RUTENG, FLORESPOS.net – Gubernur NTT Viktor Bungtilu Laiskodat memastikan akan menangani jalur jalan Provinsi yang hancur dalam 10 tahun terakhir di wilayah Kecamatan Reok Barat dan Reok, Manggarai.
Penanganan segera akan fokus pada titik-titik yang rusak parah mulai dari Kampung Sambor, Kampung Munta hingga Kajong di Kecamatan Reok Barat dan seterusnya menuju Kecamatan Reok.
Kepastian akan penanganan itu disampaikan Gubernur Laiskodat saat berbicara di hadapan pelbagai elemen, termasuk Pemkab Manggarai yang berlangsung di Aula Paroki Kajong, Kevikepan Reo, Manggarai dalam rangkaian kegiatannya selama dua hari (14-15/5/2023).
Ketika itu, Gubernur bersama Dirut Bank NTT Harry Alex Riwu Kaho, anggota DPRD Provinsi, Bony Jebarus, bersama sejumlah pejabat Pemprov NTT berada Kecamatan Reok Barat atas undangan Pastor Paroki Kajong Rm. Bernadus Palus Pr.
Gubernur Laiskodat mengatakan, masalah jalan raya yang menjadi soal baik di wilayah Mabar maupun Manggarai pasti diselesaikan. Urus jalan raya yang baik adalah pekerjaan pemerintah.
“Saya pastikan jalan raya yang ada ditangani. Tetapi, tetap harus secara bertahap,” katanya.
Untuk sekarang ini, demikian Gubernur Laiskodat, harus ditangani tuntas pada titik-titik yang paling parah. Hal itu menjadi prioritas agar lalu lintas masyarakat tidak mengalami kendala seperti terjadi selama ini.
Sebagai Gubernur, dirinya telah meminta Kadis PUPR NTT untuk merencanakan dan menganggarkan secara baik penanganan jalur jalan yang ada mulai Mabar, Manggarai sampai Matim. Hal itu penting sekali agar semua jalan Provinsi tertangani semua nantinya.
Menurutnya, jalan Provinsi di NTT yang rusak sepanjang 1.500 Km. Yang sudah dan sedang ditangani belakangan ini sepanjang 1.000 Km. Dengan demikian, masih ada 500 Km yang belum ditangani.
Dan, yang belum ditangani itu yang sudah pasti terus diurusi ke depan. Tentu penanganan tetap disesuaikan dengan anggaran yang ada.
Sedangkan Wabup Heri Ngabut mengatakan, kondisi jalan Provinsi dari perbatasan Mabar hingga Kedindi Reo, bervariasi keadaannya. Umumnya rusak mulai yang rusak ringan, sedang hingga parah dan bahkan hancur pada cukup banyak titik.
“Kita mohon perhatiannya untuk penanganan jalan yang ada. Ditangani secara bertahap tidak apa-apa. Yang parah ditangani lebih dahulu,” katanya.
Gubernur Laiskodat sendiri menyusuri jalan raya yang ada dengan titik star Labuan Bajo menuju Nggorang, seterusnya ke Terang, Noa, Pacar, Rego, Kajong, Reo dan Pota, Matim.
Gubernur dan jajarannya melihat dan mengalami kondisi jalan yang hancur mulai Pateng, perbatasan Mabar, lalu masuk Manggarai mulai dari Sambor menuju Kajong dan seterusnya ke Reok.
Tetapi, keadaan jalan ketika itu sudah sedikit lebih baik karena pada sejumlah yang rusak parah telah ditimbun sirtu dalam beberapa hari hari terakhir ini menjelang kedatangan Gubernur Laiskodat. *
Penulis: Christo Lawudin/editor: Anton Harus










