MAUMERE, FLORESPOS.net-Sebanyak 3 desa di Kecamatan Mapitara yakni Desa Natakoli, Desa Hale dan Desa Hebing tidak bisa melintasi jalan raya satu-satunya dari desa mereka menuju ke Desa Egon Gahar dan ke jalan negara Trans Flores di Kecamatan Waigete akibat adanya longsor.
Material longsor menutupi badan jalan apalagi terdapat batu besar yang tidak bisa diangkat menggunakan tenaga manusia sehingga jalan raya tersebut belum bisa dilewati kendaraan oda dua dan roda empat.
“Jalan tersebut merupakan jalan satu-satunya dari tiga desa tersebut menuju Desa Egon Gahar dan ke jalan negara Tran Flores di Kecamatan Waigete sehingga bisa lebih dekat ke Kota Maumere,” ujar Sekertaris Camat Mapitara, Stefanus Raga saat ditemui di Posko Tanggap Darurat Bencana Gempa Flores, Selasa (18/8/2026).
Stefanus menyebutkan,akibat terputusnya jalan raya tersebut maka mobil ambulance dari Puskesmas Mapitara yang hendak merujuk pasien ke RS TC Hillers Maumere pun harus menempuh perjalanan jauh.
Kendaran dari 3 desa tersebut pun harus melewati jalaur jalan di pesisir Pantai Selatan Flores melewati Kecamatan Doreng, Bole dan Hewokloang baru menuju jalan negara Trans Flores.
“Kendaraan harus memutar jauh lagi dan jarak tempuhnya lebih lama. Orang pun takut melintasi jalan tersebut karena bisa terkena material longsor sebab daerah tersebut rawan longsor,” ucapnya.
Stefanus mengatakan, warga Dai Desa Egon Gahar pun otomatis tidak bisa ke Puskesmas Mapitara atau ke Kantor Camat Mapitara karena akses jalan satu-satunya hanya melewati ruas jalan tersebut.
Dirinya berharap pemerintah Kabupaten Sikka dan pihak terkait lainnya bisa segera mengirimkan alat berat untuk membuka akses jalan di Kecamatan Mapitara tersebut.
“Saya sudah melaporkan ke Posko Tanggap Darurat Bencana Gempa Flores dan mudah-mudahan alat berat segera dikirim agar akses transportasi bisa bejalan lancar seperti semula,” ungkapnya. *
Penulis : Ebed de Rosary
Editor : Wentho Eliando










