BORONG, FLORESPOS.net – Dua tahun sudah bangunan gedung Rumah Sakit Pratama (RSP) Watu Nggong, Kecamatan Congkar, Kabupaten Manggarai Timur (Matim) selesai di bangun, namun hingga kini belum dimanfaatlkan untuk melayani masyarakat. Hal itu disebabkan belum keluarnya izin operasional RS Pratama Watu Nggong.
Demikian Kepala Dinas Kesehatan Manggarai Timur, dr. Surip Tintin di Borong, Jumat, (1/9/2023).
Kadis SuripTintin mengatakan, target RS Watu Nggong beroperasi pada Desember 2023. Saat ini berbagai proses yang sementara dilakukan yakni Izin Operasional, persiapan SDM mulai dari Direktur hingga pejabat yang bekerja untuk persiapan administrasi dan pelayanan bagi masyarakat.
Selain SDM, yang juga disiapkan adalah arus listrik untuk kepentingan RS Watu Nggong, karena kelistrikan harus terpisah dengan masyarakat umum, rumah sakit mesti memiliki jaringan khusus dan gardu tersendiri.
“Jika sudah tersambung, maka dinas PUPR akan mengeluarkan Sertifikat Laik Fungsi (SLF), sebagai salah satu syarat agar RS tersebut bisa beroperasi”.
Sementara limbah B3, sudah mendapat izin dari Kementerian Lingkungan Hidup. Setelah ada SLF, mengundang lagi tim visitasi dari Dinas Kesehatan Provinsi NTT, yang kemudian bisa keluarkan rekomendasi kepada Kementerian Kesehatan RI untuk keluarkan nomor registrasi.
Lebih lanjut dokter Tintin mengatakan, setelah adanya nomor registrasi tersebut, RS Pratama baru bisa terima atau melayani pasien. Visitasi dilakukan untuk melihat kesesuaian antara persyaratan yang ada di dalam regulasi dengan kondisi riil di lapangan. Sehingga setelah listrik tersambung dan SLF sudah ada, maka pihaknya akan mengundang tim visitasi.
“Kita semua berharap RS Pratama Watu Nggong secepatnya digunakan untuk melayani masyarakat. Namun kita juga harus mengurus berbagai persiapan sehingga dikemudian hari tidak mengalami kendala saat mulai operasi,” kata dokter Tintin.
Penulis: Albert Harianto/Editor: Anton Harus









