Jumlah Penduduk Miskin Ekstrem di Ende Masih Tinggi - FloresPos Net

Jumlah  Penduduk Miskin Ekstrem di Ende Masih Tinggi

- Jurnalis

Rabu, 12 Juli 2023 - 16:13 WITA

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

ENDE, FLORESPOS.net – Jumlah penduduk miskin ekstrem di Kabupaten Ende, Provinsi Nusa Tenggara Timur (NTT) pada tahun 2022 masih tinggi.

Menurut data dari Badan Pusat Statistik (BPS) Kabupaten Ende menyebutkan jumlah penduduk miskin ekstrem di Ende sebanyak 30.290  orang.

Angka tersebut jika dibandingkan dengan 21 Kabupaten/Kota di NTT maka  kemiskinan ekstrem di Ende tertinggi  diatas Manggarai Barat sebesar 28.520 orang dan Sumba Timur 27.740 orang.

Kepala Badan Pusat Statistik Kabupaten  Ende Martinus Tulit  Beni SST.M,Si  ketika di konfimasi, Jumat (7/7/2023) lalu mengatakan kmiskinann ekstrem adalah kondisi ketidakmampuan dalam memenuhi kebutuhan dasar seperti kebutuhan makanan dan minuman, air bersih,  kesehatan tempat tinggal,  pendidikan dan akses informasi.

Baca Juga :  Antusias Pasar Murah 1000 Paket Sembako, Golkar Flores Timur Tambah 200 Paket Tanpa Kupon

Hal tersebut tidak hanya sebatas pada pendapatan tapi juga pada tatanan sosial seperti upacara adat dan keagamaan lainnya.

Dikatakanya bahwa penduduk miskin ekstrem adalah bagian dari penduduk miskin. Perbedaan antara penduduk miskin dan kemiskinan ekstrem yaitu miskin ekstrem adalah mereka yang memiliki pengeluaran perkapita dibawah garis kemiskinan.

Secara kasar dapat dikatakan pengeluaran perkapita per hari RP,11.941,1 maka  pendapatan perkapita sebulan sama dengan Rp.358,233.

Kondisi ini maka berada dibawah garis kemiskinan kabupaten Ende yang sebesar Rp. 473. 430. Dengan demikian penduduk tersebut  masuk kategori penduduk miskin ektrem.

Mengingat kemiskinan ekstrem adalah bagian dari penduduk miskin maka penduduk miskin di Ende pada tahun 2022 sebanyak 63. 400 orang dimana 30. 290 orang diantaranya adalah kategori penduduk miskin ekstrem dan  sekitar 33. 110 orang yang sudah  terlepas dari kemiskinan ekstrem.

Baca Juga :  Keluhan IGTKI Manggarai, Banyak Program Tak Bisa Dilaksanakan

Martin menjelaskan faktor penyebab kemiskinan esktrem adalah  upah minimum yang tidak memadai, taraf hidup masyarakat yang buruk ,meningkatnya angka pengangguran setiap tahun tanpa ada tambahan kesempatan kerja.

Untuk itu  perlu dilakukan upaya untuk mengatasi  kemiskinan ekstrem adalah penyempurnaan program perlindungan sosial, peningkatan akses masyarakat miskin terhadap pelayanan dasar pemberdayaan masyarakat dan pembangunan yang inklusif.*

Penulis:Willy Aran/Editor: Anton Harus

Berita Terkait

SMAK Syuradikara Kembali Kirim Dua Siswa ke Universitas Nanzan-Jepang
SMAK Negeri Malaruma Lape, Tonggak Baru Pendidikan Menengah di Nagekeo
Peringati HUT Perpustakaan dan Kearsipan, Wabup Sikka Ajak Masyarakat Perkuat Budaya Literasi dan Tertib Arsip
Ketua IKAL Lemhannas NTT Pastor Rofinus Neto Wuli Dilantik Menjadi Pengurus Pusat Lemhannas RI
Persena Nagekeo Berlaga di Liga 4 Nasional Piala Presiden, AWK Bantu Rp 50 Juta
Kantor Kesbangpol Flores Timur Memprihatinkan, Seng Bocor dan Plafon Terlepas
Ini Kata Rektor Uniflor Saat Wisuda 203 Sarjana Baru
Wabup Nagekeo Lepas Tim Persena Laskar Sekatalo Bertolak ke Liga 4 Nasional Piala Presiden 2026
Berita ini 145 kali dibaca

Berita Terkait

Selasa, 19 Mei 2026 - 14:51 WITA

SMAK Syuradikara Kembali Kirim Dua Siswa ke Universitas Nanzan-Jepang

Selasa, 19 Mei 2026 - 13:22 WITA

SMAK Negeri Malaruma Lape, Tonggak Baru Pendidikan Menengah di Nagekeo

Senin, 18 Mei 2026 - 20:32 WITA

Peringati HUT Perpustakaan dan Kearsipan, Wabup Sikka Ajak Masyarakat Perkuat Budaya Literasi dan Tertib Arsip

Senin, 18 Mei 2026 - 16:56 WITA

Persena Nagekeo Berlaga di Liga 4 Nasional Piala Presiden, AWK Bantu Rp 50 Juta

Senin, 18 Mei 2026 - 14:31 WITA

Kantor Kesbangpol Flores Timur Memprihatinkan, Seng Bocor dan Plafon Terlepas

Berita Terbaru

Opini

Senjata yang Pulang, Perdamaian yang Tumbuh

Selasa, 19 Mei 2026 - 13:38 WITA