ENDE, FLORESPOS.net-Fraksi PDIP DPRD Kabupaten Ende, NTT, menyoroti masalah kebersihan dan sampah di Kota Ende belakangan ini.
Di setiap sudut kota yang berlabelkan Kota Rahim Pancasila ini terdapat tumpukan sampah yang tidak diurus dengan baik oleh Pemerintah Daerah.
Ketua Fraksi PDIP, Vinsen Sangu saat sidang paripurna di DPRD Ende, Selasa (6/6/2023) mendesak pemerintah agar memperhatikan permasalahan persampahan di kota yang terlihat menumpuk di setiap hari di sudut kota dan jalan utama.
Fraksi mendesak pemerintah agar secara sungguh-sungguh memprioritaskan masalah lingkungan, kebersihan dan keindahan kota secara maksimal melalui ketersediaan tenaga pengangkut sampah serta armada yang layak dan mencukupi.
“Fraksi meminta pemerintah mengurus sampah di kota. Saat ini terlihat sampah menumpuk di jalan dan setiap sudut kota,” kata Vinsen.
Terkait masalah sampah di Kota Ende, saat ini petugas kebersihan masih melakukan aksi mogok kerja. Petugas kebersihan menuntut pemerintah membayar gaji sejak bulan Januari-Mei 2023 karena mereka sudah bekerja.
Malahan ini juga sudah diadukan oleh petugas kebersihan yang selama ini bekerja di Dinas Lingkungan Hidup (DLH) ke DPRD Ende.
Hingga saat ini petugas kebersihan di DLH Ende juga menolak menandatangani kontrak dengan PT Eli Viktory Jaya sebagai pihak ketiga yang mengelola outsourcing di DLH. Mereka meminta pemerintah menyelesaikan tunggakan gaji sebelum tanda tangan kontrak outsourcing.
PT Eli Viktory Jaya sebagai pemenang tender pengelola outsourcing petugas kebersihan di DLH Ende beralamat di jalan D.I Panjaiatan atau jalan baru Kelurahan Mautapaga, Kecamatan Ende Timur.
Pengaduan dari petugas kebersihan ini akan dibahas oleh DPRD Ende bersama OPD terkait pada Rabu (7/6/2023).*
Penulis: Willy Aran / Editor: Wentho Eliando













