daerah Translok Nggorang, Desa Macang Tanggar Kecamata  Komodo yang konon kabarnya juga bagian dari persoalan HPL tersebut.

Baca Juga :  Gebrakan Pendidikan dan Perlengkapan Sekolah Gratis Bupati TTU

Terhadap itu semua, DPRD Mabar mendesak Pempus agar segera melakukan sosialisasi terbuka tentang HPL di sejumlah desa di selatan Kecamatan Komodo, termasuk menyangkut Translok Nggorang yang juga di selatan kecamatan itu, Komodo, supaya tidak resah berlarut-larut. Dengan dijelaskan setransparan mungkin, masyarakat tahu duduk soalnya.

Kepada DPR-RI juga didorong supaya bersama Pemerintah segera menuntaskan persoalan  HPL dimaksud.

Harapanya melahirkan solusi yang terbaik. Mencari jalan keluar yang sama-sama baik. Tak merugikan masyarakat, juga tidak merugikan pemerintah/negara, tutup Mitar, politisi Partai Nasdem itu. ***

Penulis: Andre Durung/Editor:Anton Harus

Berita Terkait

Kekeringan ‘Memaksa’ Manggarai Barat Kehilangan Produksi Padi 423,4 Ton
Puso, 100 Hektar Tanaman Padi dan Jagung di Manggarai Barat
Sajikan Kopi Juria Colol, Rumah Wunut Buka Cabang di Maumere, Dukung Misi Lingkungan dan Kemanusiaan LSM ILMU
Reses di Ende, Oktovianus Moa Mesi Serahkan Hand Traktor Bantuan Julie Laiskodat ke Petani
Disnakertrans Sikka Gelar Mini Job Fair di Waigete, Fasilitasi Warga Jadi Pekerja Resmi
STIPAS Sirilus Ruteng Gelar Seminar Nasional: Mendesain Pendidikan Tinggi Berdampak Pada Era Masyarakat 5.0
Patris Lali Wolo Sebut Anggaran Jembatan Pomakeke Aeramo Sudah Ada, Tapi Tidak Dieksekusi Pemprov NTT
Cegah Bullying dan Judol, Tim Polres Ende Sosialisasi di SMAN 1 Ende
Berita ini 33 kali dibaca

Berita Terkait

Selasa, 27 Oktober 2026 - 20:15 WITA

Kekeringan ‘Memaksa’ Manggarai Barat Kehilangan Produksi Padi 423,4 Ton

Selasa, 27 Oktober 2026 - 20:11 WITA

Puso, 100 Hektar Tanaman Padi dan Jagung di Manggarai Barat

Selasa, 27 Oktober 2026 - 18:57 WITA

Sajikan Kopi Juria Colol, Rumah Wunut Buka Cabang di Maumere, Dukung Misi Lingkungan dan Kemanusiaan LSM ILMU

Selasa, 27 Oktober 2026 - 18:38 WITA

Reses di Ende, Oktovianus Moa Mesi Serahkan Hand Traktor Bantuan Julie Laiskodat ke Petani

Selasa, 27 Oktober 2026 - 18:16 WITA

Disnakertrans Sikka Gelar Mini Job Fair di Waigete, Fasilitasi Warga Jadi Pekerja Resmi

Berita Terbaru

Blasius Apen, Kepala Bidang (Kabid) Produksi Tanaman Pangan (PTP) pada Dinas Tanaman Pangan, Hortikultura dan Perkebunan (DTPHP) Mabar

Nusa Bunga

Puso, 100 Hektar Tanaman Padi dan Jagung di Manggarai Barat

Selasa, 27 Okt 2026 - 20:11 WITA