LABUAN BAJO, FLORESPOS.net-Badan Pelaksana Otorita Labuan Bajo Flores (BPOLBF) melakukan pendampingan dan pelatihan ratusan UMKM (Usaha Mikro Kecil dan Menengah) di Provinsi Nusa Tenggara Timur (NTT), khususnya yang berada dalam wilayah kewenangan koordinasi BPOLBF.
Lembaga yang berada di bawah Kementerian Pariwisata (Kemenpar) Republik Indonesia (RI), BPOLBF memberikan pendampingan dan pelatihan demi peningkatan mutu, kwalitas dari UMKM-UMKM bersangkutan.
“BPOLBF tidak mengelola UMKM. Kita (BPOLBF) hanya melakukan pendampingan, juga memberikan pelatihan, dan itu atas “rekomendasi” Floratama Akademik,” kata Pelaksana Tugas (PlT) Direktur Utama (Dirut) BPLBF, Andhy M. T. Marpaung menanggapi awak media baru-baru ini di Labuan Bajo.
Menurut Marpaung, sampai sekarang ada sekitar 200-an UMKM yang mendapat pendampingan dan diberi pelatihan dari BPOLBF. Ratusan UMKM tersebut tersebar di sejumlah kabupaten di NTT, khususnya di wilayah kewenangan BPOLBF.
Kepala Divisi Komunikasi Publik BPOLBF, Sisilia Jenita Jemana, pada kesempatan sama menambahkan, di NTT ada 10 kabupaten menjadi wilayah kewenangan/koordinatif BPOLBF, yakni Alor, Lembata, Flores Timur (Flotim), Sikka, Ende, Nagekeo, Ngada, Manggarai Timur (Matim), Manggarai, dan Manggarai Barat (Mabar).
Selain itu, BPOLBF juga memiliki wilayah kewenangan koordinatif di Kabupaten Bima, Provinsi Nusa Tenggara Barat (NTB). Namun di kabupaten bersangkutan (Bima), BPOLBF hanya untuk dua kecamatan, yaitu Sape, dan Lambur, kata Jemana.
Ratusan UMKM yang mendapat dampingan dan pelatihan, masih Marpaung, yakni tersebar di kabupaten yang menjadi kewenangan BPOLBF di NTT, yaitu dari Kabupaten Manggarai Barat-Pulau Flores sampai Kabupaten Alor-Pulau Alor.
Penulis : Andre Durung
Editor : Wentho Eliando
Halaman : 1 2 Selanjutnya










