LABUAN BAJO, FLORESPOS.net – Katarina Lamun, petani Kelurahan Wae Kelambu, Kecamatan Komodo, Kabupaten Manggarai Barat (Mabar) Nusa Tenggara Timur (NTT) mengakui kebaikan pemerintah karena memberikan bantuan geratis bibit kedelai dan lain-lain bagi petani, termasuk dirinya dan kawan-kawan.
Lamun yang anggota Kelompok Tani (Poktan) Ca Nai Sernaru, Kelurahan Wae Kelambu, Kecamatan Kecamatan Komodo, ungkapkan itu kepada FloresPos. net di persawahan Sernaru, Selasa (4/7/2023).
Menurut Lamun, kali ini Poktan Ca Nai mendapat paket bantuan benih kedelai secara cuma-cuma dari Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Mabar melalu Dinas Tanaman Pangan, Hortikultura dan Perkebunan (TPHP). Bantuan itu lengkap dengan Saprodi (sarana produksi) lain berupa pupuk dan obat-obatan, termasuk sumur bor.
“Kami baru kali ini dapat bantuan yang begini, tapi lengkap. Baik sekali pemerintah kasih geratis bibit kedelai dan lainnya bagi kami petani,” tutup Lamun.
Ahmad Rudi, Kepala Bidang Produksi Tanaman Pangan pada Dinas TPHP Mabar benarkan Lamun. Selama ini pemerintah selalu memberi paket bantuan kepada petani melalu wadah kelompok (Poktan), termasuk Poktan Ca Nai Sernaru, katanya.
Kata Rudi, kehadiran Pemerintah di tengah petani di antaranya melalu gerakan, seperti kehadiran jajaran Dinas TPHP Mabar di Poktan Ca Nai di persawahan Sernaru hari ini, Selasa (4/7/ 2023) juga untuk itu, gerakan tanam (Gertam) bibit kedelai.
Gertam komoditas di lapangan, seperti Gertam padi, jagung dan kedelai mendukung rencana aksi dalam mengantisipasi perubahan iklim global el nino periode tanam April-September (ASEP) 2023.
Selain itu, Kementerian Pertanian RI telah mengalokasikan kegiatan bantuan beni padi inbrida sawah 1000 ha pada musim tanam (MT) Oktober-Maret (OKMAR) 2023/2024.
Dijelaskan, kegiatan kawasan kedelai periode tanam ASEP 2023 seluas 585 ha. Untuk program/kegiatan kawasan kedelai di Mabar tersebar di 4 kecamatan, antara lain di Kecamatan Boleng 199 ha (21 Poktan), Kecamatan Ndoso 60 ha (15 Poktan), Kecamatan Masang Pacar 255 ha (35 Poktan).
Sebagian besar bantuan benih kedelai 50 kg/ha dan Saprodi lain seperti pupuk NPK 50 kg/ha, Pupuk hayati cair 3 liter/ha dan pestisida 1 liter/ha sudah disakur ke Poktan sasaran/penerima manfaat. Sisanya dalam proses.
Tantangan terbesar kegiatan kawasan kedelai MT ASEP 2023 yakni iklim yang tidak mendukung, seperti kekeringan.
“Kita dorong petani optimalkan sisa air di lokasi penanaman kedelai, gunanakan mesin sedot, irigasi perpompaan dan lainnya. Tanaman kedelai tidak butuh banyak air,” komentar Rudi.
Lanjut Rudi, Gertam kedelai yang dilaksanakan di Poktan Ca Nai Kelurahan Wae Kelambuk pada Selasa (4/7/ 2023) ini seluas 5 ha. Dan ini merupakan rangkaian kegiatan penanaman yang akan dilaksanakan dimasing-masing Desa dan kecamatan lokasi sasaran, ujarnya.
Diminta kepada para Penyuluh Pertanian Lapangan (PPL) penerima kegiatan untuk selalu mengawal dan mendampingi semua tahapan, mulai dari fasilitasi pembagian benih dan saprodi lain ke anggota poktan, penanaman, pemeliharaan, pemantauan, pengamatan/peramalan dan pengendalian OPT serta panen dan pasca panen.
Masih Rudi, yang menarik dari kegiatan kawasan kedelai Tahun 2023, bahwa dari sisi hulu pemerintah memberikan bantuan berupa benih dan saprodi, juga pendampingan lapangan. Dan di sisi hilir sudah disiapkan offtaker/pembeli kedelai.
“Hemat kami tidak ada alasan untuk tidak tanam, karena semua perangkat disiapkan dengan baik. Namun tantangan terbesar kita yakni berhadapan dengan musim kemarau panjang/ el nino,” tutup Rudi.
Hadir pada Gertam kedelai di lahan Poktan Ca Nai Sernaru itu dari Dinas TPHP Mabar antara lain Liventinus Amur (Pejabat Fungsional Pengawas Mutu Hasil Pertanian), Staf Pelaksana Bidang Produksi Tanaman Pangan yakni Dominika Suryanti, Eriq, Edy, Helmi, Koordinator BPP Komodo dan PPL se Kecamatan Komodo, serta jajaran Poktan Ca Nai. *
Penulis: Andre Durung/Editor:Anton Harus










