Manggarai Barat Miliki 37 Kampung KB - FloresPos Net

Manggarai Barat Miliki 37 Kampung KB

- Jurnalis

Selasa, 29 Agustus 2023 - 18:28 WITA

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

LABUAN BAJO, FLORESPOS.net-Kabupaten Manggarai Barat (Mabar), NTT, untuk sementara memiliki 37 Kampung Keluarga Berkualitas (Kampung KB) (KKB). Ke 37 KKB tersebar di semua kecamatan di Mabar yang berjumlah 12.

Demikian Rafael Guntur, Kepala Dinas Pengendalian Penduduk dan Keluarga Berencana (P2KB) Mabar kepada Florespos.net di Labuan Bajo baru-baru ini.

Disebutkan, Kampung KB Warloka di Kecamatan Komodo. Kampung KB Wae Jare dan KKB Golo Damu di Kecamatan Mbeliling. Kampung KB Wae Sano dan KKB Golo Sengang di Kecamatan Sano Nggoang.

Kampung KB Watu Waja, KKB  Repi, KKB Munting, KKB Modo, dan KKB Wae Mose di Kecamatan Lembor Selatan. Kampung KB Kelurahan Tangge, KKB Siru, dan KKB Ngancar di Kecamatan Lembor. Kampung KB Galang, KKB Racang Welak, dan KKB Sewar di Kecamatan Welak.

Baca Juga :  ASEAN-Korea Selatan Tingkatkan Kerja Sama Perangi Kejahatan

Kemudian, di Kecamatan Pacar meliputi Kampung KB Benteng Ndope, KKB Kombo, KKB Pong Kolong, dan KKB Golo Lajang Barat. Di Kecamatan Kuwus terdiri dari Kampung KB Bangka Lewat, KKB Sama, dan KKB Lawi.

Di Kecamatan Masang Pacar ada Kampung KB Watu Manggar, KKB Watu Baru, dan KKB Nggilat.

Sedangkan Kampung KB di Kecamatan Ndoso meliputi Kampung KB Golo Keli, KKB Golo Poleng, dan KKB Ndoso.

Di Kecamatan Boleng mencakupi Kampung KB Beo Sepang, KKB Batu Tiga, KKB Pota Wangka, dan KKB Tanjung Boleng. Di Kecamatn Kuwus Barat ada Kampung KB Compang Kolang, KKB Golo Riwu, dan KB Golo Wedong.

Menurut Kadis Guntur, Kampung KB adalah satuan wilayah setingkat desa dimana terdapat integrasi dan konvergensi penyelenggaraan pemberdayaan dan penguatan institusi keluarga dalam seluruh dimensinya guna meningkatkan kualitas sumber daya manusia, keluarga, dan masyarakat.

Baca Juga :  Maha Putra Kirim 2 Tim ke Suzuki Cup 1 di Ende

Perlunya Kampung KB di Indonesia, termasuk Mabar, karena ada masalah. Hal dimaksud masih banyak desa tertinggal, jumlah penduduk miskin masih tinggi, jumlah angka kelahiran usia produktif cukup tinggi, banyak keluarga beresiko stunting, program kependudukan, keluarga berencana dan pembangunan keluarga (KKBPK) melemah.

Mengatasi masalah-masalah tersebut perlu komitmen bersama, pendekatan kewilayahan, berbasis Keluarga, dan partisipasi masyarakat.

Muaranya, lanjut Kadis Guntur, untuk kesejahteraan masyarakat. Program Kampung KB antara lain bicara mengatur jarak kelahiran. Harapannya kelak melahirkan generasi-generasi berkualitas. *

Penulis: Andre Durung / Editor: Wentho Eliando

Berita Terkait

Kumpulkan 200 Guru Hononer, Melchias Marcus Mekeng Komit Perjuangkan Anggaran Pendidikan dan Nasib Guru
Pemangku Adat Kecewa Terkait Pola Pikir Pejabat Partai dan Pemberian Gelar Raja untuk Jokowi
Kader Kesehatan Puskesmas Riaraja Jadi ‘Jembatan Emas’ Temukan Kasus Suspek TBC Secara Dini
PAN Ende Gelar Rakerda dan Lantik Pengurus DPC, AYO: Ini Rumah Besar untuk Semua
Festival Golo Koe Maria Assumpta Nusantara 2026: Hadirkan Harmoni Spiritualitas, Budaya, dan Pariwisata Berkelanjutan
Setelah Soekarno Cup, PBVSI Ende Gelar Turnamen Voli Antar Pelajar Sedaratan Flores-Lembata
Sukses Gelar Soekarno Cup 1, Yosef Badeoda: Ini Akan Jadi Ajang Rutin dari PDI Perjuangan
Dorong Swasembada Pangan, Pemda Nagekeo Monitoring Cetak Lahan Desa Langedhawe
Berita ini 65 kali dibaca

Berita Terkait

Sabtu, 8 Agustus 2026 - 22:50 WITA

Kumpulkan 200 Guru Hononer, Melchias Marcus Mekeng Komit Perjuangkan Anggaran Pendidikan dan Nasib Guru

Sabtu, 8 Agustus 2026 - 19:36 WITA

Pemangku Adat Kecewa Terkait Pola Pikir Pejabat Partai dan Pemberian Gelar Raja untuk Jokowi

Sabtu, 8 Agustus 2026 - 19:26 WITA

Kader Kesehatan Puskesmas Riaraja Jadi ‘Jembatan Emas’ Temukan Kasus Suspek TBC Secara Dini

Sabtu, 8 Agustus 2026 - 19:17 WITA

PAN Ende Gelar Rakerda dan Lantik Pengurus DPC, AYO: Ini Rumah Besar untuk Semua

Sabtu, 8 Agustus 2026 - 18:15 WITA

Festival Golo Koe Maria Assumpta Nusantara 2026: Hadirkan Harmoni Spiritualitas, Budaya, dan Pariwisata Berkelanjutan

Berita Terbaru