Gubernur Laiskodat Pastikan Jalan Rusak di Manggarai Ditangani - FloresPos Net

Gubernur Laiskodat  Pastikan Jalan Rusak di Manggarai Ditangani

- Jurnalis

Selasa, 16 Mei 2023 - 09:02 WITA

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

RUTENG, FLORESPOS.net – Gubernur NTT Viktor Bungtilu Laiskodat memastikan akan menangani jalur jalan Provinsi yang hancur dalam 10 tahun terakhir di wilayah Kecamatan Reok Barat dan Reok, Manggarai.

Penanganan segera akan fokus pada titik-titik yang rusak parah mulai dari Kampung Sambor, Kampung Munta hingga Kajong di Kecamatan Reok Barat dan seterusnya menuju Kecamatan Reok.

Kepastian akan penanganan itu disampaikan Gubernur Laiskodat saat berbicara di hadapan pelbagai elemen, termasuk Pemkab Manggarai yang berlangsung di Aula Paroki Kajong, Kevikepan Reo, Manggarai dalam rangkaian kegiatannya selama dua hari (14-15/5/2023).

Ketika itu, Gubernur bersama Dirut Bank  NTT Harry Alex  Riwu Kaho, anggota DPRD Provinsi, Bony Jebarus, bersama  sejumlah pejabat Pemprov NTT berada Kecamatan Reok Barat atas undangan Pastor Paroki Kajong Rm. Bernadus Palus Pr.

Gubernur Laiskodat mengatakan, masalah jalan raya yang menjadi soal baik di wilayah Mabar maupun Manggarai pasti diselesaikan. Urus jalan raya yang baik adalah pekerjaan pemerintah.

Baca Juga :  Alumni Akpol 95 Kirim 1.200 Paket Bantuan untuk Korban Gempa di Tiga Kabupaten

“Saya pastikan jalan raya yang ada ditangani. Tetapi, tetap harus secara bertahap,” katanya.

Untuk sekarang ini, demikian Gubernur Laiskodat, harus ditangani tuntas pada titik-titik yang paling parah. Hal itu menjadi prioritas agar lalu lintas masyarakat tidak mengalami kendala seperti terjadi selama ini.

Sebagai Gubernur, dirinya telah meminta Kadis PUPR NTT untuk merencanakan dan menganggarkan secara baik penanganan jalur jalan yang ada mulai Mabar, Manggarai sampai Matim. Hal itu penting sekali agar semua jalan Provinsi tertangani semua nantinya.

Menurutnya, jalan Provinsi di NTT yang rusak sepanjang 1.500 Km. Yang sudah dan sedang ditangani belakangan ini sepanjang 1.000 Km. Dengan demikian, masih ada 500 Km yang belum ditangani.

Dan, yang belum ditangani itu yang sudah pasti terus diurusi ke depan. Tentu penanganan tetap  disesuaikan dengan anggaran yang ada.

Baca Juga :  Bakal Calon Independen di Manggarai Mesti Bawa Tiga Dokumen Persyaratan

Sedangkan Wabup Heri Ngabut mengatakan, kondisi jalan Provinsi dari perbatasan Mabar hingga Kedindi Reo, bervariasi keadaannya. Umumnya rusak mulai yang rusak ringan, sedang hingga parah dan bahkan hancur pada cukup banyak titik.

“Kita mohon perhatiannya untuk penanganan jalan yang ada. Ditangani secara bertahap tidak apa-apa. Yang parah ditangani lebih dahulu,” katanya.

Gubernur Laiskodat sendiri menyusuri jalan raya yang ada dengan titik star  Labuan Bajo menuju  Nggorang, seterusnya ke Terang, Noa, Pacar, Rego, Kajong, Reo dan Pota, Matim.

Gubernur dan jajarannya melihat dan mengalami  kondisi jalan yang hancur mulai Pateng, perbatasan Mabar, lalu masuk Manggarai mulai dari Sambor menuju Kajong dan seterusnya ke  Reok.

Tetapi, keadaan jalan ketika itu sudah sedikit lebih baik karena pada sejumlah yang rusak parah telah ditimbun sirtu dalam beberapa hari hari terakhir ini menjelang kedatangan Gubernur Laiskodat. *

Penulis: Christo Lawudin/editor: Anton Harus

Berita Terkait

Warga Ende Dilarang Membeli Barang Dagangan Pedagang Kaki Lima yang Jual di Badan Jalan dan Trotoar
Technical Delegate PSSI Visitasi Stadion Marilonga Ende, Ini Catatan untuk Pembenahan
Pesan Penting Uskup Maumere Saat Tahbiskan Tujuh Imam Baru Ordo Karmel
Membangun Pendidikan yang Humanis dan Ekologis di Era Digital
Gebrakan Disnakertrans Sikka: Aula Kantor Camat Mego Jadi Pusat Sosialisasi dan Mini Job Fair
Camino Flores, Perjalanan Spiritual dan Karitatif
Pemda Flores Timur Diminta Lakukan Pendekatan ke OJK Agar Debitur Penyintas Lewotobi Diberikan Kemudahan
Pertamina Pantau SPBU di Ende, kondisi Pasokan BBM Berangsur Normal
Berita ini 61 kali dibaca

Berita Terkait

Sabtu, 17 Oktober 2026 - 19:57 WITA

Warga Ende Dilarang Membeli Barang Dagangan Pedagang Kaki Lima yang Jual di Badan Jalan dan Trotoar

Jumat, 16 Oktober 2026 - 21:49 WITA

Technical Delegate PSSI Visitasi Stadion Marilonga Ende, Ini Catatan untuk Pembenahan

Jumat, 16 Oktober 2026 - 07:46 WITA

Membangun Pendidikan yang Humanis dan Ekologis di Era Digital

Rabu, 14 Oktober 2026 - 21:17 WITA

Gebrakan Disnakertrans Sikka: Aula Kantor Camat Mego Jadi Pusat Sosialisasi dan Mini Job Fair

Rabu, 14 Oktober 2026 - 20:52 WITA

Camino Flores, Perjalanan Spiritual dan Karitatif

Berita Terbaru

Bentara Net

BENTARA NET: Mitos Energi Bersih dan Ancaman Ekologis

Sabtu, 17 Okt 2026 - 10:03 WITA

Opini

Quo Vadis Benih Pangan Lokal di Era Pertanian Modern

Jumat, 16 Okt 2026 - 13:33 WITA