Betulkah Kita Selalu Benar. Orang Lain Selalu Salah?

- Jurnalis

Kamis, 11 Mei 2023 - 14:03 WITA

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Oleh: Pater Kons Beo, SVD

Kamis, 11 Mei 2023

(Pekan V Paskah, St Fransiskus dr Girolamo, St Ignasius dr Laconi)

Bacaan I Kisah Para Rasul 15:7-21

Mazmur Tanggapan Mzm 96:1-2a.2b-3.10

Injil Yohanes 15:9-11 “Allah sama sekali tidak mengadakan pembedaan antara kita dan mereka…”

Kis 15:11 (Et nihil Deus discrevit inter nos et illos fide purificans corda eum)

SUNGGUH mulia hati Allah yang memandang kita semua sebagai anak-anakNYA. DikasihiNYA. Tanpa jasa. Pun tanpa syarat apapun. Itulah Allah yang diwartakan dan ditunjukkan Yesus, Tuhan.

Baca Juga :  Roh Kudus Akan Mengajarmu

ALLAH seperti itulah yang diteruskan pula oleh para rasul dalam pemberitaan. Allah adalah Tuhan bagi semua. Antara dan di dalam Jemaat tak ada pembedaan. Antara sunat dan tak bersunat telah ada Kristus yang menghubungkan dan mempersekutukan.

GEREJA adalah satu ziarah iman dalam kebersamaan dan menyapa semesta dalam persekutuan alam raya. Di situlah spirit pembaptisan menyapa.

“Baptis,” kata Herbert McCabe OP, “Bukanlah sakramen keanggotaan Gereja; tetapi sakramen keanggotaan dengan segenap manusia.”

SEBAB itulah dalam pembaptisan si baptis mesti belajar untuk “mati” dalam cara berpikir, dalam bersikap dan bertindak serta berjuang untuk ‘lumpuh total dalam kata-kata, dalam ucapan atau komentar penuh benci yang cenderung memisahkan.

Baca Juga :  Berjagalah Dalam Doa

Artinya “Dalam ungkapan diri atas dasar batas-batas identitas yang sempit.”, Seolah-olah hanya kita sajalah yang pasti PLUS. Sementara mereka atau  orang lain wajib MINUS-nya. Ini bahaya sudah!

DALAM Yesus, ”kau saudaraku, kau sahabatku. Tiada yang dapat memisahkan kita.” Itulah yang kita yakini.

Verbo Dei Amorem Spiranti

Tuhan memberkati

Amin-Alleluia

Berita Terkait

Makam Kosong
Namanya Adalah Yohanes
Belas Kasihnya Turun Temurun
Ketika Elisabeth Mendengar Salam Maria
Salam Hai Engkau Yang Dikaruniai, Tuhan Menyertaimu
Doamu Telah Dikabulkan
Bersukacitalah Senantiasa
Bapa Mengutus Aku
Berita ini 6 kali dibaca

Berita Terkait

Minggu, 31 Maret 2024 - 12:26 WITA

Makam Kosong

Sabtu, 23 Desember 2023 - 08:04 WITA

Namanya Adalah Yohanes

Jumat, 22 Desember 2023 - 08:10 WITA

Belas Kasihnya Turun Temurun

Kamis, 21 Desember 2023 - 07:42 WITA

Ketika Elisabeth Mendengar Salam Maria

Rabu, 20 Desember 2023 - 08:02 WITA

Salam Hai Engkau Yang Dikaruniai, Tuhan Menyertaimu

Berita Terbaru

Opini

Rasio vs Emosi: Menyikapi Narasi “Darurat 7 Hari”

Senin, 19 Jan 2026 - 21:58 WITA