MBAY, FLORESPOS.net-Trauma dan stres pada anak-anak pascabencana gempa menjadi perhatian serius jajaran Polri. Salah satu cara yang terus dilakukan untuk membantu pemulihan psikologis anak adalah melalui edukasi dan aktivitas yang menyenangkan.
Hal itu disampaikan AKP Juan Arturo Draja, Psikolog Mabes Polri saat mendampingi kegiatan trauma healing di wilayah terdampak gempa Nagekeo.
“Untuk menghilangkan stres pada anak-anak, kami selalu memberikan edukasi untuk menghilangkan stres. Salah satunya dengan cara menyanyi,” ujar AKP Juan Arturo Draja Kepada Wartawan (26/8/2026).
Menurutnya, menyanyi merupakan metode sederhana namun efektif untuk membantu anak mengekspresikan perasaan, mengurangi kecemasan, dan mengembalikan rasa ceria setelah mengalami kejadian traumatis.
Psikolog Mabes Polri ini menegaskan, anak-anak merupakan kelompok rentan yang membutuhkan pendampingan khusus di masa pemulihan. Karena itu kegiatan yang menghadirkan suasana hangat, aman, dan menghibur terus digalakkan di posko-posko pengungsian.
“Melalui nyanyian, anak-anak bisa melupakan sejenak rasa takutnya. Mereka bisa tertawa, berinteraksi, dan merasa lebih tenang,” tambahnya.
Kegiatan edukasi dan trauma healing oleh tim psikologi Mabes Polri ini dilakukan bersama Polres Nagekeo dan tim pendamping sosial, menyasar anak-anak di berbagai posko pengungsian di Kabupaten Nagekeo.
Polri berkomitmen untuk terus memberikan pendampingan psikologis kepada anak-anak terdampak, agar mereka dapat bangkit dari trauma dan kembali menjalani aktivitas dengan semangat. *
Penulis : Arkadius Togo
Editor : Wentho Eliando










