MAUMERE, FLORESPOS.net-Puluhan unit lembaga instansi pemerintah, swasta, sekolah, perguruan tinggi, organisasi kemasyarakatan, UMKM, paguyuban masyarakat/daerah, dan lembaga usaha lainnya berpartisipasi aktif dalam pawai karnaval untuk memaknai momen bersejarah HUT ke-78 Proklamasi Kemerdekaan RI Tingkat Kabupaten Sikka, Sabtu (19/8/2023).
Semua peserta yang terlibat dalam pawai karnaval ini menunjukkan pelbagai kreasi dan keunikan mereka seraya mewariskan pesan kepada publik.
Salah satu keunikan yang ditunjukkan peserta karval yang menyedot perhatian ribuan warga Kabupaten Sikka, tatkala Paguyuban Keluarga Jawa yang ada di Maumere, Ibu Kota Kabupaten Sikka selama pawai karnaval berlangsung mengusung keranda mayat yang bertuliskan “Tukan Korupsi Mati Jalan Sendiri”.
Disaksikan Florespos.net, sekitar puluhan anggota keluarga besar Paguyuban Keluarga Jawa di Kota Maumere berbaur dengan unit peserta karnaval.
Mereka bergerak dari Lapangan Kota Baru Maumere, Kecamatan Alok Timur, lalu mengikuti rute ke arah barat menuju Jalan Ahmad Yani, Jalan Negara depan PLN Maumere, Jalan menuju Wairklau, Jalan El Tari, dan beberapa ruas jalan utama di Kota Maumere lalu tiba kembali di Lapangan Kota Baru.
Ketika Tim Karnaval Paguyuban Keluarga Jawa tiba di depan tenda VIP yang terletak di bawah ringangan pohon beringin tua depan Gedung Sikka Covention Center (SCC) di mana di sana ada Bupati Sikka Fransiskus Roberto Diogo dan Ibu Maria Cahyani Idong; Wabup Sikka Romanus Woga dan Ibu, Sekda Sikka Adrianus F. Parera, dan para tamu VIP lainnya, tim pengusung keranda mayat rehat beberapa menit dan mengkampanyekan berantas korupsi.
Dalam aksi di hadapan tamu VIP, saat petugas pengusung keranda mayat tiba di tenda VIP, mereka menunjukkan bagaimana aksi para tuyul yang diperankan beberapa orang, dan aksi pocong dalam mencuri uang.
Aksi mereka ini menyedot perhatian warga, dan tak sedikit di antara penonton mengabadikan momen pengusung keranda mayat dan aksi para tuyul dan pocong dalam menilep uang alias korupsi.
Sejumlah penonton memberikan komentar positif terkait aksi pengusungan keranda mayat ini selama pawai karnaval ini.
Mama Katarina, warga Kelurahan Beru, Kecamatan Alok Timur menilai aksi pengusungan keranda mayat ini sebagai bentuk kepedulian warga menyikapi maraknya kasus korupsi di sejumlah daerah di Indonesia, termasuk di Kabupaten Sikka.
“Semoga dengan aksi pengusungan keranda mayat ini dan bagaimana tuyul beraksi bisa memberikan pesan agar kita semua berkomitmen serius cegah dan atasi korupsi yang kian marak belakangan ini,” katanya.
Tampilkan Pesona Nian Tana untuk Indonesia Maju
Ketua/Koordinator Pawai Karnaval yang juga Plt. Kadis Pariwisata Kabupaten Sikka, Even Edomeko yang dihubungi usai pelaksanaan pawai karaval menjelaskan bahwa Pawai Karnaval di Kabupaten Sikka tahun ini mengusung tema Pesona Nian Tana Sikka untuk Indonesia Maju.
Di bawah tema ini, urainya, setiap unit yang mengikuti pawai karnaval diharapkan menampilkan pesoan Nian Tana di bidang pariwisata dan bidang-bidang yang menginspirasi Nian Tana dalam upaya mewujudkan Indonesia maju di bidang apa saja, termasuk bidang pariwisata, dan budaya perangi korupsi.
Dijelaskannya, dalam upaya menampilkan pesona Nian Tana di bidang pariwisata, maka dalam pawai Karnaval pada tahun 2023 ini, Pemkab Sikka mempercayakan Dinas Pariwisata sebagai koordinator Pawai Karnaval.
“Karena itu, dalam pawai karnaval ini, kita menampilkan dua Desa Wisata yakni Desa Uma Uta dengan Sanggar Budaya Doka Tawatana yang dipimpin Bapak Kletus Beru, dan Desa Lewomada.”
“Desa Uma Uta merupakan desa peraih Juara II Anugerah Desa Wisata Indonesia yang diselanggarakan Kementerian Pariwisaa tahun 2022. Desa Uma Uta dan Desa Lewomada dalam pawai karnaval ini menampilkan tarian unik, dan pakaian adat khas setempat,” kata Even Edomeko.
Selain menampilkan desa wisata, lanjut Mantan Kabag Humans Setda Kabupaten Sikka ini, peserta pawai karnaval juga menampilkan kreasi pesona Sikka seperti teater jalanan/drama perjuangan pahlawan Teka Iku atau pesona Nian Sikka lainnya.
“Pesan yang disampaikan bagaimana peserta karnaval bisa menampikan pesona Nian Tana Sikka yang berkontribusi untuk mewujudkan Indonesia Maju,” kata Even Edomeko. *
Penulis: Wall Abulat/Editor: Wentho Eliando










