RUTENG, FLORESPOS.net-Pemerintah Daerah (Pemda) Manggarai melalui Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD), Dinas Pekerjaan Umum (PU), dan Dinas Sosial (Dinsos) merespons positif laporan bencana alam di Desa Mata Wae, Kecamatan Satar Mese Utara, beberapa waktu lalu.
Resposnya berupa penanganan langsung di lapangan sesuai dengan fungsi dan tugas dari setiap organisasi perangkat daerah itu dalam mengatasi persoalan yang ada.
Menurut Kepala Desa Mata Wae, Marthen Don yang dihubungi wartawan, Kamis (11/5/2023), penanganan atas merusakkan akibat bencana alam banjir dan tanah longsor sudah dan sedang dilaksanakan. Penanganan itu sudah pasti sangat membantu masyarakat desa atau publik lainnya.
“Terkini adalah pembersihan material longsoran dan material terhanyut banjir pada sarana dan fasilitas umum menggunakan alat berat,” katanya.
Dikatakan, pembersihan itu berasal dari Dinas PU pada titik-titik yang dilaporkan yang mengganggu publik dan masyarakat desa dan sekitarnya. Pembersihan material terbawa banjir Wae Kawu yang membuat sawah hektar hancur.
Lalu, pembersihan material sekitar jembatan Ngalor Kiwung di Pong Wakar, titik longsor di Wura yang merupakan jalur jalan kabupaten cabang Nteer dan cabang Kole di wilayah Desa Mata Wae.
Kemudian, lalu pembersihan material longsoran di sekitar jembatan Wae Kukur yang masuk wilayah Desa Kole.
Sebelum penanganan dari Dinas PU datang, demikian Kades yang mantan wartawan itu, Dinsos telah memberikan bantuan berupa beras untuk sejumlah korban yang terkena bencana alam baik banjir bandang maupun tanah longsor. Beras 300 kg telah didrop, beberapa hari lalu.
Penanganan konkret itu, lanjut Kades Marthen, tentu atas koordinasi dengan BPBD Manggarai. BPBD pasca bencana turun ke lokasi bencana alam untuk melihat langsung lokasi dan titik yang terkena bencana alam.
Dan, tentu titik-titik yang dicek lagi itu setelah mendapat laporan tertulis dan lisan dari desa. Desa melaporkan detail dan rinci kondisi di lapangan saat, sedang, dan pasca terjadinya bencana alam.
Sebelumnya, Kepala Pelaksana BPBD, Stef Tawar mengatakan, setelah dilaporkan lisan dan tertulis dari desa, pihaknya telah turun ke Desa Mata Wae. Selain untuk melihat langsung kondisi riil, juga untuk memverifikasi data laporan dari desa.
“‘Kita sudah tindak lanjuti laporan bencana alam dari desa itu. Koordinasi tingkat kabupaten juga telah dilakukan pasca bencana alam,” katanya.
Bencana alam banjir bandang dan tanah longsor di Desa Mata Wae seperti diberitakan media ini sebelumnya terjadi dua pekan silam akibat hujan lebat yang berlangsung berjam-jam di wilayah itu. Banjir menghanyutkan apa saja hingga merusak sawah dan kebun.
Banjir juga menyebabkan sarana dan fasilitas umum seperti jalan, jembatan, saluran irigasi, dan kawasan sumber air minum masyarakat rusak dan hancur. *
Penulis: Christo Lawudin / Editor: Wentho Eliando










