MAUMERE, FLORESPOS.net-Badan Urusan Logistik (Bulog) Cabang Maumere bersama mitra yakni Polres Sikka, Kodim 1603 Sikka, Lanal Maumere dan Dinas Ketahanan Pangan Kabupaten Sikka melaksanakan Gerakan Pangan Murah.
Kegiatan ini untuk memastikan ketersediaan dan keterjangkauan pangan bagi masyarakat, khususnya masyarakat dengan kondisi ekonomi menengah ke bawah yang tersebar di wilayah Kabupaten Sikka.
“Gerakan ini juga bertujuan untuk menekan laju inflasi, menstabilkan harga pangan dan meringankan beban masyarakat akibat kenaikan harga,” sebut Kepala Bulog Cabang Maumere, Marten Luther Sesa, Jumat (15/8/2025).
Marten mengatakan, selain itu Bulog Cabang Maumere mempunyai 26 mitra yang berperan sebagai penyalur di pasar rakyat yakni Pasar Alok Maumere dan Pasar Tingkat Maumere.
Ia memaparkan, Kodim Sikka yang membawahi 5 Koramil sudah menggelar pasar murah sebanyak 19,5 ton beras selama hari Rabu (13/8/2025) hingga Jumat (15/8/2025).
“Polres Sikka juga sudah menyalurkan beras SPHP sebanyak 22,3 ton melalui 8 Polsek.Tadi pagi ada permintaan lagi dari Polsek Nita sebanyak 2 ton karena ada masyarakat yang belum kebagian.Total untuk Polres Sikka sebanyak 24,3 ton,” terangnya.
Dinas Ketahanan Pangan menggelar pasar murah dan sudah tersalurkan 5,735 ton selama 2 hari yakni Rabu (13/8/2025) dan Kamis (14/8/2025) sementara Lanal Maumere akan dilaksanakan Rabu (20/8/2025) sebanyak 5 ton.
Dirinya bersyukur mendapat dukungan dari TNI, Polri dan Pemda Sikka melalui Dinas Ketahanan Pangan dalam penyaluran beras SPHP melalui pasar murah dan Gerakan Pangan Murah.
“Di Kabupaten Sikka angka inflasi per Juli 2025 sudah naik 3,4 persen dan sudah mendekati batas nasional sebesar 2,5 persen plus minus 1.Pada dasarnya bukan hanya beras tapi harga barang dan jasa penyumbang inflasi,” ungkapnya.
Marten menyebutkan, Bulog juga bekerjasama dengan PT.Pos dan Giro dengan menyediakan outlet penjualan di kantor Pos dan Giro selain di kantor Bulog Maumere sendiri.
Lanjutnya, pimpinan pusat juga sudah mengarahkan agar Bulog dapat bekerjasama dengan PT. Pegadaian di berbagai wilayah dalam membuka outlet pangan murah.
“Diharapkan kegiatan yang dilakukan bisa menurunkan angka inflasi di Kabupaten Sikka.Juga menurunkan harga beras medium yang saat ini sudah mencapai Rp16 ribu per kilogram jauh di atas harga yang ditetapkan pemerintah,” terangnya.
Marten menyebutkan, Harga Eceren Tertinggi (HET) yang ditetapkan pemerintah untuk beras sebesar Rp13.100 per kilogramnya.
Menurutnya, beras dikonsumsi setiap hari sehingga mau tidak mau Bulog Maumere akan terus gelontorkan hingga tanggal 31 Desember 2025 mendatang.
“Harga beras 5 kilogram dijual Rp60 ribu, gula pasir Rp19 ribu per kilogram dan minyak goreng atu liter Rp18 ribu,” paparnya.
Ambroius Bura warga Desa Watuliwung, Kecamatan Kangae yang ditemui di Kantor Bulog Maumere mengaku harga beras yang dijual lebih murah dan kualitasnya juga bagus.
Ambrosius mengaku membeli sebanyak 10 kilogram karena dibatasi maksimal hanya 10 kilogram atau 2 karung ukuran 5 kilogram untuk setiap pembeli sehingga dirinya datang dan membeli langsung di Bulog Maumere.
“Harga di pasar paling murah Rp14 ribu per kilogram bahkan ada yang mencapai Rp16 ribu per kilogram.Saya sudah dua kali membeli beras di Kantor Bulog Maumere,” pungkasnya. *
Penulis : Ebed de Rosary
Editor : Wentho Eliando










