MAUMERE, FLORESPOS.net-Ketua KPU Kabupaten Sikka, NTT, Yohanes Krisostomus Feri membeberkan lima potensi masalah yang bakal dihadapi pada pemilu serentak, 14 Februari 2024.
Lima potensi dimaksud Ketua KPU Sikka, yakni tidak semua TPS (ada desa) di Kabupaten Sikka belum bisa diakses listrik, sementara salinan C1 nanti tidak tulis tangan, tetapi di fotocopi, dan kendala tidak semua warga di sekitar TPS memiliki printer yang berfungsi juga sebagai alat fotocopi.
Ketua KPU Sikka, Feri menyampaikan itu kepada wartawan saat Media Gathering Pelaksanaan Tahapan Pemilu Tahun 2024, di Café Rindu Lokaria Maumere, Selasa (4/7/2023).
Beberapa potensi kendala yang bakal dihadapi, lanjut Feri. Pertama, pemilih potensial non KTP Elektronik sebanyak 19.949 orang. KPU minta instansi terkait untuk memeroses pengurusan KTP Elektronik bagi pemilih potensial.
Kedua, jumlah TPS meningkat menjadi 1.005 atau ada penambahan 111 TPS dibanding Pemilu 2019 sebanyak 894 TPS. Dengan penambahan TPS, KPU Sikka membutuhkan lebih banyak KPPS dan Linmas. Apakah SDM yang dimiliki cukup?
Ketiga, apakah semua TPS mempunyai akses listrik? (Salinan C1 nanti tidak tulis tangan, tetapi difotocopi), dan apakah di sekitar TPS, ada warga yang memiliki printer yang berfungsi juga sebagai alat fotocopi.
Terkait kendala printer/fotokopi, KPU Sikka berencana menyewa Printer/mesin fotokopi pada TPS, di mana warganya tidak memiliki peralatan dimaksud.
Hadir mendampingi Ketua KPU Sikka saat Media Gathering, Anggota Divisi Hukum dan Pengawasan Herimanto, dan Anggota Divisi Sosialisasi, Pendidikan Pemilih, Partisipasi Masyarakat, dan Sumber Daya Manusia, Yuldensia Theresiana Hesty.*
Penulis: Wall Abulat/Editor: Wentho Eliando










