Oleh: Pater Kons Beo, SVD
Kamis, 11 Mei 2023
(Pekan V Paskah, St Fransiskus dr Girolamo, St Ignasius dr Laconi)
Bacaan I Kisah Para Rasul 15:7-21
Mazmur Tanggapan Mzm 96:1-2a.2b-3.10
Injil Yohanes 15:9-11 “Allah sama sekali tidak mengadakan pembedaan antara kita dan mereka…”
Kis 15:11 (Et nihil Deus discrevit inter nos et illos fide purificans corda eum)
SUNGGUH mulia hati Allah yang memandang kita semua sebagai anak-anakNYA. DikasihiNYA. Tanpa jasa. Pun tanpa syarat apapun. Itulah Allah yang diwartakan dan ditunjukkan Yesus, Tuhan.
ALLAH seperti itulah yang diteruskan pula oleh para rasul dalam pemberitaan. Allah adalah Tuhan bagi semua. Antara dan di dalam Jemaat tak ada pembedaan. Antara sunat dan tak bersunat telah ada Kristus yang menghubungkan dan mempersekutukan.
GEREJA adalah satu ziarah iman dalam kebersamaan dan menyapa semesta dalam persekutuan alam raya. Di situlah spirit pembaptisan menyapa.
“Baptis,” kata Herbert McCabe OP, “Bukanlah sakramen keanggotaan Gereja; tetapi sakramen keanggotaan dengan segenap manusia.”
SEBAB itulah dalam pembaptisan si baptis mesti belajar untuk “mati” dalam cara berpikir, dalam bersikap dan bertindak serta berjuang untuk ‘lumpuh total dalam kata-kata, dalam ucapan atau komentar penuh benci yang cenderung memisahkan.
Artinya “Dalam ungkapan diri atas dasar batas-batas identitas yang sempit.”, Seolah-olah hanya kita sajalah yang pasti PLUS. Sementara mereka atau orang lain wajib MINUS-nya. Ini bahaya sudah!
DALAM Yesus, ”kau saudaraku, kau sahabatku. Tiada yang dapat memisahkan kita.” Itulah yang kita yakini.
Verbo Dei Amorem Spiranti
Tuhan memberkati
Amin-Alleluia










