ENDE, FLORESPOS.net-Menteri Dalam Negeri (Mendagri) RI, Muhamad Tito Karnavian turun langsung melihat korban dan memantau kondisi lapangan pasca gempa 7,7 SR yang mengguncang Pulau Flores, Sabtu (15/8/2026) lalu.
Hal utama atau prioritas yang dilakukan oleh pemerintah pada masa tanggap darurat yaitu melakukan evakuasi, menolong korban, memenuhi kebutuhan dasar warga terdampak dan memulihkan infrastruktur dasar.
Tito Karnavian bersama rombongan dari Kementerian Dalam Negeri tiba di Bandara Haji Hasan Aroeboesman Ende, Selasa (18/8/2026) pagi disambut Bupati Ende dan Forkopimda.
Mendagri dan rombongan berkunjung ke Kabupaten Nagekeo, salah satu kabupaten yang cukup parah terdampak gempa.
Namun sebelum berangkat ke Kabupaten Nagekeo, Mendagri melaksanakan rapat kordinasi dengan Pemkab Ende terkait penanggulangan bencana di daerah ini.
Usai rapat dengan Forkopimda Ende kepada wartawan Tito Karnavian mengatakan sejak tanggal 16 Agustus lalu presiden telah memerintahkan sejumlah menteri dan pimpinan lembaga turun langsung meninjau korban dan lokasi yang terdampak.
“Sesuai arahan dari bapak Presiden sejumlah menteri dan pimpinan lembaga turun langsung meninjau korban bencana di Flores- NTT. Sejak tanggal 16 Agustus 2026 sejumlah menteri dan pimpinan lembaga sudah ke Flores, turun langsung ke beberapa kabupaten yang terdampak berat yaitu Manggarai Barat, Manggarai, Manggarai Timur, Ngada, Nagekeo, Ende dan Sikka”.
Tito Karnavian mengatakan bersama rombongan datang ke Kabupaten Nagekeo meninjau langsung korban dan dampak lainnya serta melakukan evaluasi untuk penanganan pada masa tanggap darurat.
“Kita lakukan evaluasi dengan semua tim agar kita tahu titik mana yang memerlukan penanganan segera dan titik mana yang rusak jalannya, wilayah mana yang listriknya belum menyala, itu akan segera ditangani”.
Namun hal utama atau prioritas yang dilakukan oleh pemerintah pada masa tanggap darurat adalah menolong korban dan memenuhi kebutuhan dasar dari warga terdampak.
“Yang sakit harus diobati, yang meninggal keluarganya disantuni. Kebutuhan warga terdampak atau korban yang mengungsi seperti sembako, selimut dan obat- obatan itu yang paling utama harus segera diatasi”.
Hal prioritas lain yang dilakukan oleh pemerintah pada masa tanggap darurat yaitu memulihkan infrastruktur dasar seperti jalan, listrik dan jaringan internet.
“Akses harus dibuka, jika ada jembatan yang roboh harus diperbaiki, air minum harus segera diatasi”.
Jika hal dasar sudah diatasi maka penanganan akan dilanjutkan ke masa transisi dan masuk ke tahap rehab rekon untuk permanen.
Dalam perjalanan menuju Kabupaten Nagekeo, Mendagri menyempatkan waktu memberikan santunan kepada keluarga korban gempa bumi yang meninggal dunia atas nama Sisilia Payong (70) di Desa Ndorurea, Kecamatan Nangapanda.
Santunan tersebut diterima langsung oleh anak almarhuma, Sisilia Payong atas Floriana Clara Kae.*
Penulis : Willy Aran
Editor : Wentho Eliando










