Oleh: Pater Kons Beo, SVD
Sabtu, 13 Mei 2023
(Pekan V Paskah, St Andreas Fournet)
Bacaan I Kisah Para Rasul 16:1-10
Mazmur Tanggapan Mzm 100;1-2.3.5
Injil Yohanes 15:18-21
Yoh 15:20 (Non est servus maior domino suo)
JALAN TUHAN penuh derita itu tak pernah terhapus. Bukan karena para murid yang nanti bakal memperpanjang jalan derita itu. Tetapi para murid ‘hanyalah melewati kembali jalan derita itu.’ Itulah Jalan Tuhan.
SAAT mendengar suara Tuhan dan mengikutiNya, maka jalan lama, iya jalan dunia ditinggalkan. Dan jalan baru, jalan kebencian oleh dunia siap ditapaki. Kata-kata Yesus sekian jelas, “Jikalau mereka telah menganiaya AKU, mereka juga akan menganiaya kamu” (Yoh 15:20).
KOMUNITAS jemaat perdana telah membuktikan dalam hidupnya, betapa kebencian dan kekerasan dunia mesti dihadapi penuh risiko. Dengan penuh keberanian dan pantang mundur.
DAN hingga kini kisah murid-murid Tuhan, orang yang percaya kepada Yesus itu tetap hadapi saat-saat sulit. Saat yang menantang kesetiaan dan pengorbanan: tetap kah bertahan di jalan Tuhan? Atau kah segera beralih ke jalan tanpa hambatan, derita dan perbagai rintangan?
TETAPI kita seringkali ditantang dan tergoda untuk tampil “bagai hamba yang melebihi tuannya.” Bisa jauh dari apa yang dimandatkan dan dialami tuan. Benci dan amarah, misalnya, tak boleh dihadapi dengan benci dan amarah pula. Tetapi dihadapi dengan mendoakan dan memberkati.
Tidak kah demikian?
Verbo Dei Amorem Spiranti
Tuhan memberkati.
Amin-Alleluia










