MAUMERE, FLORESPOS.net-Menteri Dalam Negeri (Mendagri) Tito Karnavian mengunjungi Kabupaten Sikka untuk melihat langsung penanganan bencana Gempa Flores yang melanda 7 kabupaten di Pulau Flores, Sabtu (15/8/2026).
Saat mengunjungi lokasi gedung terminal penumpang PT.Pelindo yang ambruk dan mengakibatkan 2 korban jiwa, sempat terjadi gempa susulan dan banyak anggota rombongan berlarian ke luar gedung.
Tito juga mengunjungi posko pengungsi di Gelora Samador da Cunha Maumere untuk melihat langsung kondisi penanganan pengungsi yang mendiami 35 tenda yang dibangun di lapangan tersebut.
Saat mengunjungi posko tanggap darurat penanggulangan bencana Kabupaten Sikka di Kantor BPBD Sikka,Tito diperlihatkan data mengenai korban dan berbagai kerusakan akibat gempa Flores.
Tito dalam kesempatan tersebut meminta agar penanganan korban dan pengungsi pasca bencana harus dilakukan dengan baik sesuai standar.
“Ini posko sudah sangat bagus karena datanya lengkap dan terperinci. Paling bagus dibandingkan posko di kabupaten lainnya yang terkena dampak gempa Flores,” ujarnya.
Tito menyebutkan, untuk kembali ke situasi normal diprediksi membutuhkan waktu dua sampai tiga minggu ke depan sehingga ia meminta agar harus dipersiapkan untuk membantu masyarakat untuk jangka waktu 2 sampai 3 mingu ke depan.
Ia juga sampaikan Bupati Sikka memberitahukan masih banyak warga yang tidur di luar rumah karena masih takut terjadinya gempa dan ia meminta agar jangan memaksakan masyarakat tidur di dalam rumah.
“Kita siapkan makanan dan berbagai kebutuhan mendasar mereka. Pendataan terus dilakukan hingga tahap rekonstruksi pasca bencana,” pintanya.
Untuk diketahui, jumlah korban meninggal dunia akibat bencana Gempa Flores di Kabupaten Sikka mencapai 6 orang dimana 2 korban meninggal dunia akibat tertimpa reruntuhan material bangunan gedung terminal penumpang di Pelabuhan Laurens Say Maumere.
Satu korban lainnya meninggal di Pelabuhan Laurens Say saat sedang berada di tangga penumpang terjadi gempa dan tangga tercebur ke dalam laut bersama para penumpang lainnya.
Satu korban lainnya berasal dari Pulau Palue sedangkan satu lainnya merupakan Frater di Ritapiret yang panik dan melompat dari lantai 2 bangunan di lokasi seminari tinggi Ritapiret.
Korban lainnya berasal dari Kota Uneng yang sedang sakit dan mengalami depresi saat gempa dan sempat memeriksakan kesehatan ke dokter praktek hingga meninggal dunia di rumah keluarga. *
Penulis : Ebed de Rosary
Editor : Wentho Eliando










