BORONG, FLORESPOS.net-Berdasarkan data Raport Pendidikan Publik tahun 2022 menunjukan bahwa Kabupten Manggarai Timur untuk jenjang SD-SMP masih kurang untuk kategori literasi, numerasi dan kepemimpinan pembelajaran.
Hal ini mengindikasikan adanya ketidakseimbangan antara konsep dan penerapan visi dan misi setiap satuan pendidikan dan ketidaktepatan dalam mengimplementasikan kurikulum yang berlaku.
Bupati Manggarai Timur Agas Andreas mengatakan itu dalam sambutan Hardiknas di Lapangan SDl Watu Paci, Selasa (2/5/2023)
Hadir pada Apel Hardiknas Wakil Ketua DPRD Manggarai Timur, anggota DPRD Matim Dapil Lamba Leda Selatan, Ketua PKK Ny. Theresia Wisang Agas, Camat Lamba Leda Selatan, Kepala Desa se Kecamatan Lamba Leda Selatan, para kepala sekolah dan Guru se Kecamatan Lamba Leda Selatan, utusan para siswa dari tingkat Paud, SD, SMP, SMA, tokoh pendidikan, tokoh masyarakat, toko umat serta masyarakat desa Lenang.
Bupati Agas mengatakan, Raport Pendidikan ini menjadi instrument untuk mengidentifikasi tantangan pendidikan di setiap satuan pendidikan dan menjadi bahan untuk refleksi, sehingga tiap satuan pendidikan bisa menyusun rencana perbaikan pendidikan secara lebih tepat dan berbasis data.
Semua stakeholder kiranya merefleksikan peran dan tanggungjawabnya masing-masing dengan tepat untuk meminimalisir kekurangan dan ketimpangan yang muncul dalam raport pendidikan tersebut.
Pemerintah Kabupaten Manggarai Timur melalui Dinas Pendidikan, Pemuda dan Olahraga hendaknya menggunakan data raport pendidikan ini sebagai indikator kinerja pemerintah daerah di bidang pendidikan.
Satuan pendidikan hendaknya melihat secara detail elemen-elemen tiap dimensi, sehingga dapat menggali kondisi capaian dan proses pemebelajaran di tempat masing-masing.
Semua stakeholder agar dapat memanfaatkan raport pendidikan untuk melakukan identifikasi masalah, refleksi dan terus melakukan pembenahan layanan pendidikan.
Data-data raport pendidikan ini akhirnya membuat pemerintah, pemerintah daerah, satuan pendidikan, pendidik, dan orangtua mengerti masalah riil yang dihadapi anak-anak dalam proses pembelajaran, sehingga setiap bagian dalam system ini dapat merumuskan kebijakan-kebijakan yang lebih fokus dan terarah.
“Pertanyaan penting untuk direfleksikan bersama; sudah sejauh mana kita berjalan dengan berlandaskan kurikulum yang sesuai, dan seberapa besar kontribusi yang sudah, sedang dan akan kita buat dalam memajukan sektor pendidikan Manggarai Timur sehingga mampu mengubah nilai raport pendidikan dari yang merah atau kuning dan hijau sebagaimana dikehendaki dan keluar dari label miskin literasi”.
Meskipun raport pendidikan Manggarai Timur “Merah” untuk berbagai kategori, kesempatan untuk kita maju ke arah yang lebih baik senantiasa terbuka asalkan kita mau belajar dan memaksimalkan semua potensi diri, satuan pendidikan, lingkungan dan alam dimanapun kita berada dengan kolaraborasi positif antar stakeholder yang terlibat.
Tercatat ada 106 guru penggerak di Kabupaten Manggarai Timur dari jenjang TK, SD dan SMP, 42 sekolah yang sudah masuk dalam Program Sekolah Penggerak dan 205 sekolah yang sudah mengimplementasikan Kurikulum merdeka.
Jumlah ini akan terus meningkat dari waktu ke waktu seiring dengan kolaborasi dan kerja keras semua stakeholder untuk mewujudkan pendidikan di Manggarai Timur yang lebih berkualitas dan bermartabat. *
Penulis: Albert Harianto/Editor: Anton Harus










