Dampak Kemarau Panjang, Produktivitas Tanaman Perkebunan Petani Ende Menurun Hingga 70 Persen - FloresPos Net

Dampak Kemarau Panjang, Produktivitas Tanaman Perkebunan Petani Ende Menurun Hingga 70 Persen

- Jurnalis

Jumat, 23 Oktober 2026 - 16:13 WITA

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

ENDE, FLORESPOS.net-Musim kemarau ekstrem yang melanda wilayah Kabupaten Ende dalam beberapa bulan terakhir mulai berdampak pada sektor perkebunan lokal.

Dinas Pertanian Kabupaten Ende memprediksi adanya penurunan drastis pada hasil produktivitas komoditas perkebunan milik petani mencapai 70 hingga 80 persen akibat panas berkepanjangan.

Kepala Dinas Pertanian Kabupaten Ende, Ibrahim Gadir Dean kepada Florespos.net, di riang kerjanya, Jumat (23/10/2026) siang menjelaskan fenomena cuaca ekstrem ini telah memberikan dampak nyata bagi para petani di lapangan selama dua hingga tiga bulan terakhir.

Namun demikian, ia menegaskan bahwa fenomena ini tidak berdampak pada gagal panen tetapi berdampak pada  penurunan produktivitas. Penurunan produktivitas terjadi pada tanaman perkebunan.

“Untuk tanaman perkebunan, kemarau ekstrem ini pasti produktivitasnya turun, bukan gagal panen,” kata Gadir.

Baca Juga :  Ini Pesan Ketua Yapertif kepada Sarjana Baru dari Rahim Uniflor

Ia menyebutkan beberapa komoditas perkebunan unggulan masyarakat Ende yang terdampak paling parah di antaranya adalah jambu mete dan cengkeh. Minimnya pasokan air akibat ketiadaan curah hujan mengganggu fase kritis tanaman, terutama saat memasuki masa pembungaan.

Bunga-bunga tanaman perkebunan tersebut menjadi kering dan berguguran sebelum sempat berkembang menjadi buah, sehingga jumlah panen merosot tajam.

Gadir juga menyebutkan ada faktor lain yang menyebabkan menurunnya produktivitas tanaman perkebunan di Ende.

Berdasarkan laporan dari petani dan kajian dari tim Dinas Pertanian Kabupaten Ende menurunnya  produktivitas tanaman perkebunan juga dipengaruhi faktor lain yaitu gempa bumi dan abu vulkanik letusan gunung Lewotobi di Kabupaten Flores Timur.

“Gempa bumi dan abu vulkanik letusan gunung Lewotobi juga menjadi penyebabnya. Getaran gempa menyebabkan bunga tanaman gugur  dan abu vulkanik mengganggu proses pembuahan pada bunga tanaman”.

Baca Juga :  Mesin Produksi Perumda Ende Rusak, Ini Wilayah yang Tidak Dapat Pasokan Air Dalam Sepekan

Wilayah yang terdampak adalah Kecamatan Nangapanda, Kecamatan Maukaro, Maurole dan Kota Baru.

Gadir Dean mengatakan untuk sektor pertanian khsususnya pada sawa irigasi hingga saat ini tidak berdampak karena  pada Oktober 2026 sebagian besar padi di lahan pertanian irigasi sudah memasuki musim panen.

Lahan pertanian yang terdampak adalah lahan pertanian tadah hujan.  Hingga akhir Oktober 2026 lahan ini belum bisa dimanfaatkan atau ditanam karena belum hujan.

Dinas Pertanian Ende juga  mengimbau agar saat hujan petani bisa memanfaatkan lahan untuk menanam  umbi- umbian untuk  antisipasi terjadi Kemarau panjang di tahun yang akan datang.*

Penulis : Willy Aran

Editor : Wentho Eliando

Berita Terkait

Kadis Nakertrans Kabupaten Sikka Lepas Resmi Dua Calon PMI dan Satu Pekerja Antar Daerah, Pesan Prosedural Jadi Sorotan
Penanganan Sampah Bukan Hanya Urusan Pemerintah
20 Unit KDKMP di Ngada Mencapai 100 Persen Pembangunan Fisik Gerai
Enam Nelayan Selamat Usai Kapal Mori Sama 02 Tabrak Karang di Pulau Siaba Kecil
Realisasi Sementara PAD Manggarai Barat Rp.237 Miliar Lebih
Pemkab Sikka dan BTN Tandatangan Kerjasama Terkait Penyediaan Jasa Layanan Perbankan
Kasus Bunuh Diri Pelajar di Sikka Tergolong Tinggi, Dinas PKO Buat Program Layanan Dukungan Psikososial
Kelurahan Onekore Dapat Bantuan 5 Unit Rumah Layak Huni dari Bupati Ende
Berita ini 12 kali dibaca

Berita Terkait

Jumat, 23 Oktober 2026 - 16:13 WITA

Dampak Kemarau Panjang, Produktivitas Tanaman Perkebunan Petani Ende Menurun Hingga 70 Persen

Jumat, 23 Oktober 2026 - 12:12 WITA

Kadis Nakertrans Kabupaten Sikka Lepas Resmi Dua Calon PMI dan Satu Pekerja Antar Daerah, Pesan Prosedural Jadi Sorotan

Kamis, 22 Oktober 2026 - 20:05 WITA

Penanganan Sampah Bukan Hanya Urusan Pemerintah

Kamis, 22 Oktober 2026 - 12:05 WITA

Enam Nelayan Selamat Usai Kapal Mori Sama 02 Tabrak Karang di Pulau Siaba Kecil

Kamis, 22 Oktober 2026 - 11:56 WITA

Realisasi Sementara PAD Manggarai Barat Rp.237 Miliar Lebih

Berita Terbaru

Nusa Bunga

Penanganan Sampah Bukan Hanya Urusan Pemerintah

Kamis, 22 Okt 2026 - 20:05 WITA