Jempolmu, Ikrarmu: Sumpah Pemuda di Era Hoaks dan AI - FloresPos Net

Jempolmu, Ikrarmu: Sumpah Pemuda di Era Hoaks dan AI

- Jurnalis

Selasa, 20 Oktober 2026 - 20:51 WITA

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Oleh: Milikior Sobe, S.Fil

SETIAP 28 Oktober, bangsa ini diingatkan bahwa persatuan tidak lahir secara kebetulan. Ia dirumuskan, diperjuangkan, dan dirawat. Namun, ikrar kini tidak hanya diuji oleh kolonialisme, tetapi juga oleh banjir informasi, hoaks, dan kecerdasan buatan (artificial intelligence/AI).

Pertanyaannya, apakah ikrar 1928 masih hidup dalam cara anak muda berpikir, berkarya, dan berbahasa hari ini?

Tulisan ini berargumen bahwa Sumpah Pemuda tetap hidup bila ditopang pendidikan karakter yang membentuk akal budi kritis dan suara hati jernih, sehingga generasi muda mampu menolak hoaks dan memakai teknologi secara bijak.

Baca Juga :  Ritel Modern, Meja Kasir dan Kerukan Recehan (Perspektif Manajemen SDM)

Sumpah Pemuda: Landasan Historis dan Teoretis

Sumpah Pemuda adalah hasil Kongres Pemuda II pada 27–28 Oktober 1928 di Batavia, yang dipimpin Soegondo Djojopoespito dan menghimpun organisasi pemuda daerah seperti Jong Java, Jong Sumatranen Bond, dan Jong Ambon.

Mohammad Yamin, sebagai sekretaris, merumuskan tiga butir ikrar: bertumpah darah satu, berbangsa satu, dan menjunjung bahasa persatuan, yakni bahasa Indonesia. Frasa “menjunjung” penting: bahasa daerah tidak dimatikan, tetapi diberi tempat bersama sebuah bahasa pemersatu.

Baca Juga :  Ketika Destinasi Wisata Krokowolon Milik Seminari Tinggi Ledalero Pancarkan Keindahan Kongregasi SVD Dari Nian Tana Sikka untuk Dunia

Gagasan itu tumbuh sejak Kongres Pemuda I (1926), ketika Mohammad Tabrani mencetuskan istilah “Bahasa Indonesia” dan Siti Sundari menegaskan bahwa cinta tanah air menuntut keterlibatan perempuan.

Dua teori membantu kita memaknainya. Ernest Renan (1882) memandang bangsa sebagai kehendak hidup bersama yang diperbarui terus-menerus, ibarat “plebisit setiap hari”.

Editor : Wall Abulat

Berita Terkait

Mahasiswa Hingga Dosen Majukan Ekonomi Manggarai–Prestasi Gemilang STIE Karya Ruteng
Sarjana Berdampak Berkarya untuk Bangsa: Membangun Ekonomi Menumbuhkan Harapan
Rosario di Ritapiret: Menguji Kesalehan dari Cara Kita Memperlakukan Sesama
Melangkah dengan llmu, Berkarya untuk Agromaritim Berkelanjutan: FTP3 Universitas Nusa Nipa Lepas Lulusan
Napak Tilas 37 Tahun Sri Paus John Paul II ke Flores: Seminari Tinggi Ritapiret Jadi Vatikan Semalam, Gelora Samador Maumere Locus Urbi et Orbi
Ketika LNBM In Flores Project Perkuat Jasa Wisata Berbasis Masyarakat di TWAL 17 Pulau Riung
Sokar Watubala Cikal Bakal Yasbida, Dari Kegiatan Sosial Karitatif Menjadi Yayasan Formil (Kenangan 40 Tahun Yasbida St. Vinsensius, 24 September 2026)
Sentra Peternakan Sapi di Flores Timur–Sudah Habiskan Rp 2 Miliar Lebih, Dirubah Jadi Sub Sentra, Pintu Masuk Tindak Pidana Korupsi?
Berita ini 11 kali dibaca

Berita Terkait

Selasa, 20 Oktober 2026 - 20:51 WITA

Jempolmu, Ikrarmu: Sumpah Pemuda di Era Hoaks dan AI

Kamis, 15 Oktober 2026 - 19:49 WITA

Mahasiswa Hingga Dosen Majukan Ekonomi Manggarai–Prestasi Gemilang STIE Karya Ruteng

Selasa, 13 Oktober 2026 - 17:22 WITA

Sarjana Berdampak Berkarya untuk Bangsa: Membangun Ekonomi Menumbuhkan Harapan

Selasa, 13 Oktober 2026 - 15:55 WITA

Rosario di Ritapiret: Menguji Kesalehan dari Cara Kita Memperlakukan Sesama

Jumat, 9 Oktober 2026 - 19:09 WITA

Melangkah dengan llmu, Berkarya untuk Agromaritim Berkelanjutan: FTP3 Universitas Nusa Nipa Lepas Lulusan

Berita Terbaru

Feature

Jempolmu, Ikrarmu: Sumpah Pemuda di Era Hoaks dan AI

Selasa, 20 Okt 2026 - 20:51 WITA

Nusa Bunga

Hasil Pengeboran BWS, Ditemukan Empat Titik Mata Air di Pulau Palue

Selasa, 20 Okt 2026 - 20:45 WITA

Nusa Bunga

PKB Target Rebut Kursi Pimpinan DPRD Ende di Pileg 2029

Selasa, 20 Okt 2026 - 19:47 WITA

Perayaan syukur tahbisan imamat RP. Fransiskus Carli Kau, SVD di Paroki St Fransiskus dan St Clara Aimere pada Jumat (16/10/2026).

Nusa Bunga

Bupati Ngada Sebut Gereja Mitra Strategis Pemda

Selasa, 20 Okt 2026 - 17:45 WITA