Nakes Puskesmas Weleng dan BKK Kelas I Kupang Sasar 1.300 Penyintas Gempa di Pedalaman Terpencil Manggarai Timur - FloresPos Net

Nakes Puskesmas Weleng dan BKK Kelas I Kupang Sasar 1.300 Penyintas Gempa di Pedalaman Terpencil Manggarai Timur

- Jurnalis

Jumat, 4 September 2026 - 17:31 WITA

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

BORONG, FLORESPOS.net-Tim kesehatan (Nakes) Puskesmas Weleng, Kecamatan Lambaleda Utara (Laut) Kabupaten Manggarai Timur dan para relawan dari Balai Kekaratiaan Kesehatan (BKK) Kelas I Kupang telah menyasar ke beberapa kampung terpencil selama masa tanggap darurat bencana gempa tektonik yang mengguncang Flores dalam 14 hari terakhir.

Selama tenggang waktu itu, tim Nakes Weleng dan tim BKK telah melayani 1.300 penyintas gempa di pedalaman Manggarai Timur, dan dua penyintas di antaranya dirujuk ke RS Borong dengan menggunakan mobil ambulance milik BKK Kelas I Kupang.

Ada pun tim nakes yang melayani selama masa tanggap darurat itu yakni puluhan tenaga kesehatan Puskesmas Weleng, tim BKK Kupang, BKK Makassar, dan Tim Tanggap Darurat Pusat Krisis Jakarta.

Sangat Terisolir

Informasi yang diterima media ini menyebutkan puluhan nakes dan relawan kesehatan yang bertugas selama masa tanggap darurat melayani sejumlah posko penyintas di seluruh wilayah kerja Puskesmas Weleng yang meliputi tiga desa yakni Desa Nampar Tabang, Desa Liang Deruk, dan Desa Golo Munga Barat.

Baca Juga :  IKAL Lemhannas Peduli Bencana Flores Membantu Masyarakat Pedalaman Ngada yang Belum Tersentuh

Dari belasan anak kampung posko yang dilayani para nakes ada dua anak kampung yang masuk dalam kategori sangat terisolasi yakni Kampung Kawak dan Kampung Mengge.

Untuk menjangkau dua kampung ini, para nakes Puskesmas Weleng dan para relawan terpaksa berjalan kaki, naik turun gunung, dan bahkan ada anak kampung yang harus melewati kali yang sangat berisiko.

Meskipun kondisi medan sangat sulit, namun para petugas kesehatan termasuk tiga relawan kesehatan BKK Kupang yakni Ibu Detty Selju, Denny Ndun, dan Wellem Riwu yang selalu setiap melayani pasien dengan ikhlas hati.

Untuk memudahkan pelayanan di wilayah terpencil ini, BKK Kupang juga mengirim satu unit mobil ambulance ke Puskesmas Weleng.

Pelepasan Secara Adat

Setelah melakukan pelayanan selama 14 hari di Puskesmas Weleng, akhirnya para relawan mengakhiri misi tugas kemanusiaan di Puskesmas Weleng pada Jumat (4/9/2026).

Baca Juga :  Pelaku UMKM Raup Ratusan Juta Rupiah di Festival Lembah Kopi Colol

Misi kemanusiaan berakhir, karena tim relawan yang sama akan kembali ke kantor masing-masing untuk melanjutkan tugas pengabdian di instansi masing-masing.

Pihak Puskesmas Weleng di bawah koordinasi Kepala Puskesmas Andreas Sango Ate menggelar acara pelepasan secara adat dengan para relawan nakes. Acara pelepasan secara adat dipimpin salah seorang tetua adat.

Terima Kasih

Pihak Puskesmas Weleng di bawah koordinasi Kepala Puskesmas Andreas Sango Ate menyampaikan terima kasih kepada para nakes dan relawan kesehatan yang dengan total melayani dan mengabdi di wilayah-wilayah terpencil, khususnya di posko-posko penyintas gempa tektonik di pedalaman Manggarai Timur.

“Kami menyampaikan terima kasih atas totalitas pelayanan kesehatan dan pengabdian kepada warga terdampak gempa di wilayah kerja Puskesmas Weleng,” kata Kapus Weleng Andreas Sango Ate.*

Penulis : Wall Abulat

Editor : Wentho Eliando

Berita Terkait

Carmenita Rosalia Lamba, Putri Pariwisata Indonesia 2026 Pulang ke Kampung Halaman
Carmenita Lamba Angkat Pariwisata NTT ke Panggung Nasional
Kunjungan Yapersukma Pusat Ruteng dan Tim Healing Hadirkan Sukacita di SDK Wudi Kecamatan Cibal
Pasca Gempa Flores, SDK Reo 3 Gelar Rapat Dengar Pendapat dengan Orang Tua Murid Di Bawah Tenda Tanggap Darurat
Pesan Rektor Uniflor ke Mahasiswa Baru, Kami Tidak Harap Kalian Lebih dari Empat Tahun
Mahasiswa Baru dan Dosen Uniflor Nyalakan Seribu Lilin untuk Korban Gempa Flores di Malam Penutup PKKMB
Masyarakat Hukum Adat dan Budaya Amanuban Minta DPRD Fasilitasi Persoalan Tanah Pembangunan Bendungan Temef
Gempa Susulan Terus Mengguncang Manggarai, Camat Reok Imbau Warga Tetap Waspada
Berita ini 118 kali dibaca

Berita Terkait

Jumat, 4 September 2026 - 18:09 WITA

Carmenita Rosalia Lamba, Putri Pariwisata Indonesia 2026 Pulang ke Kampung Halaman

Jumat, 4 September 2026 - 17:31 WITA

Nakes Puskesmas Weleng dan BKK Kelas I Kupang Sasar 1.300 Penyintas Gempa di Pedalaman Terpencil Manggarai Timur

Jumat, 4 September 2026 - 13:33 WITA

Carmenita Lamba Angkat Pariwisata NTT ke Panggung Nasional

Jumat, 4 September 2026 - 11:05 WITA

Kunjungan Yapersukma Pusat Ruteng dan Tim Healing Hadirkan Sukacita di SDK Wudi Kecamatan Cibal

Jumat, 4 September 2026 - 10:16 WITA

Pasca Gempa Flores, SDK Reo 3 Gelar Rapat Dengar Pendapat dengan Orang Tua Murid Di Bawah Tenda Tanggap Darurat

Berita Terbaru

Nusa Bunga

Carmenita Lamba Angkat Pariwisata NTT ke Panggung Nasional

Jumat, 4 Sep 2026 - 13:33 WITA