Kelompok Perempuan Petani Kelapa Desa Lambunga, Mandiri Ekonomi Berkat Mengolah Produk Turunan Kelapa - FloresPos Net

Kelompok Perempuan Petani Kelapa Desa Lambunga, Mandiri Ekonomi Berkat Mengolah Produk Turunan Kelapa

- Jurnalis

Selasa, 14 Juli 2026 - 10:51 WITA

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Kelompok Perempuan Petani Kelapa Desa Lambunga, Mandiri Ekonomi Berkat Mengolah Produk Turunan Kelapa

Kelompok Perempuan Petani Kelapa Desa Lambunga, Mandiri Ekonomi Berkat Mengolah Produk Turunan Kelapa

Oleh: Ebed de Rosary

SIANG itu Senin (29/6/2026) terik mentari seakan membakar kulit selama perjalanan menggunakann sepeda motor di Pulau Adonara. Saat memasuki Desa Lambunga, Kecamatan Kelubagolit, cuaca terasa bersahabat.

Pepohonan kelapa dan banyak komoditi lainnya terlihat ditanam di kedua samping jalan beraspal membelah desa ini. Tak jauh dari jalan raya, terlihat sebuah rumah jemur berdiri.

Rumah Energi Matahari (REM) berpenutup plastik Ultra Violet (UV) berwarna bening susu ini,hanya berjarak sekitar 30 meter sebelah selatan Kantor Desa Lambunga.

“Rumah jemur ini kami pergunakan untuk membuat kopra putih. Kalau tidak musim kelapa kami pakai jemur kakao,kopi atau buah pinang,” sebut Agnes Masa Laot, Koordinator Kelompok Ina Sayang.

Baca Juga :  Wajib Tahu! RSUD dr. Hendrik Fernandez Larantuka Tertibkan Jam Kunjung dan Jumlah Penunggu Pasien

Agnes mengenang, sebelum mereka bergabung dalam Program Women Empowerment for Just Energy Transition (We for JET) yang dilaksanakan oleh Yayasan Pengkajian dan Pengembangan Sosial (YPPS) bekerja sama dengan Oxfam dan Penabulu mereka hanya jemur kopra secara tradisional.

Kelapa dijemur di tanah menggunakan alas terpal hingga sekitar seminggu barukering dan menjadi kopra yang siap dijual. Kelapa setelah dikupas kulitnya,dibelah lalu dijemur.

“Saat musim hujan, untuk membuat kopra kami menggunakan pengasapan, Kelapa ditaruh di atas rak kayu lalu di bawahnya kami buat asap menggunakan sabuk kelapa,” ungkapnya.

Agnes mengaku, pengeringan kelapa menjadi kopra menggunakan cara tradisional sangat melelahkan. Menguras tenaga dan waktu dibandingkan dengan menggunakan rumah jemur energi matahari.

Baca Juga :  PAD Manggarai Barat 2023 Sulit Mencapai Target, Rotok: Diluar Ekspetasi Kita

Memakai rumah jemur energi matahari menurutnya lebih menguntungkan. setelah kelapa dibelah bagi diletakan di dalam rak-rak di rumah jemur dan di lantainya lalu pintunya ditutup. Malam hari dibakar belerang untuk membantu pemanasan ruangan.

“Dalam waktu tiga hari kelapa sudah menjadi kopra putih yang siap dijual bila panas mataharinya maksimal. Selama proses penjemuran kami bisa menjalankan aktifitas lainnya tanpa harus capek menunggu proses pengeringan kelapa,” ungkapnya.

Membuat Arang dan Briket

Selain membuat kopra, produk turunan dari kelapa berupa tempurung dipergunakan untuk membuat arang.

Penulis : Ebed de Rosary

Editor : Wentho Eliando

Berita Terkait

Kapal Wisata KM Feronia Tenggelam di Perairan Tatawa, Taman Nasional Komodo, Satu Orang Belum Ditemukan
Sarjana Berdampak Berkarya untuk Bangsa: Membangun Ekonomi Menumbuhkan Harapan
Rosario di Ritapiret: Menguji Kesalehan dari Cara Kita Memperlakukan Sesama
Dua Tahun Terakhir, Antrean Panjang BBM Berulang Kali Terlihat di Tiga SPBU Kota Ende
‘Warga Sudah Tidak Baik-baik Saja’–Dua Tahun, 10 Ribu Warga Penyintas Lewotobi Menanti Janji Huntap
Momen Haru Wisuda Unipa, Rektor Minta Sang Ayah Pindahkan Tali Toga Anaknya
IKTL Gelar PJKR Football Championship di Lapangan Sepakbola Riangkotek
Tiga Pesan Utama Wabup Sikka Bagi 708 Wisudawan Kampus Unipa
Berita ini 129 kali dibaca

Berita Terkait

Selasa, 13 Oktober 2026 - 19:25 WITA

Kapal Wisata KM Feronia Tenggelam di Perairan Tatawa, Taman Nasional Komodo, Satu Orang Belum Ditemukan

Selasa, 13 Oktober 2026 - 17:22 WITA

Sarjana Berdampak Berkarya untuk Bangsa: Membangun Ekonomi Menumbuhkan Harapan

Selasa, 13 Oktober 2026 - 15:55 WITA

Rosario di Ritapiret: Menguji Kesalehan dari Cara Kita Memperlakukan Sesama

Selasa, 13 Oktober 2026 - 15:06 WITA

Dua Tahun Terakhir, Antrean Panjang BBM Berulang Kali Terlihat di Tiga SPBU Kota Ende

Senin, 12 Oktober 2026 - 18:15 WITA

Momen Haru Wisuda Unipa, Rektor Minta Sang Ayah Pindahkan Tali Toga Anaknya

Berita Terbaru