LABUAN BAJO, FLORESPOS.net-Kabupaten Manggarai Barat (Mabar), NTT, untuk sementara memiliki 37 Kampung Keluarga Berkualitas (Kampung KB) (KKB). Ke 37 KKB tersebar di semua kecamatan di Mabar yang berjumlah 12.
Demikian Rafael Guntur, Kepala Dinas Pengendalian Penduduk dan Keluarga Berencana (P2KB) Mabar kepada Florespos.net di Labuan Bajo baru-baru ini.
Disebutkan, Kampung KB Warloka di Kecamatan Komodo. Kampung KB Wae Jare dan KKB Golo Damu di Kecamatan Mbeliling. Kampung KB Wae Sano dan KKB Golo Sengang di Kecamatan Sano Nggoang.
Kampung KB Watu Waja, KKB Repi, KKB Munting, KKB Modo, dan KKB Wae Mose di Kecamatan Lembor Selatan. Kampung KB Kelurahan Tangge, KKB Siru, dan KKB Ngancar di Kecamatan Lembor. Kampung KB Galang, KKB Racang Welak, dan KKB Sewar di Kecamatan Welak.
Kemudian, di Kecamatan Pacar meliputi Kampung KB Benteng Ndope, KKB Kombo, KKB Pong Kolong, dan KKB Golo Lajang Barat. Di Kecamatan Kuwus terdiri dari Kampung KB Bangka Lewat, KKB Sama, dan KKB Lawi.
Di Kecamatan Masang Pacar ada Kampung KB Watu Manggar, KKB Watu Baru, dan KKB Nggilat.
Sedangkan Kampung KB di Kecamatan Ndoso meliputi Kampung KB Golo Keli, KKB Golo Poleng, dan KKB Ndoso.
Di Kecamatan Boleng mencakupi Kampung KB Beo Sepang, KKB Batu Tiga, KKB Pota Wangka, dan KKB Tanjung Boleng. Di Kecamatn Kuwus Barat ada Kampung KB Compang Kolang, KKB Golo Riwu, dan KB Golo Wedong.
Menurut Kadis Guntur, Kampung KB adalah satuan wilayah setingkat desa dimana terdapat integrasi dan konvergensi penyelenggaraan pemberdayaan dan penguatan institusi keluarga dalam seluruh dimensinya guna meningkatkan kualitas sumber daya manusia, keluarga, dan masyarakat.
Perlunya Kampung KB di Indonesia, termasuk Mabar, karena ada masalah. Hal dimaksud masih banyak desa tertinggal, jumlah penduduk miskin masih tinggi, jumlah angka kelahiran usia produktif cukup tinggi, banyak keluarga beresiko stunting, program kependudukan, keluarga berencana dan pembangunan keluarga (KKBPK) melemah.
Mengatasi masalah-masalah tersebut perlu komitmen bersama, pendekatan kewilayahan, berbasis Keluarga, dan partisipasi masyarakat.
Muaranya, lanjut Kadis Guntur, untuk kesejahteraan masyarakat. Program Kampung KB antara lain bicara mengatur jarak kelahiran. Harapannya kelak melahirkan generasi-generasi berkualitas. *
Penulis: Andre Durung / Editor: Wentho Eliando









