RUTENG, FLORESPOS.net-RS Pratama Reo di Kabupaten Manggarai, NTT, pasti dimanfaatkan tahun ini. Untuk itu, RS Pratama satu-satunya di Kabupaten Manggarai itu terus berbenah sebelum dimanfaatkan/beroperasi.
Kadis Kesehatan Manggarai, drh. Bartolomeus Hermopan kepada Florespos.net, per telepon, Rabu (3/5/2023), mengatakan, segala sesuatunya harus disiapkan secara baik sebelum RS Pratama dipakai untuk pelayanan kesehatan masyarakat.
“Kita harus lengkapi dan benahi yang belum lengkap. Tentu acuannya pada ketentuan aturan yang berlaku untuk operasinya sebuah rumah sakit,” katanya.
Menurut dia, ada beberapa hal yang menjadi fokus perhatian sekarang ini, yakni izin lingkungan yang prosesnya sudah dimulai dilakukan tahun lalu. Perkembangan terkini sudah ada rekomendasinya.
Selain itu, untuk salah satu persetujuan teknis limbah B3, prosesnya sudah jalan juga. Tetapi, sesuai dengan aturan dari Kementerian KLHK RI rekomendasi lingkungan tidak harus sekalian dengan izin limbah B3-nya.
Prosesnya bisa terpisah setelah alat ada dan hasilnya lolos uji laboratoriumnya. Peralatannya itu alat pembakaran limbah, yakni incenerator.
Peralatan penting itu sudah dalam proses pengadaan secara E-Katalog. Peralatan itu dalam waktu dekat dipasang.
Menurutnya, item pengerjaan lain adalah rekomendasi kelayakan fungsi dan bangunan. Yang itu harus dicek ahli bangunan bersertifikat atau Dinas PU. Komunikasi sudah dilakukan ahlinya di Kupang.
“Prinsipnya, kita ikuti semua ketentuan dan dilengkapi sebelum dioperasikan tahun ini,” katanya.
Sedangkan soal personel, beberapa waktu lalu, Sekretarisnya, Marten Oman mengatakan, persiapan tenaga yang bekerja di RS Pratama Reo, telah mulai dilakukan dalam beberapa waktu belakangan ini.
“Persiapan personel malah sudah sampai pada penempatan orang-orangnya yang bekerja di RS Pratama Reo. Persiapan akan terus kita lakukan sebelum rumah sakit itu diresmikan operasinya nanti,” katanya.*
Penulis: Christo Lawudin / Editor: Wentho Eliando










