MAUMERE, FLORESPOS.net-Tim Persami Maumere berhasil keluar sebagai juara sepakbola Piala Gubernur Soeratin U-17 yang berlangsung di Stadion Gelora Samador da Cunha Maumere, Kabupaten Sikka, Jumat (14/8/2026).
Persami sebelumnya menang 3-0 atas kesebelasan Biru Muda Perkasa (BMP) Flores Timur dalam pertandingan yang diwarnai kontroversi terkait keputusan wasit yang mengesahkan gol pertama setelah mendapatkan protes meski pertandingan sudah berjalan.
Sementara Perse Ende melangkah ke babak final setelah menghempaskan Citra Bakti Ngada (CBN) dalam drama adu pinalti dengan skor 6-5 setelah waktu normal 2×45 menit kedua tim tak mampu menciptakan gol.
Sejak wasit membunyikan peluit para pemain Persami langsung menekan pertahanan Perse Ende dan memaksa bola hingga tidak melewati areal pertahanan Persami.
Selama 4 menit awal pertandingan tercatat Persami Maumere mendapatkan 4 kali tendangan pojok namun belum satu pun tendangan mengarah ke gawang dan hanya jatuh di luar sisi kanan gawang Perse yang dijaga Kristianus Gavril Adelio Pua.
Petaka bagi Perse datang di menit ke-5 saat tendangan gawang pemain Perse jatuh di kaki pemain Persami dan sebuah umpan lambung ke sisi kanan gawang Perse berhasil dikejar oleh Claudius Ferrento Miger.
Lolos dari pengawalan dua bek Perse, Claudius melepaskan tendangan keras mendatar yang bersarang di pojok kanan gawang Perse tanpa bisa ditepis penjaga gawang Kristianus Gavril Adelio Pua.
Unggul satu gol membuat Perse Ende mulai membangun serangan dan mencoba memasuki areal pertahanan Persami namun berbagai upaya yang dilakukan belum berhasil membuah gol.
Sebuah peluang tercipta di menit 15 ketika pemain Persami melakukan pelanggaran di luar areal pinalti namun tendangan mendatar ke arah gawang jatuh tepat dalam pelukan kiper Muhammad Zaky Maulana.
Peluang kembali tercipta di menit ke-20 saat sebuah tendangan melambung persis mengarah ke arah gawang namun sekali lagi Muhammad Zaky Maulana berhasil melompat dan menjangkau bola.
Persami mendapatkan peluang emas di menit ke-30 dimana sebuah tendangan keras berhasil mengarah ke gawang namun bola hanya membentur tiang pojok kanan gawang Perse.
Usai turun minum, pelatih Perse Ende Eustabius Agusto Molo Kadju mulai menerapkan permainan menyerang dan beberapa kali peluang tercipta di areal kotak pinalti namun penyelesaian akhirnya belum maksimal hingga berbuah gol.
Sebuah tendangan keras mendatar yang dilesakan pemain Perse Ende tepat mengarah ke tengah gawang Persami namun bola yang luput dihalau bek Persami tepat berada dalam pelukan penjaga gawang Persami.
Hingga wasit membunyikan peluit akhir, tidak ada gol yang tercipta di babak kedua sehingga Persami keluar sebagai juara dan meraih piala Gubernur NTT Soeratin U-17 dan membawa pulang hadiah uang tunai Rp25 juta.
Perse Ende harus puas meraih juara dua dan mendapatkan uang tunai Rp20 juta sementara juara ketiga Citra Bakti Ngada meraih posisi ketiga dan mendapatkan uang tuna Rp15 juta sedangkan peringkat keempat BNP Flores Timur memperoleh uang tunai Rp5 juta.
Sejak perhelatan Soeratin U-17 tahun 2015 untuk zona NTT, Persap Alor dan PSN Ngada menjadi dua tim yang paling banyak meraih juara dengan masing-masing mengoleksi dua gelar juara.
Persap Alor mengawali dominasinya dengan menjuarai edisi pertama tahun 2015, kemudian kembali mengangkat trofi pada tahun 2019. Sedangkan PSN Ngada mencatat prestasi gemilang dengan meraih gelar secara beruntun pada tahun 2022 dan 2023.
Selain kedua tim, Perseba Sumba Barat menjadi kampiun pada perhelatan tahun 2016 disusul Persewa Waigapu Sumba Timur pada tahun 2017 dan Perseftim Flores Timur meraih gelar di tahun 2018.
Setelah Persap Alor meriah gelar keduanya di tahun 2019, perhelatan vakum selama 2020 dan 2021 akibat pandemi Covid-19 dan dilanjutkan tahun 2022 dengan PSN Ngada merengkuh gelar juara dan mempertahankannya di tahun 2023.
Memasuki tahun 2024, Bintang Timur Atambua mematahkan dominasi Ngada dan meraih juara untuk pertama kalinya dengan membukukan skor 2-1 saat bersua Persekota Kupang di babak final.
PERSS Soe meraih trofi juara pertama kalinya setelah di partai final tahun 2025 menumbangkan Bintang Timur Atambua lewat skor 2-1.
Dengan meraih juara di tahun 2026 membuat Persami Maumere yang dilatih Gregorius Alviano Rajalewa menambah daftar tim yang merengkuh juara selama 10 kali penyelenggaraan turnamen sepakbola Soeratin U-17 zona NTT. *
Penulis : Ebed de Rosary
Editor : Wentho Eliando









