Lembah Colol, Surganya Kopi Dunia - FloresPos Net

Lembah Colol, Surganya Kopi Dunia

- Jurnalis

Rabu, 14 Juni 2023 - 14:14 WITA

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

BORONG, FLORESPOS.net – Bali dikenal sebagai pulau Dewata, maka saya mau katakan, Surganya kopi itu ada di Lemba Colol  Manggarai Timur.

Demikian Bupati Manggarai Timur Agas Andreas dalam sambutan pembukaan Festival kopi Lembah Colol di Lapangan Tokok Biting, Desa Ulu Wae, Manggarai Timur Rabu, (14/6/2023).

“Jika Anda Pecinta kopi, sekali lagi saya mau katakan, anda  sedang berada di tempat yang tepat; karena saat ini anda sekalian sedang berada di Lembah Colol; l surganya kopi dunia,” kata Bupati Agas.

Tempat dimana Kopi Terbaik dihasilkan

Dunia bergerak dan berubah dengan cepat; suka atau tidak suka, kita harus menyesuaikan diri. Ikut berlari atau tertinggal.

“Terima kasih saya sampaikan kepada masyarakat Lembah Colol yang telah bekerja keras bersama pemerintah daerah sehingga festival ini dapat terlaksana. Terima kasih juga kepada para sponsor yang dengan caranya masing-masing telah mendukung pelaksanaan kegiatan ini; baik yang hadir pada hari ini maupun yang tidak sempat hadir”.

Akhir-akhir ini perubahan iklim menjadi isu hangat yang berpengaruh pada banyak sektor termasuk pertanian bersama sub sektornya yaitu perkebunan, perikanan dan kehutanan.

Baca Juga :  Nagekeo Terima Bantuan Ribuan Ton Bibit Jagung Hibrida dari APBN

Mewsti diketahui bersama bahwa sektor pertanian  dan perkebunan sangat bertumpu pada siklus air dan cuaca untuk menunjang produktivitasnya. Organisasi Pangan dan Pertanian (FAO) bahkan menyatakan bahwa salah satu ancaman paling serius terhadap masa depan keberlanjutan ketahanan pangan adalah implikasi perubahan iklim.

Walaupun produktivitas kopi di Lembah Colol masih tinggi, namun beberapa petani mengeluhkan produktivitas yang mulai menurun. Ini tentunya harus menjadi perhatian bersama.

Petani kopi harus mulai belajar tentang perubahan cuaca yang kemudian disesuaikan dengan pola tanam dan varietas tanaman yang tahan terhadap perubahan cuaca dan iklim. Mengurangi penggunaan bahan kimia dan pupuk  buatan yang dapat merusak lingkungan.

Peran pemerintah dan stakeholder lainnya adalah membantu melakukan pendampingan, pelatihan dan edukasi tentang cara bertani yang ramah lingkungan.

“Ketika hari ini kita mengajak kopi Colol ke ruang pariwisata, itu semata-mata karena kita menyadari bahwa  kopi harus punya nilai tambah, dari sekadar bulir kopi, dari sekadar tepung kopi. Kita pelihara budayanya, kita jaga tradisinya, kita rawat  alamnya, kita promosikan keramahtamahan kita”.

Baca Juga :  Pemda Ngada Bersama PLN Teken MoU Tentang Pemungutan dan Penyetoran Tenaga Listrik

“Kita sedang menwarkan cita rasa pariwisata dari tradisi kopi kita yang hebat ini. Maka ini bukanlah soal Colol dalam satu minggu Festival, ini soal bagaimana kita merancang kampung halaman kita sebagai destinasi kopi terbaik kelas dunia. Jadi hanya pikiran besar yang bisa bertumbuh di tempat ini. Tentang tujuan, tentang harapan, tentang niat baik, dan bukan  tentang masalah,” kata Agas.

Festival Kopi Lembah Colol merupakan sarana pertemuan yang strategis untuk para pecinta kopi; dari petani, pedagang, LSM dan pemerintah untuk berbagi informasi tentang kopi dan semua isu serta hal strategis lain tentangnya.

“Karena itu, hari ini saya akan bilang bahwa Lembah Colol adalah rumah; tempat dimana kopi terbaik tumbuh, diolah kemudian disajikan bersama obrolan yang hangat dan menyenangkan. Rumah tempat kita pulang dan berbagi hal positif untuk kemajuan bersama”. *

Penulis: Albert Harianto/Editor: Anton Harus

Berita Terkait

Weekend at Parapuar Kembali Suguhkan Harmoni Musik dan Tari Tradisional di Natas Parapuar
Pengurus Baru PPDKAE Kabupaten Ende Resmi Dilantik di Kampus Atma Reksa–Rumah Bersama untuk Inklusivitas
Perpolitikan Indonesia Hadapi Tantangan Money Politic
Jelang Open Turnamen Soekarno Cup, PBVSI Ende Up Grade Lisensi Wasit Voli
Baru Satu Jam Ditindak Petugas Pedagang Kembali Lagi ke Jalan, Ternyata Ini Alasan
Yonif TP 834/Wakanga Mere Resmi “Masuk Rumah” di Nagekeo Lewat Upacara Adat
Alasan Penahanan Tak Jelas, Pemilik Sapi Ajak Pol PP Bertemu Bupati Ende
Serap Aspirasi, Kapolres Ende Kunjungan Kerja di Polsek Maurole
Berita ini 30 kali dibaca

Berita Terkait

Senin, 25 Mei 2026 - 08:12 WITA

Weekend at Parapuar Kembali Suguhkan Harmoni Musik dan Tari Tradisional di Natas Parapuar

Minggu, 24 Mei 2026 - 09:05 WITA

Pengurus Baru PPDKAE Kabupaten Ende Resmi Dilantik di Kampus Atma Reksa–Rumah Bersama untuk Inklusivitas

Minggu, 24 Mei 2026 - 08:43 WITA

Perpolitikan Indonesia Hadapi Tantangan Money Politic

Sabtu, 23 Mei 2026 - 19:03 WITA

Jelang Open Turnamen Soekarno Cup, PBVSI Ende Up Grade Lisensi Wasit Voli

Sabtu, 23 Mei 2026 - 13:35 WITA

Baru Satu Jam Ditindak Petugas Pedagang Kembali Lagi ke Jalan, Ternyata Ini Alasan

Berita Terbaru

Nusa Bunga

Perpolitikan Indonesia Hadapi Tantangan Money Politic

Minggu, 24 Mei 2026 - 08:43 WITA