LARANTUKA, FLORESPOS.net-Bagi pengendara roda dua dan roda empat agar ekstra hati-hati melintas ruas jalan sepanjang TK Anfrida, Delsos Weri, dan Kamar Mayat Rumah Sakit Larantuka, Kabupaten Flores Timur, NTT.
Semua ruas jalan yang berada di wilayah Kecamatan Larantuka, pusat kota Kabupaten Flores Timur tersebut, ada tumpukkan material pasir dan batu kerikil di kiri dan kanan badan jalan beraspal.
Selain pasir dan batu kerikil, pada ruas jalan TK Anfrida, Delsos Weri, dan Kamar Mayat RS Larantuka, juga terdapat sejumlah alat berat berbagai jenis dan ukuran parkir di bahu jalan dan di bagian tengah badan jalan.

Pantauan Florespos.net, Rabu dan Kamis (25-26/10/2023), sepanjang jalan TK Anfrida, di Kelurahan Sarotari Tengah, ada banyak tumpukan material pasir dan batu kerikil. Material itu berserakan di badan jalan.
Masih di ruas jalan yang sama, terdapat peralatan kerja seperti molen dan penampung air.
Bagian kiri dan kanan badan jalan atau bahu jalan ada semenisasi baru yang terputus. Namun tidak terlihat aktivitas pengerjaan semenisasi baju jalan.

“Pasir dan batu kerikil berserakan sampai badan jalan. Sangat menganggu lalulintas kendaraan dan rawan sekali kecelakaan pak. Ada pengerjaan semenisasi,” kata Januarius dan Daniel, pelintas saat Florespos.net mengambil gambar foto di lokasi tersebut, Kamis (26/10/2023).
Pada ruas jalan Delsos di Kelurahan Weri, juga tampak sebuah molen dan tumpukkan material pasir. Di bahu jalan tampak ada bekas pengerjaan semenisasi.

Di sekitar SDK Lamennais dan Biara Bruderan Lamennais, ada parkir satu unit kendaraan alat berat persis di bagian tengah badan jalan.
“Alat berat ini sudah lama di parkir di tengah jalan. Pak bisa lihat, got yang ada di dekatnya sudah hampir jebol, karena kendaraan lain cari jalan untuk bisa melintas terhindar dari alat berat,” kata sejumlah warga yang saat itu tengah mengantar anak-anaknya sekolah, Rabu (25/10/2023) pagi.

Parkir alat berat tersebut memang sangat mengganggu arus lalu lintas, apalagi pagi hari saat anak-anak datang dan siang hari saat anak-anak pulang sekolah.
“Sangat mengganggu arus lalulintas dan berpotensi terjadi kecelakaan. Setiap pagi dan siang jalan ini sangat ramai karena antar dan jemput anak sekolah,” kata mereka.

Sementara di ruas jalan Kamar Mayat RS Larantuka, di Kelurahan Sarotari Timur, badan jalan sudah aspal hotmix. Namun masih tersisa sekitar 20-an meter. Juga ada 3 kendaraan alat berat parkir di lokasi tersebut. *
Penulis: Wentho Eliando / Editor: Anton Harus










