LABUAN BAJO, FLORESPOS.net – Stok beras di Badan Urusan Logistik (Bulog) Cabang Labuan Bajo Kabupaten Manggarai Barat (Mabar) Nusa Tenggara Timur (NTT) 800 ton atau cukup untuk ketahanan pangan 3 bulan ke depan.
Kepala Bulog Cabang Labuan Bajo-Mabar, Pier Solissa mengatakan itu menanggapi FloresPos. Net di Labuan Bajo, Selasa (3/10/2023), terkait stok beras, minyak goreng, gula pasir dan terigu di Bulog setempat terkini.
Sesuai regulasi, demikian Solissa, harga eceran tertinggi (HET) beras tersebut (Bulog) yakni Rp. 11.500 per kilogram (kg).
Menurut Solissa, Bulog datangkan beras 800 ton tersebut dari Nusa Tenggara Barat (NTB) dan Jawa Timur (Jatim). Dan 800 ton itu juga termasuk beras import asal Vietnam melalu Jatim.
Bulog tidak bisa membeli beras lokal yang ada di para petani Mabar karena harga terlalu tinggi, di atas harga Bulog. Disamping itu, ketersedian di tingkat petani Mabar juga terbatas, hanya pas untuk konsumsi keluarga.
Sesuai regulasi, harga beras Bulog kelas medium di NTT, termasuk Mabar, Rp. 11.500/kg, beras premium Rp. 14.400/kg. NTT masuk zona 2. Sedangkan harga beras lokal Mabar sekitar Rp.14 ribu-Rp.15 ribu/kg.
Pangan lain yang ada di Bulog Labuan Bajo terkini yakni gula pasir, terigu dan minyak goreng.
Stok gula pasir 35 ribu kg, harga jual Rp.15 ribu/kg. Stok terigu 1000 kg, dijual Rp. 13 ribu/kg, dan stok minyak goreng 18 ribu liter, dijual Rp.18 ribu/liter.
Pihak Bulog Labuan Bajo Mabar, lanjut Solissa, juga menyurati pihak Bulog wilayah NTT dan Bulog Pusat untuk alokasikan 500 ton beras guna mengantisipasi Natal pada Desember 2023 dan Tahun Baru 2024.
Diberitakan media sebelumnya, harga beras meningkat tajam, Pemkab Mabar gandeng Bulog gelar Pasar murah. *
Penulis: Andre Durung/Editor:Anton Harus










