MAUMERE, FLORESPOS.net-Dampak gempa Flores mengakibatkan ribuan warga Kabupaten Sikka terutama di Kota Maumere mengungsi ke berbagai tempat pengungsian terpusat seperti di halaman Kantor Bupati Sikka, DPRD Sikka dan Gelora Samador da Vunha Maumere.
Seiring masa tanggap darurat bencana di Kabupaten Sikka telah berkahir hari ini, Jumat (28/8/2026) dan meskipun diperpanjang hingga tanggal 12 September 2026 namun fokus penanganan kepada warga di Pulau Palue dan warga yang benar-benar terdampak.
“Sebenarnya proses pemulangan pengungsi sudah dimulai dari hari Senin (24/8/2026) dan secara antusias masyarakat menyambut baik dan mulai kembali ke rumah,” sebut Nelwan Harahap, Direktur Wilayah III BNPB, Jumat (28/8/2026).
Nelwan menyebutkan, kalau kita lihat meskipun fasilitas sebagus apapun orang pasti akan lebih bagus dan nyaman tinggal di rumah sendiri apalagi sekarang musim kemarau dan banyak debu.
Air bersih tidak tersedia mencukupi untuk semua orang dan di posko terdappat banyak kelompok rentan seperti anak-anak, lansia dan ibu hamil serta menyusui.
Nelwan mengatakan, kalau berlama-lama tingal di posko pengungsian maka akan muncul wabah Infeksi Saluran Pernapasan Akut (ISPA) dan diarea.
“Makanya kami menghimbau kepada warga yang rumahnya tidak rusak, rusak ringan tetapi tidak membahayakan sebaiknya mereka pulang ke rumah,” ungkapnya.
Nelwan menambahkan, pihaknya akan memberikan bekal buat mereka sehingga saat pulang tidak pusing lagi mau makan apa, memulai dari mana sebab kalau berlama-lama disini bisa jadi sakit.
Ia menjelaskan, BNPB lebih fokus memberikan bantuan kepada kelompok yang benar-benar membutuhkan seperti warga yang rumahnya rusak sedang dan tidak bisa dihuni atau rusak berat.
Warga yang sangat terdampak tersebut akan didata agar segera diajukan bantuan perbaikan rumah oleh BNPB dan warga yang rumahnya rusak berat akan diberikan dana tunggu hunian selama 3 bulan sementara rumahnya dibangun.
“Bagi mereka yang sambil menunggu hunian tetapnya selesai maka kita akan bangun Huntara yang individual dimana satu keluarga satu rumah sehingga bisa lebih nyaman,” terangnya.
Nelwan menyebutkan, BNPB telah memfasilitasi pemulangan pengungsi lebh dari 12 ribu jiwa atau sekitar 2.300 Kepala Keluarga dan siapapun yang ingin pulang akan difasilitasi.
“Siapa saja yang ingin pulang kita fasilitasi sehingga tenda pengungsian ini akan kita tata lebih bagus agar pengelolaannya lebih tertata seperti MCK dan pengendalian debunya,” pungkasnya. *
Penulis : Ebed de Rosary
Editor : Wentho Eliando










