RUTENG, FLORESPOS.net-Sekolah Tinggi Ilmu Ekonomi (STIE) Karya Ruteng kembali menggelar Business Festival (Bizfest III) atau Festival Kewirausahaan III. Mengambil tempat di halaman Kampus STIE Karya Ruteng, ajang tahunan ini resmi dibuka oleh Bupati Manggarai, Herybertus Geradus Laju Nabit, S.E., M.A., pada Kamis (2/6/2026).
Festival ini dirancang sebagai wadah strategis untuk mempromosikan produk lokal, kuliner, dan kerajinan tangan pelaku Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) Kabupaten Manggarai.
Langkah ini sekaligus menjadi upaya nyata memperkuat pertumbuhan ekonomi kerakyatan melalui kolaborasi antara pemerintah, dunia pendidikan, komunitas, dan pelaku usaha.
Ketua STIE Karya Ruteng, Kirenius C.C. Watang, ST., MM., dalam laporan pembukaannya menjelaskan festival tahun ini mengusung konsep integratif yang menggabungkan bazar UMKM, pertunjukan seni budaya, penampilan band lokal, serta Turnamen Bola Voli yang telah bergulir lebih awal.
“Festival ini tidak hanya menjadi ruang promosi bagi produk lokal, kuliner, dan kerajinan tangan UMKM Manggarai, tetapi juga menjadi sarana membangun kreativitas, inovasi, dan jiwa kewirausahaan masyarakat, khususnya generasi muda,” ujar Kirenius.
Ia menambahkan, perpaduan unsur hiburan, olahraga, dan bisnis ini bertujuan untuk menciptakan pusat interaksi sosial yang mampu menarik minat banyak pengunjung.
Dampak instannya diharapkan dapat meningkatkan aktivitas ekonomi masyarakat secara langsung sekaligus menjadi ruang edukasi.
Tercatat sebanyak 50 pelaku UMKM mendaftar sebagai peserta festival. Kirenius memastikan seluruh stan yang disediakan akan terisi penuh guna memeriahkan festival.
Pihaknya juga menyampaikan apresiasi mendalam atas kehadiran Bupati Manggarai, perwakilan DPRD, yayasan, serta seluruh sponsor yang mendukung penuh acara ini.
“Kami berharap semangat kolaborasi ini tidak berhenti pada kegiatan seremonial semata, tetapi terus berkembang menjadi gerakan bersama yang mampu memberikan dampak nyata bagi kemajuan ekonomi Kabupaten Manggarai di masa mendatang,” tambahnya.
Laboratorium Kewirausahaan Kaum Muda
Pada kesempatan yang sama, Ketua Yayasan Perguruan Tinggi Tunas Karya (YPTTK), Mariyati Helsako F. Mutis, menekankan bahwa festival ini—yang juga merangkai Festival Kuliner III—merupakan implementasi nyata dari tema yang diusung: “Kaum Muda Berdaya, Sehat Jasmani, Kreatif, Inovatif, dan Berdampak: Dari STIE Karya untuk Manggarai”.
Menurut Mariyati, STIE Karya hadir bukan sekadar sebagai lembaga pendidikan tinggi, melainkan pusat pembentukan karakter, kepemimpinan, dan kepedulian sosial yang berkontribusi bagi pembangunan daerah.
“Hari ini kita tidak hanya membuka sebuah festival, tetapi membuka ruang kreativitas, pembelajaran, perjumpaan, dan pemberdayaan bagi kaum muda. Festival ini menjadi laboratorium kewirausahaan yang memberi kesempatan kepada mahasiswa untuk belajar langsung; mulai dari merancang produk, menghitung biaya produksi, menentukan harga, melayani pelanggan, hingga memahami peluang pasar,” jelas Mariyati.
Lebih lanjut, ia menyoroti potensi pangan lokal Manggarai yang memiliki nilai jual tinggi jika dikelola secara kreatif. Selain aspek bisnis, pemeliharaan kesehatan jasmani melalui turnamen olahraga dalam festival ini juga dinilai krusial sebagai fondasi melahirkan generasi muda yang produktif dan tangguh.
Acara pembukaan tersebut turut dihadiri oleh Wakil Ketua DPRD Manggarai Thomas Tahir, sejumlah pimpinan perangkat daerah, sivitas akademika STIE Karya, tokoh masyarakat, serta ratusan mahasiswa dan warga lokal yang memadati area kampus.
Festival Kewirausahaan III ini diharapkan terus melahirkan wirausahawan baru, memperluas pasar produk lokal, serta memperkuat sinergi inklusif demi daya saing ekonomi daerah.*
Penulis : Milikior Sobe (Kontributor)
Editor : Wall Abulat










